• Purim

    Purim adalah Hari Raya yang penuh Kebahagiaan dan Sukacita

  • Pesach atau Paskah

    Paskah 2022 akan dirayakan dari 15 April - 23 April

  • Pesach atau Paskah

    Pesach berarti Melewati ketika Tuhan melewati rumah Yahudi di Mesir ketika membunuh anak Sulung di Mesir

  • Pesach atau Paskah

    Pesach dibagi menjadi dua Hari Raya itu sendiri di awal dan akhir dan hari perantara yang disebut Chol Hamoed

  • Pesach atau Paskah

    Pesach juga berarti tidak ada Chametz di rumah kita

Tampilkan postingan dengan label Parasha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parasha. Tampilkan semua postingan

Parasha Noah

 בס״ד

Parasha Noah

Migdal (Menara) Babel


Ada dua kejadian penting di parasha Shabbat yang lalu,  parasha Noach; yaitu Banjir besar di seluruh bumi dalam bahasa Ibrani kita sebut Mabul dan Dor Haflaga kejadian penting kedua, yang dalam istilah Inggris disebut “Generation of Dispersion” yang kalau kita terjemahin secara harafiah berarti “Generasi yang disebar” yang terkenal dengan menara Babel atau dalam bahasa Ibrani kita menyebutnya sebagai Migdal Babel antara kejadian pertama dan kedua ada rentang waktu 400 tahun. Saya pribadi tertarik untuk menyelidiki tentang Migdal Babel karena saya sempat membaca sebuah artikel yang sangat menarik tentangnya tetapi tentu saja pada saat saya membaca artikel tersebut parasha Shabbat masih jauh dari parasha Noah sehingga saya sedikit menunda untuk menerjemahkan artikel parasha tersebut sampai waktu yang tepat untuk membagikan parasha Noah, tapi yang terjadi adalah sangat mengejutkan saya secara pribadi, ternyata artikel tersebut menghilang dari blog yang bersangkutan. Tetapi rasa penasaran saya begitu besar pada subyek ini sehingga saya memutuskan untuk menyelidiki sendiri dengan mencari sumber-sumber kuno Judaism tentunya. Mengapa saya begitu penasaran dengannya? Karena Rabi-rabi kita yang sekarang mengajar kita Taurat jarang sekali menyinggung tentang hal ini, menjadi suatu misteri dan rahasia besar yang saya yakin mereka sebetulnya mengetahuinya karena tertulis di sumber-sumber buku kuno Yahudi yang pria Yahudi diharuskan untuk mempelajarinya. Kalau kita membaca Taurat tentang peristiwa ini : Menara Babel, tidaklah dijelaskan secara detail apa yang terjadi, yang kita ketahui adalah mereka semua berkumpul di satu kota, mempunyai satu bahasa yaitu lashon hakodesh (artinya : bahasa kudus : yaitu bahasa Ibrani) mereka ingin membagun menara sampai ke langit dan ingin berperang dengan Hashem. Dan kemudian Hashem menghukum mereka dengan mengacaukan bahasa mereka sehingga mereka tidak mengerti satu dengan yang lain, dan menyebarkan mereka sehingga tidak berkumpul di satu tempat. Di dalam Midras dijelaskan bahwa :

Bereshit Rabba 38 : 6 

רַבִּי אֶלְעָזָר וְרַבִּי יוֹחָנָן, רַבִּי אֶלְעָזָר אוֹמֵר וּדְבָרִים אֲחָדִים, דִּבּוּרִים אֲחָדִים. מַעֲשֶׂה דּוֹר הַמַּבּוּל, נִתְפָּרֵשׁ. מַעֲשֶׂה דּוֹר הַפְלָגָה, לֹא נִתְפָּרֵשׁ


Rabi Eliezer dan Rabi Yochanan, Rabi Eliezer berkata, “Kata : “Devarim Achadim” (Bereshit/Kejadian 11:1) seharusnya diterjemahkan sebagai “Diburim Achudim” (kata-kata yang tersembunyi). Sementara perilaku dari generasi banjir besar (Mabul), dinyatakan secara jelas di dalam Kitab Suci, perilaku dari generasi yang menyebar (Dor Haflagah) dinyatakan tidak secara jelas. 


Lanjut diayat yang sama :

 וּדְבָרִים אֲחָדִים, שֶׁאָמְרוּ דְּבָרִים חַדִּים עַל (דברים ו, ד): ה' אֱלֹהֵינוּ ה' אֶחָד, וְעַל (יחזקאל לג, כד): אֶחָד הָיָה אַבְרָהָם בָּאָרֶץ


Rabi Yochanan berkata : Kata : “Devarim Achadim” mengajarkan bahwa pernyataan “Devarim Chadim” (kata-kata yang tajam) melawan dua pribadi yang unik (Achadim). Mereka berbicara melawan Tuhan, Yang dipanggil Satu, seperti yang dinyatakan “Hashem Tuhan kita, Hashem adalah Satu (Devarim/Ulangan 6:4)”.  Dan mereka berbicara melawan Abraham, yang juga dipanggil Satu seperti yang dinyatakan Abraham adalah Satu di bumi (Yehezkiel 33:24).


(Mengapa Abraham disebut satu dan ditentang di zaman ini? Karena Abraham hidup di zaman ini dan dia adalah satu-satunya orang yang menentang mereka dan mencari dengan nalar berfikir dia sendiri bahwa ada “Satu” Tuhan di atas segalanya). 


Berlanjut di ayat yang sama :

אָמְרוּ אַבְרָהָם זֶה פִּרְדָּה עֲקָרָה הוּא אֵינוֹ מוֹלִיד, וְעַל ה' אֱלֹהֵינוּ אָמְרוּ לֹא כָּל הֵימֶנּוּ לָבוּר לוֹ אֶת הָעֶלְיוֹנִים וְלִתֵּן לָנוּ אֶת הַתַּחְתּוֹנִים, אֶלָּא בּוֹאוּ וְנַעֲשֶׂה לָנוּ מִגְדָּל וְנַעֲשֶׂה עֲבוֹדַת כּוֹכָבִים בְּרֹאשׁוֹ, וְנִתֵּן חֶרֶב בְּיָדָהּ, וּתְהֵא נִרְאֵית כְּאִלּוּ עוֹשָׂה עִמּוֹ מִלְחָמָה.


Mengenai Abraham, mereka berkata, ‘Ini Abraham adalah mandul! Dia tidak mampu melahirkan anak.’ dan sehubungan dengan Hashem, Tuhan kita, mereka berkata, ‘Tidaklah menurut Dia untuk memilih untuk DiriNya Sendiri alam atas, dan memberikan kepada kita alam bawah. Lebih baik, marilah kita membuat untuk diri kita sendiri menara dan membentuk berhala di puncaknya, dan letakkan pedang di tangannya, dan itu akan memberikan kesan jika dia mengobarkan perang denganNya. 


Midras ini memberikan dua poin pada generasi Dor Haflaga pertama adalah Abraham yang hidup di zaman ini yang mana pada saat itu mereka adalah penyembah berhala, dan Abraham adalah satu-satunya orang pada saat itu yang mencari Tuhan yang sebenarnya. Poin kedua, mereka menginginkan perang dengan Hashem. Mengenai hal ini keinginan untuk berperang dengan Hashem bukanlah sekedar perkataan Rabinik belaka, tetapi Chazal (Rabi-rabi besar yang hidup di masa lampau) menjelaskan bahwa mereka ingin menembus ‘rakia’ mohon maaf untuk bahasa Indonesianya sedikit kurang bisa menjelaskan apa itu rakia, meskipun dalam bahasa Inggris disebut firmament yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah cakrawala atau langit, tapi saya kira terjemahan ini kurang tepat. Mengapa mereka ingin menembus ‘rakia’? Karena jika kita kita melihat pada Kejadian 1 : 7 

וַיַּעַשׂ אֱלֹהִים, אֶת-הָרָקִיעַ, וַיַּבְדֵּל בֵּין הַמַּיִם אֲשֶׁר מִתַּחַת לָרָקִיעַ, וּבֵין הַמַּיִם אֲשֶׁר מֵעַל לָרָקִיעַ; וַיְהִי-כֵן.


Dan Elohim menjadikan cakrawala, dan memisahkan air yang ada di bawah cakrawala dari air yang ada di atas cakrawala; dan terjadilah demikian. 


Kita bisa lihat disini ada air diatas rakia/cakrawala dan ada air di bawah rakia/cakrawala. Mereka dor haflaga ini atau diterjemahkan sebagai generasi yang menyebar ingin menembus rakia dengan tujuan untuk mengeringkan air di atas rakia, sehingga tidak ada banjir lagi. 


Dalam Sanhedrin 109a : 4

דור הפלגה אין להם חלק לעולם הבא וכו': מאי עבוד אמרי דבי רבי שילא נבנה מגדל ונעלה לרקיע ונכה אותו בקרדומות כדי שיזובו מימיו מחכו עלה במערבא א"כ ליבנו אחד בטורא


Generasi yang menyebar (dor haflagah) tidak memiliki bagian di Dunia yang Akan Datang. Gemara bertanya: Dosa apa yang mereka lakukan? Dosa mereka tidak secara jelas digambarkan dalam Taurat. Sekolah Rabbi Sheila mengatakan bahwa pembangun Menara Babel berkata: Kami akan membangun sebuah menara dan naik ke rakia/cakrawala, dan kami akan memukulnya dengan kapak (קרדומ) sehingga airnya akan mengalir.


Kalau kita lihat disini ‘Kardom’ yang diterjemahkan sebagai kapak, kok sepertinya alat pemotong kayu ya? Tetapi ada beberapa opini yang mengatakan bahwa ‘Kardom’ adalah sebuah alat untuk menembus es. Alasan mereka ingin naik ke ‘rakia’ karena mereka ingin mengalirkan air diatas, dan mengeringkannya. 


Menurut Rabi Meir Halevi Abulafia (1170-1244) dalam komentarnya tentang hal ini di Gemara, dia menjelaskan tentang Dor haflagah, mereka percaya bahwa mereka bisa membuat menara yang mencapai rakia/cakrawala dan membuat retak rakia dengan membukanya, dengan usaha membuka ini mereka bisa membuat bocor air diatas rakia, pertama mengambil air sehingga tidak tergantung pada hujan, kedua dengan mengeringkan rakia, mereka menghendaki agar tidak ada banjir lagi yang seperti di jaman Nuh karena air yang tercurah dari atas rakia. 


Hal ini menjadikan kita bertanya-tanya bagaimana bisa generasi Dor Haflaga ini bisa membangun menara yang sedemikian? Menara yang mencapai rakia? Kalau menurut ilmu pengetahuan jaman sekarang mungkin yang dimaksud rakia adalah Exosphere berjarak sekitar 700-190.000 km di atas bumi. Nah menurut Anda apakah ini mungkin? Tetapi seperti yang tertulis diatas bahwa Dor Haflaga ingin menyerang rakia dengan senjata, karena mereka tidak suka dengan kejadian banjir besar yang menutupi seluruh bumi. Mari lihat ayatnya di Kejadian 11:1-4


וַיְהִי כָל-הָאָרֶץ, שָׂפָה אֶחָת, וּדְבָרִים, אֲחָדִים. וַיְהִי, בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם; וַיִּמְצְאוּ בִקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר, וַיֵּשְׁבוּ שָׁם. וַיֹּאמְרוּ אִישׁ אֶל-רֵעֵהוּ, הָבָה נִלְבְּנָה לְבֵנִים, וְנִשְׂרְפָה, לִשְׂרֵפָה; וַתְּהִי לָהֶם הַלְּבֵנָה, לְאָבֶן, וְהַחֵמָר, הָיָה לָהֶם לַחֹמֶר. וַיֹּאמְרוּ הָבָה נִבְנֶה-לָּנוּ עִיר, וּמִגְדָּל וְרֹאשׁוֹ בַשָּׁמַיִם, וְנַעֲשֶׂה-לָּנוּ, שֵׁם:  פֶּן-נָפוּץ, עַל-פְּנֵי כָל-הָאָרֶץ.


Dan seluruh bumi satu bahasa dan mempunyai tujuan yang sama, Dan terjadilah, ketika mereka melakukan perjalanan ke timur, mereka menemukan dataran di tanah Shinar; dan mereka tinggal di sana. Dan mereka berkata satu sama lain: 'Ayo, mari kita membuat batu bata, dan membakarnya sampai habis.' Dan mereka menjadikan batu bata untuk batu, dan aspal dijadikan untuk campuran plester. Dan mereka berkata: 'Ayo, mari kita bangun sebuah kota, dan sebuah menara, dengan puncaknya di langit, dan mari kita membuat nama untuk kita; jangan sampai kita tercerai-berai ke seluruh permukaan bumi.'


Mari kita melihat komentar Chazal (Rabi-rabi besar yang hidup di masa lampau) tentang hal ini : 


Baal HaTurim berkomentar tentang Kejadian 11:1


ודברים ב' הכא ואידך והבלים ודברים הרבה. שהרבו לדבר הבלים הרבה:


Huruf Masoret Bet (ב) pada kata Udevarim mempunyai arti bahwa nampak terlihat dua kali di dalam Tanakh. Pertama disini שָׂפָה אֶחָת, וּדְבָרִים, אֲחָדִים dan di Kohelet/Amsal 5:6 וַהֲבָלִים, וּדְבָרִים הַרְבֵּה kesia-siaan dan banyak bicara. Ini menunjukkan bahwa ketika umat manusia dalam satu persetujuan di dalam rencana mereka, semua dipenuhi dengan kesia-siaan. 


Midrash Tachuma 18:6

שָׂפָה אֶחָת, שִׁי״‎ן כְּתִיב, שֶׁשָּׁפוּ פֻּרְעָנֻיּוֹת לָעוֹלָם. אָמְרוּ, לֹא כָל הֵימֶנּוּ שֶׁיָּבוֹר לוֹ הָעֶלְיוֹנִים וְיִתֵּן לָנוּ הַתַּחְתּוֹנִים, נַעֲלֶה לָרָקִיעַ וְנַכֵּהוּ בְקַרְדֻּמּוֹת.


Apakah arti dari Safah Echat? kata safah ("bahasa") bisa dibaca seperti huruf Shin (ש) untuk mengajarkan kepadamu bahwa umat manusia membawa shefafu ("retribusi") kepada dunia. Mereka berkata : “Tidaklah seharusnya bahwa Kehendak Dia (Hashem) untuk memilih lingkungan surgawi bagi diri-Nya Sendiri dan menetapkan lingkungan bumi kepada kita? Mari kita naik ke rakia/cakrawala dan menyerang Dia dengan senjata kita. 


Sangat jelas disini Dor Haflaga (generasi tersebar) atau generasi menara Babel menginginkan perang dengan Hashem dan ingin membuat menara yang puncaknya mencapai rakia. Ini bukanlah suatu keinginan hiperbol tetapi sesuatu yang nyata, jika kita selidiki dari buku-buku kuno Judaism dan beberapa catatan yang dibuat oleh Chazal. 


Mari lihat kembali ke Kejadian 11:2 

וַיְהִי, בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם; וַיִּמְצְאוּ בִקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר, וַיֵּשְׁבוּ שָׁם.

Dan terjadilah, ketika mereka melakukan perjalanan ke timur, mereka menemukan dataran di tanah Shinar; dan mereka tinggal di sana.


Mari kita lihat apa kata Chazal tentang ayat ini, 

Bereshit Rabbah 38:7


וַיְהִי בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם (בראשית יא, ב), נָסְעוּ מִן מַדִּינְחָא לְמֵיזַל לְמַדִּינְחָא, אָמַר רַבִּי אֶלְעָזָר בְּרַבִּי שִׁמְעוֹן הֵסִיעוּ עַצְמָן מִקַּדְמוֹנוֹ שֶׁל עוֹלָם, אָמְרוּ אִי אֶפְשֵׁינוּ לֹא בוֹ וְלֹא בֶּאֱלָהוּתוֹ.


Dan terjadilah, ketika mereka melakukan perjalanan ke timur, apakah mereka bermigrasi dari timur melakukan perjalanan ke timur? Rabi Eliazar bar Rabi Shimon berkata : “Kata Mikedem (מִקֶּדֶם) bukanlah berarti dari timur. Lebih tepatnya, ayat berkata memindahkan dirinya sendiri dari Mikadmono, Yang Kuno (Hashem) dari bumi. Mereka berkata : “Kita tidak menginginkan Dia, tidak juga keIlahian-Nya”.


Terlihat jelas bahwa generasi ini menolak Hashem, memberontak melawan Hashem. 


Mari kita lihat kembali Kejadian 11:3

וַיֹּאמְרוּ אִישׁ אֶל-רֵעֵהוּ, הָבָה נִלְבְּנָה לְבֵנִים, וְנִשְׂרְפָה, לִשְׂרֵפָה; וַתְּהִי לָהֶם הַלְּבֵנָה, לְאָבֶן, וְהַחֵמָר, הָיָה לָהֶם לַחֹמֶר.

Dan mereka berkata satu sama lain: 'Ayo, mari kita membuat batu bata, dan membakarnya sampai habis.'  Dan mereka menjadikan batu bata untuk batu, dan aspal dijadikan untuk campuran plester.


Terjemahan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia tetang batu bata sebenarnya kurang tepat, mari kita selidiki lebih lanjut apa maksud dengan “batu” ini.


Kita lihat apa yang Chazal katakan tentang ayat ini : Rabi Shimon Hirsch dalam komentarnya tentang Kejadian 11:3


Mereka menemukan tempat dimana disana kekurangan bahan bangunan, tetapi mereka menemukan sesuatu untuk diproduksi. Maka, setiap orang memberi semangat temannya “הב, ayo dan gunakan kekuatanmu, untuk membuat batu tiruan (imitasi) וְנִשְׂרְפָה, לִשְׂרֵפָה mari kita membakar apapun yang dapat kita temukan!” 


Apa yang mereka temukan di Shinar yang mereka gunakan sebagai imitasi dari batu? Menurut Rabi Eliezer ben David mereka menemukan sesuatu material yang dapat digunakan untuk membangun menara. Menurut Zohar bahwa di Shinar mereka menemukan pengetahuan sebelum banjir besar Nuh.


Zohar, Noah 74b 


וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה. מְצִיאָה אַשְׁכָּחוּ וְנָפְקוּ בָּהּ מִתְּחוֹת מְהֵימְנוּתָא עִלָּאָה..תָּא חֲזֵי, נִמְרוֹד מַה כְּתִיב בֵּיהּ וַתְּהִי רֵאשִׁית מַמְלַכְתּוֹ בָּבֶל. דְּהָא מִתַּמָּן נְטַל לְאִתְאַחֲדָא בִּרְשׁוּ אָחֳרָא. וְהָכָא וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר מִתַּמָּן נְטָלוּ בְּלִבַּיְיהוּ לְאֲפָקָא מֵרְשׁוּתָא עִלָּאָה לִרְשׁוּ אָחֳרָא:  


Taurat berkata : וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה (Bereshit/Kejadian 11:2) mempunyai arti bahwa mereka menemukan, dengan maksud yang mana mereka terguncang di dalam iman mereka terhadap Hashem. Jadi, tertulis bahwa Nimrod; “וַתְּהִי רֵאשִׁית מַמְלַכְתּוֹ בָּבֶל, awal mula kerajaannya adalah Babel, (Bereshit/Kejadian 10:10).” ini adalah titik awalnya yang mana dia mulai melekatkan dirinya kepada sitra achra (sitra achra adalah lawan dari kekudusan atau kuasa najis atau kuasa gelap). Demikian pula, disini, וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר mereka mendapati penemuan di tanah Shinar, “mempunyai arti bahwa mereka menemukan ide untuk melupakan Kuasa Diatas (yaitu Hashem) untuk kuasa yang lain.  


Kita lihat kembali ke Kejadian 11:2 

וַיְהִי, בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם; וַיִּמְצְאוּ בִקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר, וַיֵּשְׁבוּ שָׁם.


Menurut Rabi Eliezer ben David kata בִקְעָה disini terkait dengan kata  בִּקוּע yang dalam bahasa Ibrani berarti pembelahan Nuklir. Jadi apa yang ditemukan oleh Dor Haflaga (generasi penyebaran menara babel) di Shinar adalah energi nuklir. Jadi, yang mereka temukan adalah ilmu pengetahuan dari generasi sebelumnya yaitu generasi sebelum banjir Nuh (ingat pada zaman ini, zaman Nuh, malaikat turun dan tertarik dengan wanita cantik di bumi dan menghasilkan keturunan Nephilim, keturunan raksasa, malaikat inilah yang mengajari manusia tentang banyak hal termasuk teknologi, pencampuran genetik dll sehingga genetik menjadi tidak murni lagi dan Hashem memutuskan untuk memusnahkan generasi ini, satu-satunya yang masih murni genetiknya adalah Nuh). 


Jadi ketika mereka melakukan perjalanan ke Shinar, mereka tahu apa yang mereka cari, mereka mencari tenaga nuklir untuk berperang melawan Hashem. Bisa dikatakan generasi saat itu lebih pintar dari generasi kita sekarang.


Rabenu Bahya dalam komentarnya di Bereshit/Kejadian 11:4 mengatakan :

העיר לישוב והמגדל לאות ולשם שיראוהו בני כל העולם ויישירו נגדו ויתישבו באותה העיר ולא במקום אחר, וזה טעם פן נפוץ, וע"כ הפיצם ה' לפי שבאו כנגד כונתו שהיא שיתפשטו האומות בכל העולם ויתישבו בכל המקומות שבארץ לפי שלכך בראה ולשבת יצרה.


Tujuan dari menara ini adalah sebagai mercusuar sehingga orang-orang di seluruh bumi dapat melihatnya dan mengarahkan diri mereka sendiri melaluinya. Mereka sendiri semua akan tinggal di satu kota. Inilah alasan Taurat mengutip mereka yang mengatakan פן נפוץ, “jangan sampai kita tercerai-berai.” Inilah sebabnya Tuhan menghukum mereka dengan mencerai beraikan mereka untuk mengajari mereka bahwa mereka telah melanggar perintah-Nya untuk memenuhi bumi dengan kehadiran mereka. Yesaya 45:18 menunjukkan bahwa Tuhan telah membuat bumi agar dapat ditinggali oleh umat manusia.


וע"ד המדרש ונעשה לנו שם זו עבודה זרה, כתיב הכא ונעשה לנו שם וכתיב התם (שמות כג) ושם אלהים אחרים לא תזכירו, מה להלן ע"ז אף כאן עבודה זרה. ועוד דרשו במדרש תהלים הבה נבנה לנו עיר, אין הבה אלא עצה, שנאמר (שופטים כ) הבו לכם דבר ועצה הלום, ואין עיר אלא אלוה, שנאמר (דניאל ד) ואלו עיר וקדיש.


Dari sudut pandang homiletis, klausa operatif dalam ayat kita dalam kata-kata "mari kita membuat nama untuk" diri kita sendiri (Kejadian 11:4). Ini adalah referensi tidak langsung untuk penyembahan berhala. Kata שֵׁם  (Shem) , "nama," di sini dan kata yang sama dalam Shemot/Keluaran 23:13 וְשֵׁם אֱלֹהִים אֲחֵרִים לֹא תַזְכִּירוּ, לֹא יִשָּׁמַע עַל-פִּיךָ. , "dan engkau harus tidak menyebut nama tuhan yang lain di bibirmu," mempunyai arti yang sama. Kami juga memiliki komentar Midrashik di Midrash Tehillim 1, bahwa kata הבה , mengajukan pikiran jahat, niat jahat seperti dalam Shoftim/Hakim-hakim 20:7 הָבוּ לָכֶם דָּבָר וְעֵצָה, הֲלֹם., “buatlah rencana di sini dan sekarang!”. Lebih jauh lagi, kita memiliki tradisi bahwa kata עִיר , “kota”, merujuk pada sesembahan (nama berhala) seperti yang kita temukan dalam Daniel 4:10 bahwa kata עִיר וְקַדִּישׁ merujuk pada malaikat perusak (Setan atau malaikat lain yang disebut *Watcher/Pengintai). 


(*Siapakah Watcher/Pengintai ini? Dia adalah makhluk energi (sejenis malaikat gelap) yang bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diajarkannya kepada manusia tentang rahasia dari sisi kegelapan dari penciptaan.) 


Kembali kepada komentar Rabenu Bahya terhadap Kejadian 4:11

ובמדרש של עשרת הדברות ראיתי שאמרו נקח קרדומות ונבקיע השמים ויזובו, כדי שלא יעשה לנו כמו שעשה לדור המבול, ונעשה חתיכות מן השמים, ונעשה מלחמה עם מלך שבשמים, והיה באותו מגדל שבעים מעלות למזרח וכנגדם ע' מעלות למערב, והקב"ה ירד שם עם ע' מלאכים ובלבל לשונם ודבריהם ע"כ.

Saya telah membaca dalam Midrash tentang Aseret HaDibrot bahwa orang-orang ini mengusulkan untuk mengambil senjata berencana untuk menyerang surga untuk membanjiri dan mengeringkannya untuk memastikan bahwa banjir lain tidak dapat berasal dari sumber itu. Mereka ingin mengambil bongkahan besar surga dan berperang dengan Raja surga. Menara itu memiliki tujuh puluh anak tangga ke arah timur dan tujuh puluh anak tangga ke arah barat di sisi yang berlawanan. Tuhan menuruni tujuh puluh anak tangga itu disertai dengan *tujuh puluh malaikat dan Dia mengacaukan bahasa dan dialek mereka.


(*Ini mengacu pada 70 malaikat yang berkuasa atas bangsa-bangsa, kalau kita mengingat kitab Daniel dimana malaikat yang datang menemuinya sebelum berbicara dengan Daniel, harus berperang terlebih dahulu dengan malaikat persia, dari sini kita mengetahui diatas bangsa-bangsa ada malaikat, siapa malaikat tersebut? Mereka adalah 70 malaikat yang turun bersama-sama dengan Hashem pada peristiwa Dor Haflaga, 70 malaikat yang ditempatkan Hashem atas bangsa-bangsa dan kita mengetahui ada 70 bangsa di permulaan zaman. Diatas 70 malaikat ini ada yang lebih tinggi lagi yaitu malaikat rasi bintang). 


וע"ד השכל ונעשה לנו שם, היו אנשי הפלגה רשעים משכילים בכל חכמה ועשו העיר והמגדל כדי להנצל מהמבול של אש, מפני שכבר ראו אבדון העולם במבול של מים, פחדו לנפשם והוצרכו לעשות בנין מקום שאם ירצה להביא מבול של אש ולשרוף את העולם שינצלו מהם ולא תקרב האש בגבולם, וזהו ענין המלחמה המוזכר במדרש כלומר להעז עם הכחות העליונים בהפך רצונו יתברך, ולקשור חלק מיסוד האש שלא יוכל להתקרב אל העיר


Melihat kisah ini dari sudut pandang rasional, kata-kata “dan marilah kita membuat nama untuk diri kita sendiri” harus dipahami demikian. Orang-orang dari generasi itu sangat maju dalam hal filsafat bahkan teknologi. Namun, mereka menggunakan kecerdasan mereka dengan cara yang berdosa. Mereka membangun kota dan Menara untuk melindungi diri mereka dari banjir api (melihat bahwa Tuhan telah berjanji untuk tidak lagi membawa banjir air). Inilah yang dimaksud dengan kata "perang" di Midrash. Mereka bersiap untuk melawan kekuatan surgawi (seperti malaikat) melawan kehendak Tuhan. Mereka berusaha mengisolasi dan menjinakkan kekuatan api untuk menetralisir efek mematikannya agar tidak menelan kota mereka.


Ketika Rabenu Bahya berkata tentang usaha untuk mengisolasi dan menjinakkan api, dalam bahasa modern kita biasanya gedung-gedung pencakar langit memiliki alat penangkal petir demikian juga dengan menara babel memiliki alat penangkal petir. 


Sekali lagi ini bukanlah dongeng, ini benar-benar terjadi, orang-orang zaman ini sangat maju dalam teknologi melebihi zaman kita. 

 

Kembali kepada komentar Rabenu Bahya pada Bereshit/Kejadian 11:4 

ועוד לטעם אחר, כי מפני שראו שגזר הקב"ה מיתה על אדם הראשון והיו רואים עצמם בעלי כח וגבורה עצומה וגדולים בחכמה ובקומה, והיו חייהם ארוכים ולא יבצר מהם לעשות כל דבר, והנה הם בני תמותה, ענפים מקולקלים בקלקול השרש, לכך חשבו תחבולה שיעשו בנין ולהגביה למעלה עד שיעור ידוע כדי להנצל מן המיתה. ומטעם הזה הפיצם ה' שחשבו, כנגד גזרתו יתברך.


Ada alasan lain yang memotivasi mereka. Mereka telah menyaksikan fakta bahwa Tuhan telah menetapkan kematian atas Adam, sementara mereka menganggap diri mereka kuat secara fisik dan menikmati rentang hidup yang jauh lebih lama daripada 120 tahun yang tampaknya telah ditetapkan Tuhan. Mereka berpikir bahwa mereka semua kuat [Tuhan Sendiri (ayat 6) mempertanyakan apakah kekuatan mereka tidak boleh dibatasi.] Mereka berencana untuk mendaki surga saat masih hidup dan sehat untuk mengatasi halangan yang dikenakan pada mereka oleh kefanaan mereka. Tujuan utama mereka adalah untuk mengatasi keputusan yang dikeluarkan terhadap Adam yang membuat mereka semua fana juga. Semua perencanaan mereka dalam membangun Menara dirancang untuk mencapai keabadian (hidup selamanya tanpa mati). Alasan Tuhan harus mencerai beraikan mereka adalah karena mereka berencana untuk membatalkan tatanan dunia-Nya. 


Sekali lagi apakah mungkin generasi babel ini membangun menara sampai ke rakia? Dengan teknologi nuklir mereka untuk membuat imitasi batu saya kira mereka mampu melakukannya. Ada sumber dalam buku kuno kita yang menarik tentang menara babel, bahwa menara ini atapnya bisa melayang di udara, tentang ini tidak terlalu jelas dikatakan bahwa itu adalah menara babel, tetapi hanya tertulis “menara yang melayang di udara” hal ini tertulis dalam : 

Sanhedrin 106b : 11 

וא"ר יצחק מאי דכתיב (ישעיהו לג, יח) איה סופר איה שוקל איה סופר את המגדלים איה סופר כל אותיות שבתורה איה שוקל ששוקל כל קלים וחמורים שבתורה איה סופר את המגדלים שהיה סופר שלש מאות הלכות פסוקות במגדל הפורח באויר

Dan Rabi Yitzḥak berkata: Apa arti dari apa yang tertulis: “Di mana dia yang diperhitungkan; di mana dia yang menimbang; di manakah dia yang menghitung menara [migdalim]” (Yesaya 33:18)? Di manakah dia yang menghitung semua huruf Taurat? Di mana dia yang menimbang, yang menganggap semua elemen kesimpulan fortiori dalam Taurat? Di mana dia yang menghitung menara? Ini Doeg, yang akan menghitung tiga ratus kesimpulan halakhic sehubungan dengan kemurnian sebuah menara [migdal] yang melayang di udara [avir]. 


Tidaklah jelas Migdal (menara) disini berbicara tentang menara babel, karena kalau kita melihat konteks sebelum ayat dan sesudah ayat tersebut berbicara tentang kosher tidaknya sebuah bejana dari kayu. Meskipun ayat tersebut kurang jelas berbicara tentang menara babel, merujuk tingginya teknologi yang mereka pakai dalam pembuatan menara, menara yang melayang di udara bukanlah suatu yang mustahil. 


Dari penyelidikan tentang menara babel ini, saya mengambil kesimpulan mengapa Rabi kita yang sekarang mengajar kita tidak pernah berbicara tentang rahasia menara babel, karena rahasia ini sangat berakibat buruk apabila ada manusia jahat yang mempunyai keinginan untuk mengetahui rahasia teknologi dari generasi babel ini, apakah rahasia ini masih bisa diketahui? Apakah ada buku yang tertulis tentang rahasia teknologi ini? Saya mengira teknologinya sudah lenyap bersama generasinya, tetapi makhluk energi atau bisa dikatakan malaikat gelap atau Watcher yang mengajarkan tentang teknologi ini masih ada.


Ada rahasia lain yang saya tidak ungkapkan disini, yaitu tentang Lashon Hakodesh, bahasa Ibrani, bila Anda cukup cerdas dan mampu menebak apa rahasia itu, yang menjadi kode bagi Anda adalah mengapa Hashem kemudian mengacaukan bahasa mereka dan menyebarkan mereka di bumi.



Share:

Parasha Ki Teitzei

 בס״ד

Parasha Ki Teitzei



Saya mencatat paling tidak ada 55 Mitzvot di parasha Ki Teitzeh ini, tentu saja saya tidak akan membahas kesuluruhan topik Mitzvot yang ada di parasha ini, yang cukup menarik dari salah satu Mitzvah adalah diperintahkan untuk membangun pagar diatas atap rumah (jika atapnya terbuka seperti cor-coran semen bukan genteng sebagai atap. Beberapa rumah memiliki atap yang seperti itu yang biasanya digunakan untuk menjemur pakaian, atau sekedar duduk-duduk di atap rumah menikmati pemandangan sekitar) Mari kita lihat ayat dari Mitzvah tersebut :


כִּ֤י תִבְנֶה֙ בַּ֣יִת חָדָ֔שׁ וְעָשִׂ֥יתָ מַֽעֲקֶ֖ה לְגַגֶּ֑ךָ וְלֹֽא־תָשִׂ֤ים דָּמִים֙ בְּבֵיתֶ֔ךָ כִּֽי־יִפֹּ֥ל הַנֹּפֵ֖ל מִמֶּֽנּוּ:


Ketika Anda membangun rumah baru, Anda harus membuat pagar untuk atap Anda, sehingga Anda tidak menyebabkan darah [tertumpah] di rumah Anda, bahwa orang yang jatuh, jatuh darinya [atap].

(Ulangan 22 : 8)


Saya mengambil risalah artikel yang ditulis oleh Rabbi Yitzi Hurwitz yang bagi saya cukup menarik yang berbicara tentang Mitzvah membangun pagar di atap rumah. Mari kita lihat apa yang beliau tulis tentang Mitzvah ini :


Dalam Parasha minggu ini, Ki Teitzei, kita membaca bahwa “Ketika Anda membangun rumah baru,  Anda harus membuat pagar pembatas pada atap Anda, agar kamu tidak menyebabkan kecelakaan berdarah pada rumahmu, oleh dia yang jatuh darinya" 


Hukum membuat pagar pembatas berlaku bahkan ketika kamu membeli rumah yang kamu tidak kamu bangun,  juga untuk rumah yang telah kamu miliki selama ini. Jadi mengapa ayat itu mengatakan, "Bila kamu membangun rumah baru, komentator Sifri menjelaskan bahwa "artinya baru : sejak baru bagimu, dan bahkan sebelum Anda pindah ke rumah. Saat Anda memiliki atap. Apakah Anda membangunnya atau membelinya. Anda wajib membuat pagar pembatas. Perintah pagar pembatas tidak seperti mezuza. Yang kewajibannya tidak dimulai sampai setelahnya  Anda pindah ke rumah. 

Ini meninggalkan pertanyaan bagi kami. Dari kata-kata di ayat ini: Ketika Anda membangun rumah baru, tampaknya kewajiban hanya untuk rumah baru. Mengapa ayat tersebut tidak menggunakan istilah yang menunjukkan bahwa setiap rumah membutuhkan pagar pembatas di atap? Ayat-ayat dalam Taurat dimaksudkan untuk dipahami di semua level. Melihat lebih dalam ke ayat ini, kita dapat mempelajari pelajaran yang berlaku untuk kita semua, bahkan untuk orang yang tidak memiliki rumah. 


Di level yang lebih dalam,"rumah” mengacu pada tubuh, karena tubuh menampung jiwa ketika berada di dunia ini. Ayat ini kemudian merujuk pada saat jiwa masuk ke dalam tubuh. Disebut "rumah baru" karena bagi jiwa Ilahi, dunia fisik serba baru. Jiwa berisiko jatuh. Sebenarnya "jatuh" karena bagi jiwa itu adalah hal yang besar dan penurunan konstan, harus berurusan dengan kerinduan alami tubuh akan hal-hal duniawi, yang  bukan minat jiwa. Pada saat yang sama, jiwa senang berada di rumah barunya. karena dia tahu bahwa melalui pekerjaan tubuh dia mampu membuat dunia ini menjadi tempat tinggal Tuhan dan menarik ke bawah level ilahi, melampaui apa pun yang dia alami sebelumnya.


Bagaimana cara kerjanya? Ketika kita melakukan bagian kita, menjadikan kata ini sebagai tempat tinggal bagi Tuhan, kita menciptakan bagi-Nya sebuah "rumah baru." Segala sesuatu yang kita lakukan di sini memengaruhi alam spiritual juga. Kita dapat menyebutnya sebagai istilah rumah baru untuk Tuhan di atas. Apa yang baru tentang itu, adalah bahwa ada ekspansi di alam spiritual memungkinkan untuk level ilahi yang sebelumnya berada di luar alam spiritual tertinggi untuk memasuki alam spiritual.  Dan pada akhirnya, kita juga dapat menarik level ilahi ini ke dalam fisik. 

Untuk dapat melakukan pekerjaan ini, kita harus membuat pagar pengaman bagi jiwa.  Pertama, dengan menetapkan batasan dan perlindungan agar tidak goyah, dan dengan menciptakan derajat keterpisahan, sehingga kita bisa berada di dunia tetapi sekaligus terpisah. 


Semoga kita berhasil menarik Tuhan ke dalam fisik, menjadikannya rumah bagi Tuhan Kehadiran-Nya akan mengisi dunia secara terbuka, dan Moshiach akan ada di sini. Semoga itu terjadi segera.


Share:

Parasha Chukat

 בס״ד


Parasha Chukat

Parasha minggu ini (Shabbat lalu) adalah parasha Chukat yang mana yang terutama adalah tentang Parah Adumah (terjemahan bebas : sapi berwarna merah). Keseluruhan topik dari Parah Adumah adalah topik yang rumit. Rambam (Rabbi Moshe ben Maimonides 1138-1204) menulis tentangnya termasuk semua detail yang berbeda dan prinsip-prinsip dari kerumitan dari Parah Adumah. Parah Adumah sebagaimana dijelaskan adalah hukum (aturan) yang berhubungan dengan pemurnian. Adalah hukum Tahara (pemurnian) jika seseorang menjadi secara ritual tidak murni (atau orang Indonesia biasa menyebut "najis") dikarenakan yang bersangkutan menyentuh mayat, satu-satunya jalan baginya untuk menjadi murni kembali adalah dengan ritual Parah Adumah. Alasan mengapa setiap Bnei Israel harus murni adalah dikarenakan mereka mempunyai kewajiban untuk menghadap Hashem di Bait Suci paling sedikit tiga kali dalam setahun dan mereka harus dalam keadaan murni.

Yang menarik disini adalah dari sejak awal hingga kini kita hanya memiliki sembilan Parah Adumah jika kita memiliki yang ke sepuluh Parah Adumah muncul kepermukaan di masa generasi kita, kita mengetahui ini berarti Masiach sudah semakin dekat.

Parah Adumah yang pertama didapati pada Parasha minggu ini dan hal yang menarik dari sini adalah sejak zaman Moshe Rabeinu hingga ke zaman Ezra, setelah itu agak lebih sering didalam pemakaiannya, tidak bisa dikatakan sering karena cuma sembilan selama 2000 tahun lebih.

Hukum (aturan) dari Parah Adumah adalah termasuk hukum Chokh yang mana Ha Kadosh Baruch Hu (Hashem) tidak menyediakan alasan dibalik Mitzvah ini. Alasan dibalik Mitzvah ini masih misteri sampai Masiach dimunculkan, yang nantinya Masiach yang akan menjelaskan kepada kita rahasia misteri dibalik Parah Adumah. Alasan dibalik Mitzvah yang termasuk Chokim ini akan tetap tersembunyi bagi kita dikarenakan adalah bahwa alasan hukum Chokh di luar batas pemahaman manusia.

Apa saja contoh hukum Chokim misalnya kita dilarang untuk memakai pakaian yang bahan kainnya adalah benang wool dan benang linen (hukum Shatnez) atau hukum Kashrut dimana dilarang untuk mencampur daging dan susu. Kita diharuskan untuk setelah makan daging harus menunggu 6 jam sebelum kita makan makanan yang mengandung produk susu (keju, susu cair dan produk olahan susu lainnya). Ketika Non Yahudi bertanya mengapa harus menunggu 6 jam? kenapa tidak hanya beberapa menit saja? ini sangat tidak masuk akal, bisakah Anda menjelaskannya? dan tentu saja kita akan menjawab tidak bisa dijelaskan alasan dibalik Mitzvah khusus ini karena Chokh. Tetapi diatas segalanya Torah adalah Ilahi, Moshe Rabeinu tidak menjual produk buatan manusia, Moshe Rabeinu bukan penyusun Torah. Moshe Rabeinu membawa turun dari surga.

Bagaimanapun hukum (aturan) Chukim adalah unik, dan Parah Adumah yang paling mewakili dari contoh paradigma ini. Bahkan raja Sholomo (Salomo) yang kita tahu adalah orang yang paling bijaksana di dunia menyerah dengan Parah Adumah, beliau tidak bisa memecahkan kode dari Parah Adumah ketika sampai pada spesifik Chokh ini. Beliau tidak bisa mencari solusi dari pertanyaan-pertanyaan : mengapa harus sapi yang berwarna merah? Mengapa harus dibakar? Mengapa abu dari sapi harus dicampur dengan air? Mengapa harus dipercikkan di hari ketiga dan hari ketujuh? Mengapa orang yang diperciki menjadi murni sedangkan yang memercikkan menjadi najis? Mengapa tidak sebaliknya? Semua pertanyaan ini jatuh pada kategori Chokh, karena keterbatasan pemikiran kita tidak bisa menjangkau rahasia dibalik hukum (aturan) Chokh, itu yang membuat Torah spesial. 


Sekarang kita akan membahas tiga kata yang muncul dalam pasuk (Bab) pertama di ayat kedua : Zot Chukat haTorah, Hashem berkata kepada Moshe (Musa) : Zot Chukat haTorah (inilah hukum dari Torah) yang perintahkan Hashem : Perintahkan Bani Israil untuk membawakanmu seekor sapi merah yang tidak bercacat, yang tidak ada cacatnya dan tidak ada kuknya.(Bilangan 19 : 2).


זֹ֚את חֻקַּ֣ת הַתּוֹרָ֔ה אֲשֶׁר־צִוָּ֥ה יְהֹוָ֖ה לֵאמֹ֑ר דַּבֵּ֣ר ׀ אֶל־בְּנֵ֣י יִשְׂרָאֵ֗ל וְיִקְח֣וּ אֵלֶ֩יךָ֩ פָרָ֨ה אֲדֻמָּ֜ה תְּמִימָ֗ה אֲשֶׁ֤ר אֵֽין־בָּהּ֙ מ֔וּם אֲשֶׁ֛ר לֹא־עָלָ֥ה עָלֶ֖יהָ עֹֽל׃


Mengapa dikatakan sebagai hukum dari Torah? Mengapa tidak langsung saja berkata Zot Chukat Parah Adumah? Inilah hukum dari Parah Adumah? Dengan mengatakan inilah hukum dari Torah menyiratkan bahwa hukum ini merujuk pada seluruh Torah. Bagaimana ini mungkin? Untuk mengerti akan hal ini mari kita lihat pada Gemara, Keddushin 31a : 8-10 yang membahas perdebatan tentang bagaimanakah hukum tentang menghormati orang tua? Rabbi Ulla berkata pergi ke Askelon kepada Non Yahudi seseorang yang bernama Dama ben Netina, dia memiliki batu permata yang diperlukan untuk baju Eford dari Imam Besar yang dihargai sebesar 600.000 dinnar koin emas. Batu permata disimpan di kotak penyimpan dimana kuncinya ada dibawah bantal dan ayah dari Duma sedang tidur dan dia menolak untuk membangunkan ayahnya, dia kehilangan keuntungan dengan menolak menjual batu permata karena tidak mau membangunkan ayahnya yang sedang tidur. Dengan rasa hormat yang besar kepada orang tua, Dama memperoleh pahala dari tindakannya menghormati orang tua dengan Hashem memunculkan sapi yang berwarna merah (Parah Adumah) lahir di peternakannya. Ketika para Rabi besar kita membutuhkannya, mereka datang kepada Dama ben Netina untuk membeli sapi tersebut dan Dama berkata: "Saya tahu kalian akan membayar dengan seluruh uang yang ada di dunia ini kepada saya untuk sapi ini karena kebutuhan akan ritual spiritual kalian, tapi hanya beri kepada saya uang yang terhilang dari saya karena saya batal menjualnya.


(Kiddushin 31a 8-10 :

בְּעוֹ מִינֵּיהּ מֵרַב עוּלָּא עַד הֵיכָן כִּיבּוּד אָב וָאֵם אָמַר לָהֶם צְאוּ וּרְאוּ מָה עָשָׂה נׇכְרִי אֶחָד בְּאַשְׁקְלוֹן וְדָמָא בֶּן נְתִינָה שְׁמוֹ פַּעַם אַחַת בִּקְּשׁוּ חֲכָמִים פְּרַקְמַטְיָא בְּשִׁשִּׁים רִיבּוֹא שָׂכָר וְהָיָה מַפְתֵּחַ מוּנָּח תַּחַת מְרַאֲשׁוֹתָיו שֶׁל אָבִיו וְלֹא צִיעֲרוֹ אָמַר רַב יְהוּדָה אָמַר שְׁמוּאֵל שָׁאֲלוּ אֶת רַבִּי אֱלִיעֶזֶר עַד הֵיכָן כִּיבּוּד אָב וָאֵם אָמַר לָהֶם צְאוּ וּרְאוּ מָה עָשָׂה נׇכְרִי אֶחָד לְאָבִיו בְּאַשְׁקְלוֹן וְדָמָא בֶּן נְתִינָה שְׁמוֹ בִּקְּשׁוּ מִמֶּנּוּ חֲכָמִים אֲבָנִים לָאֵפוֹד בְּשִׁשִּׁים רִיבּוֹא שָׂכָר וְרַב כָּהֲנָא


8. Orang Bijak mengangkat dilema di hadapan Rabi Ulla: Seberapa jauh seseorang harus memenuhi mitzva untuk menghormati ayah dan ibu? Rabi Ulla berkata kepada mereka: Pergi dan lihat apa yang dilakukan seorang non-Yahudi di Ashkelon, dan namanya adalah Dama ben Netina. Suatu ketika orang bijak berusaha untuk membeli barang dagangan [perakmatya] darinya untuk keuntungan enam ratus ribu dinar emas, tetapi kunci untuk wadah tempat barang dagangan itu disimpan diletakkan di bawah kepala ayahnya, dan dia sedang tidur pada saat itu. Dan Dama ben Netina tidak akan mengganggu ayahnya dengan membangunkannya, meskipun dia bisa mendapat untung besar.


אָמַר רַב יְהוּדָה אָמַר שְׁמוּאֵל שָׁאֲלוּ אֶת רַבִּי אֱלִיעֶזֶר עַד הֵיכָן כִּיבּוּד אָב וָאֵם אָמַר לָהֶם צְאוּ וּרְאוּ מָה עָשָׂה נׇכְרִי אֶחָד לְאָבִיו בְּאַשְׁקְלוֹן וְדָמָא בֶּן נְתִינָה שְׁמוֹ בִּקְּשׁוּ מִמֶּנּוּ חֲכָמִים אֲבָנִים לָאֵפוֹד בְּשִׁשִּׁים רִיבּוֹא שָׂכָר וְרַב כָּהֲנָא מַתְנֵי בִּשְׁמוֹנִים רִיבּוֹא וְהָיָה מַפְתֵּחַ מוּנָּח תַּחַת מְרַאֲשׁוֹתָיו שֶׁל אָבִיו וְלֹא צִיעֲרוֹ 


9.Rabi Yehuda mengatakan bahwa Shmuel berkata: Mereka bertanya kepada Rabi Eliezer: Seberapa jauh seseorang harus memenuhi mitzva untuk menghormati ayah dan ibu seseorang? Rabi Eliezer berkata kepada mereka: Pergi dan lihat apa yang dilakukan seorang non-Yahudi untuk ayahnya di Ashkelon, dan nama putranya adalah Dama ben Netina. Suatu ketika orang bijak ingin membeli batu berharga darinya untuk baju efod Imam Besar dengan keuntungan enam ratus ribu dinar emas, dan Rav Kahana mengajarkan bahwa itu adalah keuntungan delapan ratus ribu dinar emas. Dan kunci peti yang menyimpan permata itu diletakkan di bawah kepala ayahnya, dan dia tidak akan mengganggunya.


לְשָׁנָה הָאַחֶרֶת נָתַן הַקָּדוֹשׁ בָּרוּךְ הוּא שְׂכָרוֹ שֶׁנּוֹלְדָה לוֹ פָּרָה אֲדֻמָּה בְּעֶדְרוֹ נִכְנְסוּ חַכְמֵי יִשְׂרָאֵל אֶצְלוֹ אָמַר לָהֶם יוֹדֵעַ אֲנִי בָּכֶם שֶׁאִם אֲנִי מְבַקֵּשׁ מִכֶּם כׇּל מָמוֹן שֶׁבָּעוֹלָם אַתֶּם נוֹתְנִין לִי אֶלָּא אֵין אֲנִי מְבַקֵּשׁ מִכֶּם אֶלָּא אוֹתוֹ מָמוֹן שֶׁהִפְסַדְתִּי בִּשְׁבִיל כְּבוֹד אַבָּא



10. Tahun berikutnya Yang Kudus, Terpujilah Dia, memberi Dama ben Netina hadiahnya, karena seekor sapi betina merah lahir di tempat penggembalaannya, dan orang-orang Yahudi membutuhkannya. Ketika orang bijak Israel datang kepadanya, dia berkata kepada mereka: Saya tahu, tentang Anda, bahwa jika saya meminta semua uang di dunia, Anda akan memberikannya kepada saya. Tetapi saya hanya meminta uang yang hilang karena penghormatan kepada Ayah saya.)



Artikel ditulis berdasarkan cuplikan dari Shiur Rebbetzin Sarah


Share:

Kategori

Kehidupan Setelah Kematian

Konser Musik Yahudi

Video Belajar Taurat

Kebahagiaan di Bulan Adar

Pages