• Purim

    Purim adalah Hari Raya yang penuh Kebahagiaan dan Sukacita

  • Pesach atau Paskah

    Paskah 2022 akan dirayakan dari 15 April - 23 April

  • Pesach atau Paskah

    Pesach berarti Melewati ketika Tuhan melewati rumah Yahudi di Mesir ketika membunuh anak Sulung di Mesir

  • Pesach atau Paskah

    Pesach dibagi menjadi dua Hari Raya itu sendiri di awal dan akhir dan hari perantara yang disebut Chol Hamoed

  • Pesach atau Paskah

    Pesach juga berarti tidak ada Chametz di rumah kita

Tampilkan postingan dengan label Talmud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Talmud. Tampilkan semua postingan

Cahaya Ohr HaGanuz dalam Cahaya Chanukah

 בס״ד

Cahaya Ohr HaGanuz dalam Cahaya Chanukah



Mohon maaf jika terlambat untuk memposting artikel ini dikarenakan berbicara tentang Chanukah, tetapi belajar Torah tidaklah pernah ada kata terlambat karena belajar adalah proses yang berkelanjutan yang tidak akan pernah berhenti, artikel ini ditulis berdasarkan sebagian Shiur dari Rav.Shlomo Yehuda atau yang dikenal dengan panggilan Rav.Yanuka semoga artikel ini memberkati kita semua, Amen.

Di dalam Gemara : Shabbat 23b:4 Rav.Huna berkata : "Siapapaun yang berhati-hati terhadap Mitzvah penyalaan lilin (catatan dari penulis blog : ketika Rav.Yanuka berkata tentang penyalaan lilin bukan hanya mempunyai arti lilin tetapi juga membakar cahaya dari minyak zaitun bisa dilihat pada foto diatas dimana satu meja Chanukah dengan lilin dan dengan minyak zaitun)akan mendapatkan putra-putra yang adalah Talmidei Chachamim (Sarjana Torah yang hebat).

אָמַר רַב הוּנָא: הָרָגִיל בְּנֵר הָוְיִין לֵיהּ בָּנִים תַּלְמִידֵי חֲכָמִים

Apakah arti dari menyalakan lilin yang akan mendapatkan Talmedei Chachamim? 
Seseorang yang berhati-hati di dalam penyalaan lilin maka seseorang akan berhati-hati dengan cahayanya (bagaimana seseorang menampilkan dirinya) terhadap orang lain. Semenjak Anda menampilkan cahaya kepada orang lain, maka Anda akan memiliki pahala putra-putra yang adalah Talmedei Chachamim. 

Rabbi Yitzchak ben RAVE'D berkata bahwa Eliyahu Hanavi (Nabi Elia) Zachor Latov berkata kepadanya : Bracha (berkat) dari Mitzvah ini hanya terjadi ketika seseorang menjalankan Mitzvah ini dalam segala detail dan dengan total ketepatan hal ini mempunyai arti bahwa seseorang yang sangat berhati-hati di dalam menciptakan kedamaian dan harmoni dalam cahayanya (berbicara tentang bagaimana seseorang menampilkan dirinya) terhadap orang lain adalah akar dari cahaya (api) dari lilin. Sebagai satu-satunya tujuan dari cahaya lilin adalah untuk menciptakan Shalom Bait (Keharmonisan/kedamaian di dalam rumah tangga). Jika seseorang dengan luar biasa sangat berhati-hati dalam menciptakan damai dan harmoni dengan cahayanya kepada orang lain, maka dia akan memiliki putra yang adalah Talmidei Chachamim. 

ada dua aspek dari arti lilin ini : di satu sisi lilin membawa cahaya ke dalam rumah untuk menciptakan Shalom Bait, dan di sisi lain mengobarkan cahaya di dalam Ohr HaGanuz (cahaya abadi yang tersembunyi sejak awal penciptaan) ini adalah rahasia yang tersembunyi dari lilin.

Cahaya lilin terbagi menjadi dua bagian : setengahnya mengobarkan sinar disini di bumi, dan setengahnya lainnya mengobarkan sinar di surga. Seperti yang disebutkan dalam Zohar Pinchas halaman 241a : "satu nyala api kecil menerangi dunia". Satu nyala kecil lilin bahkan hanya nyala api yang sangat kecil mempunyai kekuatan untuk menyinari seluruh dunia, satu lilin yang sederhana. 

Kelanggengan utama dari Talmidei Chacamim adalah melalui istri. Adalah tidak mungkin seorang laki-laki mempunyai putra Talmidei Chachamim tanpa penolongnya, istrinya. Ini adalah arti sebenarnya dari Tosefta, Peah bab 4 Mishnah 10 : "Aku akan membuat Ezer Kenegdo (penolong) untuknya". Aku akan membuat untuk"nya" (Lamed-Vav) ini adalah istrinya. Kedalaman batin dari wanita memberi pria cahaya dari 36 cahaya. 

36 cahaya adalah cahaya dari Tzadikim dari setiap generasi. Seperti yang Abaya katakan dalam Sanhedrin 97 : "Berbahagialah seseorang yang menunggu untuknya (Lamed-Vav) orang-orang saleh pada setiap generasi yang menyambut kehadiran Ilahi. 

36 ini terkait dengan cahaya Chanukah (catatan dari penulis blog : jika Anda menyalakan lilin atau minyak zaitun untuk menorah Chanukah dari hari pertama hingga hari terakhir Anda membutuhkan total 36 lilin) ini adalah pengungkapan dari cahaya 36. Cahaya ini sejajar dengan Neshama (jiwa) yang didapati di dalam cahaya dari lilin, mereka diungkapkan pada Erev Shabbat Kodesh dan pada Chanukah, ini yang dimaksud atas Ohr HaGanuz. Tidak ada hentinya pada banyaknya seseorang dapat menjelaskan secara terperinci tentang Ohr HaGanuz dan berusaha untuk memahami ini, tetapi ini tidak mungkin mari kita tidak membahas tentang ini, tetapi dengan bantuan Hashem pada waktu yang tepat, Hashem akan menganugrahkan kepada kita kesempatan untuk berbicara tentangnya, dan ini adalah ide yang sangat hebat untuk dipelajari. Tidak masalah berapa lama dan betapa keras kita mencoba menjelaskan rahasia dari Ohr HaGanuz, kita tidak akan memahaminya. 

Zohar menulis dalam Bereshit halaman 17a, Rabi Shimon Bar Yochai berkata bahwa Ohr HaGanuz, cahaya ini, cahaya yang tersembunyi di dalam dunia, di dalam semua ciptaan. Dan tanpa cahaya ini kehidupan tidak bisa bertahan. Rabi Shimon menjelaskan bahwa kegelapan ingin menjadi bagian dari cahaya. Dan keinginan dari kegelapan, disaat seseorang menyalakan lilin atau cahaya apapun (seperti menyalakan dengan minyak zaitun), kegelapan datang dan terserap dalam cahaya dan lenyap. Rabi Shimon berkata dalam Zohar Vayislach halaman 170a ketika seseorang duduk di dalam gelap bahkan untuk sementara waktu, Anda butuh membuka kepadanya cahaya dalam pecahan kecil, sedikit demi sedikit. Itulah sebabnya pada Chanukah kita mulai menyalakan lilin hanya satu lilin dan menambahkan sedikit demi sedikit cahaya setiap hari kita menambahkan lilin, karena kita dianggap jika kita duduk di dalam gelap, maka kita menambahkan lilin sedikit demi sedikit. 

Ada fenomena pengetahuan yang dalam lainnya tentang Ohr HaGanuz dalam Zohar Bereshit halaman 20a Rabi Shimon berkata Ohr HaGanuz adalah 1 dari 60.075 bagian cahaya yang adalah dengan Hashem. Sekarang dunia bisa mendapatkan pandangan sekilas dan bagaimana fenomena yang tak terlukiskan dari Ohr HaGanuz, yang tidak mungkin untuk dibayangkan. Zohar berlanjut menulis dalam halaman 20b Rabi Yitzchak berkata di hari pertama bahwa Hashem menciptakan bumi, Hashem menyembunyikan Ohr HaGanuz. Torah dan Hashem menunggu 974 generasi untuk memberi Torah, menunggu Tzadikim datang dan menerimanaya. Di dalam Tikunei Zohar 70 halaman 120, Rabi Shimon berkata bahwa cahaya yang murni transparan dan cemerlang. Cahaya yang berasal dari awal, dan disebut Ohr HaGanuz, tidak ada ciptaan di dunia yang dapat memahami dan menatap cahaya ini tidak ada yang dapat memahami cahaya ini.

Zohar menulis dalam Pekudei halaman 220, bahwa seluruh dunia hidup dalam kebajikan dari Ohr HaGanuz. Hashem berkata jika tidak ada Ohr HaGanuz umat manusia tidak akan hidup (eksis). Juga dalam Zohar Terumah halaman 149a dan 148b, dan dalam bayak kali berbicara tentangnya, di dalam penyalaan lilin adalah cahaya dari Ohr HaGanuz, percikan dari Ohr HaGanuz adalah dalam api dari lilin. 

Cahaya ini murni transparan dan cemerlang, ini adalah cahaya pada awal mula dari waktu/zaman yang dapat membawa manusia kepada kesempurnaan mereka. Untuk dapat melekat berpegang teguh pada Hashem untuk membawa pengaruh yang luar biasa, untuk segala sesuatu yang baik yang akan terjadi dan datang dengan usaha berkosentrasi menatap ke dalam Ohr HaGanuz ini adalah inspirasi penghabisan dan pengaruh terbesar dari kebaikan, hanya dengan menatap ke dalam api adalah kedasyatan yang sangat dalam.  

Share:

Parasha Noah

 בס״ד

Parasha Noah

Migdal (Menara) Babel


Ada dua kejadian penting di parasha Shabbat yang lalu,  parasha Noach; yaitu Banjir besar di seluruh bumi dalam bahasa Ibrani kita sebut Mabul dan Dor Haflaga kejadian penting kedua, yang dalam istilah Inggris disebut “Generation of Dispersion” yang kalau kita terjemahin secara harafiah berarti “Generasi yang disebar” yang terkenal dengan menara Babel atau dalam bahasa Ibrani kita menyebutnya sebagai Migdal Babel antara kejadian pertama dan kedua ada rentang waktu 400 tahun. Saya pribadi tertarik untuk menyelidiki tentang Migdal Babel karena saya sempat membaca sebuah artikel yang sangat menarik tentangnya tetapi tentu saja pada saat saya membaca artikel tersebut parasha Shabbat masih jauh dari parasha Noah sehingga saya sedikit menunda untuk menerjemahkan artikel parasha tersebut sampai waktu yang tepat untuk membagikan parasha Noah, tapi yang terjadi adalah sangat mengejutkan saya secara pribadi, ternyata artikel tersebut menghilang dari blog yang bersangkutan. Tetapi rasa penasaran saya begitu besar pada subyek ini sehingga saya memutuskan untuk menyelidiki sendiri dengan mencari sumber-sumber kuno Judaism tentunya. Mengapa saya begitu penasaran dengannya? Karena Rabi-rabi kita yang sekarang mengajar kita Taurat jarang sekali menyinggung tentang hal ini, menjadi suatu misteri dan rahasia besar yang saya yakin mereka sebetulnya mengetahuinya karena tertulis di sumber-sumber buku kuno Yahudi yang pria Yahudi diharuskan untuk mempelajarinya. Kalau kita membaca Taurat tentang peristiwa ini : Menara Babel, tidaklah dijelaskan secara detail apa yang terjadi, yang kita ketahui adalah mereka semua berkumpul di satu kota, mempunyai satu bahasa yaitu lashon hakodesh (artinya : bahasa kudus : yaitu bahasa Ibrani) mereka ingin membagun menara sampai ke langit dan ingin berperang dengan Hashem. Dan kemudian Hashem menghukum mereka dengan mengacaukan bahasa mereka sehingga mereka tidak mengerti satu dengan yang lain, dan menyebarkan mereka sehingga tidak berkumpul di satu tempat. Di dalam Midras dijelaskan bahwa :

Bereshit Rabba 38 : 6 

רַבִּי אֶלְעָזָר וְרַבִּי יוֹחָנָן, רַבִּי אֶלְעָזָר אוֹמֵר וּדְבָרִים אֲחָדִים, דִּבּוּרִים אֲחָדִים. מַעֲשֶׂה דּוֹר הַמַּבּוּל, נִתְפָּרֵשׁ. מַעֲשֶׂה דּוֹר הַפְלָגָה, לֹא נִתְפָּרֵשׁ


Rabi Eliezer dan Rabi Yochanan, Rabi Eliezer berkata, “Kata : “Devarim Achadim” (Bereshit/Kejadian 11:1) seharusnya diterjemahkan sebagai “Diburim Achudim” (kata-kata yang tersembunyi). Sementara perilaku dari generasi banjir besar (Mabul), dinyatakan secara jelas di dalam Kitab Suci, perilaku dari generasi yang menyebar (Dor Haflagah) dinyatakan tidak secara jelas. 


Lanjut diayat yang sama :

 וּדְבָרִים אֲחָדִים, שֶׁאָמְרוּ דְּבָרִים חַדִּים עַל (דברים ו, ד): ה' אֱלֹהֵינוּ ה' אֶחָד, וְעַל (יחזקאל לג, כד): אֶחָד הָיָה אַבְרָהָם בָּאָרֶץ


Rabi Yochanan berkata : Kata : “Devarim Achadim” mengajarkan bahwa pernyataan “Devarim Chadim” (kata-kata yang tajam) melawan dua pribadi yang unik (Achadim). Mereka berbicara melawan Tuhan, Yang dipanggil Satu, seperti yang dinyatakan “Hashem Tuhan kita, Hashem adalah Satu (Devarim/Ulangan 6:4)”.  Dan mereka berbicara melawan Abraham, yang juga dipanggil Satu seperti yang dinyatakan Abraham adalah Satu di bumi (Yehezkiel 33:24).


(Mengapa Abraham disebut satu dan ditentang di zaman ini? Karena Abraham hidup di zaman ini dan dia adalah satu-satunya orang yang menentang mereka dan mencari dengan nalar berfikir dia sendiri bahwa ada “Satu” Tuhan di atas segalanya). 


Berlanjut di ayat yang sama :

אָמְרוּ אַבְרָהָם זֶה פִּרְדָּה עֲקָרָה הוּא אֵינוֹ מוֹלִיד, וְעַל ה' אֱלֹהֵינוּ אָמְרוּ לֹא כָּל הֵימֶנּוּ לָבוּר לוֹ אֶת הָעֶלְיוֹנִים וְלִתֵּן לָנוּ אֶת הַתַּחְתּוֹנִים, אֶלָּא בּוֹאוּ וְנַעֲשֶׂה לָנוּ מִגְדָּל וְנַעֲשֶׂה עֲבוֹדַת כּוֹכָבִים בְּרֹאשׁוֹ, וְנִתֵּן חֶרֶב בְּיָדָהּ, וּתְהֵא נִרְאֵית כְּאִלּוּ עוֹשָׂה עִמּוֹ מִלְחָמָה.


Mengenai Abraham, mereka berkata, ‘Ini Abraham adalah mandul! Dia tidak mampu melahirkan anak.’ dan sehubungan dengan Hashem, Tuhan kita, mereka berkata, ‘Tidaklah menurut Dia untuk memilih untuk DiriNya Sendiri alam atas, dan memberikan kepada kita alam bawah. Lebih baik, marilah kita membuat untuk diri kita sendiri menara dan membentuk berhala di puncaknya, dan letakkan pedang di tangannya, dan itu akan memberikan kesan jika dia mengobarkan perang denganNya. 


Midras ini memberikan dua poin pada generasi Dor Haflaga pertama adalah Abraham yang hidup di zaman ini yang mana pada saat itu mereka adalah penyembah berhala, dan Abraham adalah satu-satunya orang pada saat itu yang mencari Tuhan yang sebenarnya. Poin kedua, mereka menginginkan perang dengan Hashem. Mengenai hal ini keinginan untuk berperang dengan Hashem bukanlah sekedar perkataan Rabinik belaka, tetapi Chazal (Rabi-rabi besar yang hidup di masa lampau) menjelaskan bahwa mereka ingin menembus ‘rakia’ mohon maaf untuk bahasa Indonesianya sedikit kurang bisa menjelaskan apa itu rakia, meskipun dalam bahasa Inggris disebut firmament yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah cakrawala atau langit, tapi saya kira terjemahan ini kurang tepat. Mengapa mereka ingin menembus ‘rakia’? Karena jika kita kita melihat pada Kejadian 1 : 7 

וַיַּעַשׂ אֱלֹהִים, אֶת-הָרָקִיעַ, וַיַּבְדֵּל בֵּין הַמַּיִם אֲשֶׁר מִתַּחַת לָרָקִיעַ, וּבֵין הַמַּיִם אֲשֶׁר מֵעַל לָרָקִיעַ; וַיְהִי-כֵן.


Dan Elohim menjadikan cakrawala, dan memisahkan air yang ada di bawah cakrawala dari air yang ada di atas cakrawala; dan terjadilah demikian. 


Kita bisa lihat disini ada air diatas rakia/cakrawala dan ada air di bawah rakia/cakrawala. Mereka dor haflaga ini atau diterjemahkan sebagai generasi yang menyebar ingin menembus rakia dengan tujuan untuk mengeringkan air di atas rakia, sehingga tidak ada banjir lagi. 


Dalam Sanhedrin 109a : 4

דור הפלגה אין להם חלק לעולם הבא וכו': מאי עבוד אמרי דבי רבי שילא נבנה מגדל ונעלה לרקיע ונכה אותו בקרדומות כדי שיזובו מימיו מחכו עלה במערבא א"כ ליבנו אחד בטורא


Generasi yang menyebar (dor haflagah) tidak memiliki bagian di Dunia yang Akan Datang. Gemara bertanya: Dosa apa yang mereka lakukan? Dosa mereka tidak secara jelas digambarkan dalam Taurat. Sekolah Rabbi Sheila mengatakan bahwa pembangun Menara Babel berkata: Kami akan membangun sebuah menara dan naik ke rakia/cakrawala, dan kami akan memukulnya dengan kapak (קרדומ) sehingga airnya akan mengalir.


Kalau kita lihat disini ‘Kardom’ yang diterjemahkan sebagai kapak, kok sepertinya alat pemotong kayu ya? Tetapi ada beberapa opini yang mengatakan bahwa ‘Kardom’ adalah sebuah alat untuk menembus es. Alasan mereka ingin naik ke ‘rakia’ karena mereka ingin mengalirkan air diatas, dan mengeringkannya. 


Menurut Rabi Meir Halevi Abulafia (1170-1244) dalam komentarnya tentang hal ini di Gemara, dia menjelaskan tentang Dor haflagah, mereka percaya bahwa mereka bisa membuat menara yang mencapai rakia/cakrawala dan membuat retak rakia dengan membukanya, dengan usaha membuka ini mereka bisa membuat bocor air diatas rakia, pertama mengambil air sehingga tidak tergantung pada hujan, kedua dengan mengeringkan rakia, mereka menghendaki agar tidak ada banjir lagi yang seperti di jaman Nuh karena air yang tercurah dari atas rakia. 


Hal ini menjadikan kita bertanya-tanya bagaimana bisa generasi Dor Haflaga ini bisa membangun menara yang sedemikian? Menara yang mencapai rakia? Kalau menurut ilmu pengetahuan jaman sekarang mungkin yang dimaksud rakia adalah Exosphere berjarak sekitar 700-190.000 km di atas bumi. Nah menurut Anda apakah ini mungkin? Tetapi seperti yang tertulis diatas bahwa Dor Haflaga ingin menyerang rakia dengan senjata, karena mereka tidak suka dengan kejadian banjir besar yang menutupi seluruh bumi. Mari lihat ayatnya di Kejadian 11:1-4


וַיְהִי כָל-הָאָרֶץ, שָׂפָה אֶחָת, וּדְבָרִים, אֲחָדִים. וַיְהִי, בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם; וַיִּמְצְאוּ בִקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר, וַיֵּשְׁבוּ שָׁם. וַיֹּאמְרוּ אִישׁ אֶל-רֵעֵהוּ, הָבָה נִלְבְּנָה לְבֵנִים, וְנִשְׂרְפָה, לִשְׂרֵפָה; וַתְּהִי לָהֶם הַלְּבֵנָה, לְאָבֶן, וְהַחֵמָר, הָיָה לָהֶם לַחֹמֶר. וַיֹּאמְרוּ הָבָה נִבְנֶה-לָּנוּ עִיר, וּמִגְדָּל וְרֹאשׁוֹ בַשָּׁמַיִם, וְנַעֲשֶׂה-לָּנוּ, שֵׁם:  פֶּן-נָפוּץ, עַל-פְּנֵי כָל-הָאָרֶץ.


Dan seluruh bumi satu bahasa dan mempunyai tujuan yang sama, Dan terjadilah, ketika mereka melakukan perjalanan ke timur, mereka menemukan dataran di tanah Shinar; dan mereka tinggal di sana. Dan mereka berkata satu sama lain: 'Ayo, mari kita membuat batu bata, dan membakarnya sampai habis.' Dan mereka menjadikan batu bata untuk batu, dan aspal dijadikan untuk campuran plester. Dan mereka berkata: 'Ayo, mari kita bangun sebuah kota, dan sebuah menara, dengan puncaknya di langit, dan mari kita membuat nama untuk kita; jangan sampai kita tercerai-berai ke seluruh permukaan bumi.'


Mari kita melihat komentar Chazal (Rabi-rabi besar yang hidup di masa lampau) tentang hal ini : 


Baal HaTurim berkomentar tentang Kejadian 11:1


ודברים ב' הכא ואידך והבלים ודברים הרבה. שהרבו לדבר הבלים הרבה:


Huruf Masoret Bet (ב) pada kata Udevarim mempunyai arti bahwa nampak terlihat dua kali di dalam Tanakh. Pertama disini שָׂפָה אֶחָת, וּדְבָרִים, אֲחָדִים dan di Kohelet/Amsal 5:6 וַהֲבָלִים, וּדְבָרִים הַרְבֵּה kesia-siaan dan banyak bicara. Ini menunjukkan bahwa ketika umat manusia dalam satu persetujuan di dalam rencana mereka, semua dipenuhi dengan kesia-siaan. 


Midrash Tachuma 18:6

שָׂפָה אֶחָת, שִׁי״‎ן כְּתִיב, שֶׁשָּׁפוּ פֻּרְעָנֻיּוֹת לָעוֹלָם. אָמְרוּ, לֹא כָל הֵימֶנּוּ שֶׁיָּבוֹר לוֹ הָעֶלְיוֹנִים וְיִתֵּן לָנוּ הַתַּחְתּוֹנִים, נַעֲלֶה לָרָקִיעַ וְנַכֵּהוּ בְקַרְדֻּמּוֹת.


Apakah arti dari Safah Echat? kata safah ("bahasa") bisa dibaca seperti huruf Shin (ש) untuk mengajarkan kepadamu bahwa umat manusia membawa shefafu ("retribusi") kepada dunia. Mereka berkata : “Tidaklah seharusnya bahwa Kehendak Dia (Hashem) untuk memilih lingkungan surgawi bagi diri-Nya Sendiri dan menetapkan lingkungan bumi kepada kita? Mari kita naik ke rakia/cakrawala dan menyerang Dia dengan senjata kita. 


Sangat jelas disini Dor Haflaga (generasi tersebar) atau generasi menara Babel menginginkan perang dengan Hashem dan ingin membuat menara yang puncaknya mencapai rakia. Ini bukanlah suatu keinginan hiperbol tetapi sesuatu yang nyata, jika kita selidiki dari buku-buku kuno Judaism dan beberapa catatan yang dibuat oleh Chazal. 


Mari lihat kembali ke Kejadian 11:2 

וַיְהִי, בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם; וַיִּמְצְאוּ בִקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר, וַיֵּשְׁבוּ שָׁם.

Dan terjadilah, ketika mereka melakukan perjalanan ke timur, mereka menemukan dataran di tanah Shinar; dan mereka tinggal di sana.


Mari kita lihat apa kata Chazal tentang ayat ini, 

Bereshit Rabbah 38:7


וַיְהִי בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם (בראשית יא, ב), נָסְעוּ מִן מַדִּינְחָא לְמֵיזַל לְמַדִּינְחָא, אָמַר רַבִּי אֶלְעָזָר בְּרַבִּי שִׁמְעוֹן הֵסִיעוּ עַצְמָן מִקַּדְמוֹנוֹ שֶׁל עוֹלָם, אָמְרוּ אִי אֶפְשֵׁינוּ לֹא בוֹ וְלֹא בֶּאֱלָהוּתוֹ.


Dan terjadilah, ketika mereka melakukan perjalanan ke timur, apakah mereka bermigrasi dari timur melakukan perjalanan ke timur? Rabi Eliazar bar Rabi Shimon berkata : “Kata Mikedem (מִקֶּדֶם) bukanlah berarti dari timur. Lebih tepatnya, ayat berkata memindahkan dirinya sendiri dari Mikadmono, Yang Kuno (Hashem) dari bumi. Mereka berkata : “Kita tidak menginginkan Dia, tidak juga keIlahian-Nya”.


Terlihat jelas bahwa generasi ini menolak Hashem, memberontak melawan Hashem. 


Mari kita lihat kembali Kejadian 11:3

וַיֹּאמְרוּ אִישׁ אֶל-רֵעֵהוּ, הָבָה נִלְבְּנָה לְבֵנִים, וְנִשְׂרְפָה, לִשְׂרֵפָה; וַתְּהִי לָהֶם הַלְּבֵנָה, לְאָבֶן, וְהַחֵמָר, הָיָה לָהֶם לַחֹמֶר.

Dan mereka berkata satu sama lain: 'Ayo, mari kita membuat batu bata, dan membakarnya sampai habis.'  Dan mereka menjadikan batu bata untuk batu, dan aspal dijadikan untuk campuran plester.


Terjemahan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia tetang batu bata sebenarnya kurang tepat, mari kita selidiki lebih lanjut apa maksud dengan “batu” ini.


Kita lihat apa yang Chazal katakan tentang ayat ini : Rabi Shimon Hirsch dalam komentarnya tentang Kejadian 11:3


Mereka menemukan tempat dimana disana kekurangan bahan bangunan, tetapi mereka menemukan sesuatu untuk diproduksi. Maka, setiap orang memberi semangat temannya הב, ayo dan gunakan kekuatanmu, untuk membuat batu tiruan (imitasi) וְנִשְׂרְפָה, לִשְׂרֵפָה mari kita membakar apapun yang dapat kita temukan!” 


Apa yang mereka temukan di Shinar yang mereka gunakan sebagai imitasi dari batu? Menurut Rabi Eliezer ben David mereka menemukan sesuatu material yang dapat digunakan untuk membangun menara. Menurut Zohar bahwa di Shinar mereka menemukan pengetahuan sebelum banjir besar Nuh.


Zohar, Noah 74b 


וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה. מְצִיאָה אַשְׁכָּחוּ וְנָפְקוּ בָּהּ מִתְּחוֹת מְהֵימְנוּתָא עִלָּאָה..תָּא חֲזֵי, נִמְרוֹד מַה כְּתִיב בֵּיהּ וַתְּהִי רֵאשִׁית מַמְלַכְתּוֹ בָּבֶל. דְּהָא מִתַּמָּן נְטַל לְאִתְאַחֲדָא בִּרְשׁוּ אָחֳרָא. וְהָכָא וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר מִתַּמָּן נְטָלוּ בְּלִבַּיְיהוּ לְאֲפָקָא מֵרְשׁוּתָא עִלָּאָה לִרְשׁוּ אָחֳרָא:  


Taurat berkata : וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה (Bereshit/Kejadian 11:2) mempunyai arti bahwa mereka menemukan, dengan maksud yang mana mereka terguncang di dalam iman mereka terhadap Hashem. Jadi, tertulis bahwa Nimrod; וַתְּהִי רֵאשִׁית מַמְלַכְתּוֹ בָּבֶל, awal mula kerajaannya adalah Babel, (Bereshit/Kejadian 10:10).” ini adalah titik awalnya yang mana dia mulai melekatkan dirinya kepada sitra achra (sitra achra adalah lawan dari kekudusan atau kuasa najis atau kuasa gelap). Demikian pula, disini, וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר mereka mendapati penemuan di tanah Shinar, “mempunyai arti bahwa mereka menemukan ide untuk melupakan Kuasa Diatas (yaitu Hashem) untuk kuasa yang lain.  


Kita lihat kembali ke Kejadian 11:2 

וַיְהִי, בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם; וַיִּמְצְאוּ בִקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר, וַיֵּשְׁבוּ שָׁם.


Menurut Rabi Eliezer ben David kata בִקְעָה disini terkait dengan kata  בִּקוּע yang dalam bahasa Ibrani berarti pembelahan Nuklir. Jadi apa yang ditemukan oleh Dor Haflaga (generasi penyebaran menara babel) di Shinar adalah energi nuklir. Jadi, yang mereka temukan adalah ilmu pengetahuan dari generasi sebelumnya yaitu generasi sebelum banjir Nuh (ingat pada zaman ini, zaman Nuh, malaikat turun dan tertarik dengan wanita cantik di bumi dan menghasilkan keturunan Nephilim, keturunan raksasa, malaikat inilah yang mengajari manusia tentang banyak hal termasuk teknologi, pencampuran genetik dll sehingga genetik menjadi tidak murni lagi dan Hashem memutuskan untuk memusnahkan generasi ini, satu-satunya yang masih murni genetiknya adalah Nuh). 


Jadi ketika mereka melakukan perjalanan ke Shinar, mereka tahu apa yang mereka cari, mereka mencari tenaga nuklir untuk berperang melawan Hashem. Bisa dikatakan generasi saat itu lebih pintar dari generasi kita sekarang.


Rabenu Bahya dalam komentarnya di Bereshit/Kejadian 11:4 mengatakan :

העיר לישוב והמגדל לאות ולשם שיראוהו בני כל העולם ויישירו נגדו ויתישבו באותה העיר ולא במקום אחר, וזה טעם פן נפוץ, וע"כ הפיצם ה' לפי שבאו כנגד כונתו שהיא שיתפשטו האומות בכל העולם ויתישבו בכל המקומות שבארץ לפי שלכך בראה ולשבת יצרה.


Tujuan dari menara ini adalah sebagai mercusuar sehingga orang-orang di seluruh bumi dapat melihatnya dan mengarahkan diri mereka sendiri melaluinya. Mereka sendiri semua akan tinggal di satu kota. Inilah alasan Taurat mengutip mereka yang mengatakan פן נפוץ, “jangan sampai kita tercerai-berai.” Inilah sebabnya Tuhan menghukum mereka dengan mencerai beraikan mereka untuk mengajari mereka bahwa mereka telah melanggar perintah-Nya untuk memenuhi bumi dengan kehadiran mereka. Yesaya 45:18 menunjukkan bahwa Tuhan telah membuat bumi agar dapat ditinggali oleh umat manusia.


וע"ד המדרש ונעשה לנו שם זו עבודה זרה, כתיב הכא ונעשה לנו שם וכתיב התם (שמות כג) ושם אלהים אחרים לא תזכירו, מה להלן ע"ז אף כאן עבודה זרה. ועוד דרשו במדרש תהלים הבה נבנה לנו עיר, אין הבה אלא עצה, שנאמר (שופטים כ) הבו לכם דבר ועצה הלום, ואין עיר אלא אלוה, שנאמר (דניאל ד) ואלו עיר וקדיש.


Dari sudut pandang homiletis, klausa operatif dalam ayat kita dalam kata-kata "mari kita membuat nama untuk" diri kita sendiri (Kejadian 11:4). Ini adalah referensi tidak langsung untuk penyembahan berhala. Kata שֵׁם  (Shem) , "nama," di sini dan kata yang sama dalam Shemot/Keluaran 23:13 וְשֵׁם אֱלֹהִים אֲחֵרִים לֹא תַזְכִּירוּ, לֹא יִשָּׁמַע עַל-פִּיךָ. , "dan engkau harus tidak menyebut nama tuhan yang lain di bibirmu," mempunyai arti yang sama. Kami juga memiliki komentar Midrashik di Midrash Tehillim 1, bahwa kata הבה , mengajukan pikiran jahat, niat jahat seperti dalam Shoftim/Hakim-hakim 20:7 הָבוּ לָכֶם דָּבָר וְעֵצָה, הֲלֹם., “buatlah rencana di sini dan sekarang!”. Lebih jauh lagi, kita memiliki tradisi bahwa kata עִיר , “kota”, merujuk pada sesembahan (nama berhala) seperti yang kita temukan dalam Daniel 4:10 bahwa kata עִיר וְקַדִּישׁ merujuk pada malaikat perusak (Setan atau malaikat lain yang disebut *Watcher/Pengintai). 


(*Siapakah Watcher/Pengintai ini? Dia adalah makhluk energi (sejenis malaikat gelap) yang bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diajarkannya kepada manusia tentang rahasia dari sisi kegelapan dari penciptaan.) 


Kembali kepada komentar Rabenu Bahya terhadap Kejadian 4:11

ובמדרש של עשרת הדברות ראיתי שאמרו נקח קרדומות ונבקיע השמים ויזובו, כדי שלא יעשה לנו כמו שעשה לדור המבול, ונעשה חתיכות מן השמים, ונעשה מלחמה עם מלך שבשמים, והיה באותו מגדל שבעים מעלות למזרח וכנגדם ע' מעלות למערב, והקב"ה ירד שם עם ע' מלאכים ובלבל לשונם ודבריהם ע"כ.

Saya telah membaca dalam Midrash tentang Aseret HaDibrot bahwa orang-orang ini mengusulkan untuk mengambil senjata berencana untuk menyerang surga untuk membanjiri dan mengeringkannya untuk memastikan bahwa banjir lain tidak dapat berasal dari sumber itu. Mereka ingin mengambil bongkahan besar surga dan berperang dengan Raja surga. Menara itu memiliki tujuh puluh anak tangga ke arah timur dan tujuh puluh anak tangga ke arah barat di sisi yang berlawanan. Tuhan menuruni tujuh puluh anak tangga itu disertai dengan *tujuh puluh malaikat dan Dia mengacaukan bahasa dan dialek mereka.


(*Ini mengacu pada 70 malaikat yang berkuasa atas bangsa-bangsa, kalau kita mengingat kitab Daniel dimana malaikat yang datang menemuinya sebelum berbicara dengan Daniel, harus berperang terlebih dahulu dengan malaikat persia, dari sini kita mengetahui diatas bangsa-bangsa ada malaikat, siapa malaikat tersebut? Mereka adalah 70 malaikat yang turun bersama-sama dengan Hashem pada peristiwa Dor Haflaga, 70 malaikat yang ditempatkan Hashem atas bangsa-bangsa dan kita mengetahui ada 70 bangsa di permulaan zaman. Diatas 70 malaikat ini ada yang lebih tinggi lagi yaitu malaikat rasi bintang). 


וע"ד השכל ונעשה לנו שם, היו אנשי הפלגה רשעים משכילים בכל חכמה ועשו העיר והמגדל כדי להנצל מהמבול של אש, מפני שכבר ראו אבדון העולם במבול של מים, פחדו לנפשם והוצרכו לעשות בנין מקום שאם ירצה להביא מבול של אש ולשרוף את העולם שינצלו מהם ולא תקרב האש בגבולם, וזהו ענין המלחמה המוזכר במדרש כלומר להעז עם הכחות העליונים בהפך רצונו יתברך, ולקשור חלק מיסוד האש שלא יוכל להתקרב אל העיר


Melihat kisah ini dari sudut pandang rasional, kata-kata “dan marilah kita membuat nama untuk diri kita sendiri” harus dipahami demikian. Orang-orang dari generasi itu sangat maju dalam hal filsafat bahkan teknologi. Namun, mereka menggunakan kecerdasan mereka dengan cara yang berdosa. Mereka membangun kota dan Menara untuk melindungi diri mereka dari banjir api (melihat bahwa Tuhan telah berjanji untuk tidak lagi membawa banjir air). Inilah yang dimaksud dengan kata "perang" di Midrash. Mereka bersiap untuk melawan kekuatan surgawi (seperti malaikat) melawan kehendak Tuhan. Mereka berusaha mengisolasi dan menjinakkan kekuatan api untuk menetralisir efek mematikannya agar tidak menelan kota mereka.


Ketika Rabenu Bahya berkata tentang usaha untuk mengisolasi dan menjinakkan api, dalam bahasa modern kita biasanya gedung-gedung pencakar langit memiliki alat penangkal petir demikian juga dengan menara babel memiliki alat penangkal petir. 


Sekali lagi ini bukanlah dongeng, ini benar-benar terjadi, orang-orang zaman ini sangat maju dalam teknologi melebihi zaman kita. 

 

Kembali kepada komentar Rabenu Bahya pada Bereshit/Kejadian 11:4 

ועוד לטעם אחר, כי מפני שראו שגזר הקב"ה מיתה על אדם הראשון והיו רואים עצמם בעלי כח וגבורה עצומה וגדולים בחכמה ובקומה, והיו חייהם ארוכים ולא יבצר מהם לעשות כל דבר, והנה הם בני תמותה, ענפים מקולקלים בקלקול השרש, לכך חשבו תחבולה שיעשו בנין ולהגביה למעלה עד שיעור ידוע כדי להנצל מן המיתה. ומטעם הזה הפיצם ה' שחשבו, כנגד גזרתו יתברך.


Ada alasan lain yang memotivasi mereka. Mereka telah menyaksikan fakta bahwa Tuhan telah menetapkan kematian atas Adam, sementara mereka menganggap diri mereka kuat secara fisik dan menikmati rentang hidup yang jauh lebih lama daripada 120 tahun yang tampaknya telah ditetapkan Tuhan. Mereka berpikir bahwa mereka semua kuat [Tuhan Sendiri (ayat 6) mempertanyakan apakah kekuatan mereka tidak boleh dibatasi.] Mereka berencana untuk mendaki surga saat masih hidup dan sehat untuk mengatasi halangan yang dikenakan pada mereka oleh kefanaan mereka. Tujuan utama mereka adalah untuk mengatasi keputusan yang dikeluarkan terhadap Adam yang membuat mereka semua fana juga. Semua perencanaan mereka dalam membangun Menara dirancang untuk mencapai keabadian (hidup selamanya tanpa mati). Alasan Tuhan harus mencerai beraikan mereka adalah karena mereka berencana untuk membatalkan tatanan dunia-Nya. 


Sekali lagi apakah mungkin generasi babel ini membangun menara sampai ke rakia? Dengan teknologi nuklir mereka untuk membuat imitasi batu saya kira mereka mampu melakukannya. Ada sumber dalam buku kuno kita yang menarik tentang menara babel, bahwa menara ini atapnya bisa melayang di udara, tentang ini tidak terlalu jelas dikatakan bahwa itu adalah menara babel, tetapi hanya tertulis “menara yang melayang di udara” hal ini tertulis dalam : 

Sanhedrin 106b : 11 

וא"ר יצחק מאי דכתיב (ישעיהו לג, יח) איה סופר איה שוקל איה סופר את המגדלים איה סופר כל אותיות שבתורה איה שוקל ששוקל כל קלים וחמורים שבתורה איה סופר את המגדלים שהיה סופר שלש מאות הלכות פסוקות במגדל הפורח באויר

Dan Rabi Yitzḥak berkata: Apa arti dari apa yang tertulis: “Di mana dia yang diperhitungkan; di mana dia yang menimbang; di manakah dia yang menghitung menara [migdalim]” (Yesaya 33:18)? Di manakah dia yang menghitung semua huruf Taurat? Di mana dia yang menimbang, yang menganggap semua elemen kesimpulan fortiori dalam Taurat? Di mana dia yang menghitung menara? Ini Doeg, yang akan menghitung tiga ratus kesimpulan halakhic sehubungan dengan kemurnian sebuah menara [migdal] yang melayang di udara [avir]. 


Tidaklah jelas Migdal (menara) disini berbicara tentang menara babel, karena kalau kita melihat konteks sebelum ayat dan sesudah ayat tersebut berbicara tentang kosher tidaknya sebuah bejana dari kayu. Meskipun ayat tersebut kurang jelas berbicara tentang menara babel, merujuk tingginya teknologi yang mereka pakai dalam pembuatan menara, menara yang melayang di udara bukanlah suatu yang mustahil. 


Dari penyelidikan tentang menara babel ini, saya mengambil kesimpulan mengapa Rabi kita yang sekarang mengajar kita tidak pernah berbicara tentang rahasia menara babel, karena rahasia ini sangat berakibat buruk apabila ada manusia jahat yang mempunyai keinginan untuk mengetahui rahasia teknologi dari generasi babel ini, apakah rahasia ini masih bisa diketahui? Apakah ada buku yang tertulis tentang rahasia teknologi ini? Saya mengira teknologinya sudah lenyap bersama generasinya, tetapi makhluk energi atau bisa dikatakan malaikat gelap atau Watcher yang mengajarkan tentang teknologi ini masih ada.


Ada rahasia lain yang saya tidak ungkapkan disini, yaitu tentang Lashon Hakodesh, bahasa Ibrani, bila Anda cukup cerdas dan mampu menebak apa rahasia itu, yang menjadi kode bagi Anda adalah mengapa Hashem kemudian mengacaukan bahasa mereka dan menyebarkan mereka di bumi.



Share:

Kekuatan Perlindungan Mezuzah

בס''ד 

Kekuatan Perlindungan Mezuzah


Tuhan adalah penjagamu; Tuhan adalah naunganmu di tangan kananmu (Mazmur 121 :5)

Di Kitab Ibrani

Kata "mezuzah" muncul untuk pertama kalinya dalam kitab suci dalam kisah Keluaran dari Mesir. Sebelum tulah terakhir menimpa anak sulung Mesir, Yang Mahakuasa memperingatkan orang-orang Yahudi untuk menandai tiang pintu mereka dengan darah domba korban sehingga kekuatan penghancur akan melewati rumah mereka. Taurat mengatakan:

Dan mereka harus mengambil darahnya dan membubuhkannya pada kedua mezuzoth (tiang pintu) dan pada ambang pintu... Karena Tuhan akan melewati untuk memukul orang Mesir, dan ketika Dia melihat darah pada ambang pintu, dan pada dua tiang pintu, Tuhan akan melewati pintu itu, dan Dia tidak akan membiarkan perusak masuk ke rumahmu untuk memukul [kamu]. (Keluaran 12:7, 23)

Inilah sebabnya mengapa Hari Raya Keluaran disebut Pesach. Mechilta (1) (dan juga Zohar) menyatakan bahwa ayat-ayat ini adalah sumber dari konsep mezuzah:

Sekarang pertimbangkan: Darah korban Pesach hanya sedikit beratnya, karena itu diperlukan hanya sekali, tidak untuk semua generasi, dan hanya pada malam hari, bukan pada siang hari; namun Dia tidak akan 'membiarkan perusak ... menyerang Anda.' Apalagi Dia tidak akan mengizinkan perusak ke dalam rumah yang menyandang mezuzah, yang lebih berat, melihat bahwa Nama Ilahi diulang di sana sepuluh kali, itu ada di sana siang dan malam, dan itu adalah hukum untuk semua generasi.

Kita melihat dalam kisah kitabiah ini dan komentar di atas hubungan langsung antara mitzvah mezuzah dan perlindungan Ilahi. Sebuah mezuzah yang ditempelkan di tiang pintu seperti yang diperintahkan oleh Tuhan di Sinai masih memiliki kekuatan untuk “tidak mengizinkan perusak datang ke rumah Anda untuk memukul Anda”. Memang, segera setelah perintah mezuzah, Taurat berlanjut :

... supaya hari-harimu berlipat ganda, dan hari-hari anak-anakmu... (Ulangan 11 : 21)

Ayat ini adalah sumber kitab suci dari keyakinan teguh pada kekuatan mezuzah untuk melindungi dari bahaya dan untuk memperpanjang hidup seseorang.

Selanjutnya, Taurat menetapkan hukum bahwa:

seorang pria yang telah membangun rumah baru dan tidak mendedikasikannya, biarkan dia pergi dan kembali ke rumahnya agar dia tidak mati dalam pertempuran ... (Ulangan (20 : 5).

Selanjutnya, Taurat menetapkan hukum bahwa: Taurat mengkhawatirkan kehidupan seorang prajurit yang belum menempelkan mezuzah di rumahnya dan dengan demikian kehilangan perlindungannya.

Alkitab juga menyinggung kekuatan pelindung mezuzah di tempat lain:

Ada tertulis, “Dan air itu adalah tembok bagi mereka di sebelah kanan dan di sebelah kiri mereka.” (Keluaran 14 : 29). Mezuzah membentuk tembok di sebelah kanan Israel, dan tefillin di sebelah kiri mereka.

Lebih lanjut menyatakan:

Tuhan adalah pelindungmu; Tuhan adalah naunganmu di sebelah kananmu. (Mazmur 121:5).

Lebih lanjut menyatakan:

Di Dalam Talmud

Mezuzah membantu kita mengingat bahwa pemilik sebenarnya dari rumah kita adalah Penguasa Alam Semesta, dan kita, bersama dengan keluarga dan harta benda kita, hanyalah tamu di dunia-Nya. Jadi, ada tertulis:

Jika seorang pria membubuhkan mezuzah, bukankah aku memberinya rumah?

Sebagai tuan rumah yang superior, Dia berdiri di luar rumah dan menjaga tamu-tamu-Nya dan barang-barang mereka.

Mari kita kembali ke narasi Talmud tentang Raja Parthia Ardavan dan Yehudah HaNasi. Saat narasi berlanjut, putri Raja kemudian jatuh sakit (dalam kata-kata Talmud dia dirasuki setan). Dokter pengadilan gagal untuk meringankan kondisinya. Ardavan, mengingat kata-kata bijak Yahudi, memerintahkan agar mezuzah ditempelkan di tiang pintu kamar sang putri, di mana dia segera sembuh.

Aggadah (narasi) talmud ini dan berikut ini berfungsi sebagai bukti bahwa kepercayaan pada kekuatan pelindung mezuzah bukanlah takhayul atau penemuan kabbalis abad pertengahan, seperti yang diyakini oleh beberapa kritikus, tetapi berakar dalam pada Talmud dan Yudaisme Rabi. .

Sebuah cerita terkenal dari Talmud melibatkan seorang ger (seorang yang pindah agama menjadi Yahudi) terkenal , Onkelos(2) putra Kalonymos, keponakan Kaisar Romawi Titus:

Ketika Titus, yang murka dengan pindah agama dari keponakannya ke Yudaisme, mengirim penasihatnya untuk mencoba membujuknya agar kembali ke agama Romawi, Onkelos begitu meyakinkan dalam argumennya sehingga semua utusan Kaisar menjadi pindah agama sendiri. Kaisar kemudian mengirim prajurit untuk menangkap Onkelos dan menginstruksikan mereka untuk tidak terlibat dalam percakapan apa pun dengan keponakannya. Ketika para prajurit mengantar Onkelos keluar dari rumahnya, dia tersenyum dan meletakkan tangannya di mezuzah. Mengamati para prajurit yang kebingungan, Onkelos menjelaskan bahwa seorang raja fana memiliki pelayan yang berjaga di luar rumahnya. Raja segala raja, bagaimanapun, adalah dirinya sendiri menjaga hamba-hamba-Nya di luar rumah mereka. Seperti yang dinyanyikan Raja Daud dalam Mazmurnya: “Tuhan akan menjaga keluarmu dan masukmu mulai sekarang dan selama-lamanya.” (Mazmur 121, 8). Kata-kata ini membuat kesan yang mendalam pada prajurit sehingga mereka juga masuk agama Yahudi.

Lubavitcher Rebbe, Rabi Menachem M. Schneerson, menunjukkan efek instan mezuzah pada tentara Romawi. Rebbe menjelaskan bahwa kualitas ini unik untuk mezuzah. Dikatakan bahwa tefillin memiliki kekuatan untuk menimbulkan ketakutan pada musuh, tetapi hanya mezuzah yang dapat mempengaruhi tentara dari kerajaan jahat secara instan untuk menjadi pindah agama Yudaisme – kebalikan dari kejahatan. Kemampuan untuk memiliki efek mendalam dan langsung pada orang-orang ini unik untuk mezuzah.

Kesaksian mendalam lainnya tentang kekuatan pelindung mezuzah ditemukan dalam diskusi Talmud tentang hukum yang berkaitan dengan kota Pemujaan Berhala, Ir HaNidachath. Hukum Taurat memerintahkan Sanhedrin, Mahkamah Agung, untuk mengutuk kota seperti itu, dengan semua penduduknya dan harta benda mereka untuk dimusnahkan total:

..Engkau harus memukul penduduk kota itu dengan mata pedang, menghancurkannya sama sekali, dan segala isinya... (Ulangan 13: 16)(3)

Namun, Orang Bijak Talmud mengajarkan:

Tidak ada kota yang berisi bahkan satu mezuzah yang dapat dikutuk.

Satu mezuzah dapat menyelamatkan seluruh kota penyembah berhala dari kehancuran!

Ilustrasi menarik tentang kekuatan mezuzah untuk melindungi kehidupan seseorang ditemukan dalam diskusi Talmud di mana seorang rabi bertanya apakah wanita diwajibkan oleh mitzvah mezuzah, dan rabi lain menjawab dengan pertanyaan retoris:

Pria harus hidup; bukankah wanita juga harus hidup?!

Di Dalam Hukum dan Tulisan-Tulisan Kerabian Klasik

Gagasan kitab suci tentang kekuatan pelindung mezuzah ditegaskan kembali dalam Mishnah dan diuraikan dalam Talmud. Ini lebih diperkuat dan diangkat ke hukum Yahudi, Halakhah, dalam Shulchan Arukh(4) :

Dia yang berhati-hati dan khusus dalam menjalankan mezuzah – hari-harinya dan hari-hari anak-anaknya akan diperpanjang.

Lebih jauh, Kode Hukum Yahudi mengatur bahwa mezuzah, selain dari ganjaran umur panjang untuk diri sendiri dan anak-anak seseorang yang disebutkan dalam kitab suci, memiliki efek menjaga rumah dan penghuninya dari bahaya apa pun. Beth Yosef (5) menyebutnya sebagai keajaiban terbuka.

Rabbeinu Bachya menulis:
Untuk menanamkan dalam hati kita prinsip bahwa perlindungan Ilahi meliputi Israel setiap saat, siang dan malam, Taurat telah memerintahkan kita untuk menempatkan mezuzah di pintu masuk rumah kita. Dengan demikian kita akan menyadari prinsip perlindungan Ilahi ini setiap kali kita memasuki rumah, dan kita akan sadar bahwa perlindungan ini selalu bersama kita. Bahkan di malam hari, perlindungan-Nya mengelilingi rumah kita dan melindungi kita saat kita tidur.

Dia menulis lebih lanjut:
Tuhan disebut “Penjaga Israel,” seperti yang dikatakan, “Lihatlah, Dia yang menjaga Israel tidak tertidur atau tidur.” (Mazmur 121:4). Karena Tuhan adalah yang tertinggi di atas segalanya dan memerintah atas enam ujung [alam semesta, yaitu, di atas, di bawah, timur, barat, utara, dan selatan], pemazmur menyebutkan ungkapan 'menjaga' enam kali dalam mazmur itu.(6)

Ibn Ezra menulis:

Di saat kesulitan, Tuhan menyelamatkan mereka yang melayani Dia karena takut. Namun, Tuhan melindungi mereka yang melayani Dia karena cinta, dari menghadapi masalah.

Mezuzah, tanda cinta abadi antara Israel dan Sang Pencipta, oleh karena itu mencegah kesulitan ketika memasuki rumah Yahudi.

The Lubavitcher Rebbe, Rabbi Menachem M. Schneerson, menjelaskan bahwa, tidak seperti mitzvoth lainnya, seperti menghormati orang tua, yang mana Taurat menjanjikan umur panjang, perlindungan yang diberikan oleh mezuzah bukanlah hadiah untuk mitzvah melainkan hasil langsung dan esensial dari ketaatannya, seperti yang diajarkan oleh para Bijaksana kepada kita bahwa:

Tujuan utama mezuzah adalah melindungi rumah dan penghuninya.

Di dalam Kabalah

Di dalam buku utama Kabbalah, Zohar, menyatakan bahwa jika seorang Yahudi menempelkan mezuzah ke pintunya, Yang Mahakuasa menolak agen berbahaya dan perusak (mazikin) setiap akses ke rumah, bahkan pada saat Malaikat Penghancur dilepaskan. .

Recanati(7) menulis dengan cara yang sama, “Mezuzah yang ditempelkan di tiang pintu sebuah rumah berfungsi sebagai perlindungan terhadap utusan kejahatan. Ketika dihadapkan dengan nama Tuhan, yang ada di bagian luar mezuzah, utusan-utusan bahaya ini menyadari bahwa Tuhan mengawasi domisili ini dan mereka akan menahan diri untuk tidak masuk. Kata mezuzoth adalah kombinasi dari kata 'zaz' dan 'maveth' yang secara harfiah berarti: Kematian: Buanglah dirimu sendiri.”

Menjelaskan ayat “Tuhan akan menjaga keluarmu dan masukmu dari sekarang dan selama-lamanya,” (Mazmur 121: 8) Zohar menjelaskan bahwa mezuzah melindungi penghuni rumah tidak hanya di rumah mereka tetapi juga dari waktu mereka meninggalkan rumah sampai mereka kembali ke rumah: “Tidak hanya seorang pria yang dilindungi di rumahnya, tetapi Tuhan melindunginya baik ketika dia keluar dan ketika dia masuk, seperti yang tertulis, 'Tuhan akan menjagamu keluar dan masukmu, dll.'”

Ide ini bergema melalui tulisan-tulisan banyak orang bijak awal dan kemudian (Rishonim dan Acharonim). Jadi, misalnya, Sefer HaBaith mengutip Kitzur HaShelah, yang pada gilirannya bergantung pada Shaarei Tzion dalam menyatakan bahwa mezuzah melindungi penghuni rumah dari bahaya tidak hanya ketika mereka berada di dalam rumah, tetapi juga ketika mereka meninggalkan rumah.

Dan serupa: “Tuhan berkata kepada Israel: ‘Banyak penuduh yang mencari Anda, tetapi rajinlah dalam pelayanan saya dan saya akan melindungi Anda tanpa, sementara di dalam Anda akan tidur dengan aman di tempat tidur Anda.'”

Lebih lanjut dikatakan: “Ketika seorang pria ... meletakkan tefillin (phylacteries) dengan kesan suci di kepala dan lengannya, dan dia menutupi dirinya dengan tzitzith (jubah berjumbai), dan ketika dia keluar dari pintu rumahnya dia melewati mezuzah yang berisi jejak Nama Suci di tiang pintu, kemudian empat malaikat suci bergabung dengannya dan mengeluarkannya dari pintu rumahnya dan menemaninya ke sinagoga dan menyatakan di hadapannya: Berikan kehormatan pada gambar Raja Suci , berikan kehormatan kepada putra Raja, untuk wajah Raja yang berharga. Sebuah roh kudus berdiam di atasnya dan menyatakan: 'Israel di mana aku akan dimuliakan' (Yesaya 49 : 3), dan kemudian naik tinggi dan bersaksi tentang dia di hadapan Raja Suci. Kemudian Raja Yang Maha Tinggi memerintahkan agar nama semua anak di istana-Nya, semua yang mengakui-Nya, ditulis di hadapan-Nya, seperti yang tertulis, 'Dan telah tertulis dalam kitab peringatan di hadapan-Nya, bagi mereka yang takut akan Dia. Tuhan dan yang menghormati nama-Nya' (Malakhi 3 : 16).

Ungkapan terakhir dalam Zohar ini secara paralel mencolok dengan kata-kata Daniel yang menubuatkan tentang perang apokaliptik Gog dan Magog : “Pada waktu itu, umatmu akan diselamatkan, semua yang ditemukan tertulis di dalam kitab.” (Daniel 7 : 1)

Kemampuan mezuzah untuk melindungi penghuni rumah menemukan ekspresinya dalam sejumlah kebiasaan Kabbalistik. Nama suci Tuhan, Shad-dai(8), tertulis di bagian belakang perkamen. Nama ini terdiri dari tiga huruf: Shin, Daleth dan Yud, yang terdiri dari akronim “Shomer Delathoth Yisrael – Penjaga Gerbang Israel.”

Seperti yang telah kita catat sebelumnya, Rabi Gedaliah dari Lunietz menulis:

Kami menemukan tertulis di bagian luar mezuzah huruf Shin, Daleth dan Yud. Kata ini digunakan karena juga terdiri dari akronim "Shomer Delathoth Israel" – Penjaga pintu Israel. Diperintahkan bahwa mezuzah harus ditempelkan pada tiang pintu setiap rumah Yahudi, berfungsi sebagai simbol yang terlihat dari perlindungan Tuhan atas rumah tersebut.

Menurut ajaran mistik Kabbalah, nama Shad-dai memiliki kekuatan untuk mengusir kekuatan jahat. Zohar menyatakan:

Sekarang, ketika kekuatan jahat (setan) datang ke pintu rumah seorang pria, mereka mengangkat mata mereka dan melihat Nama Suci tertulis di luar mezuzah, yaitu Shad-dai, yang memiliki kekuatan atas mereka semua, mereka melarikan diri takut akan hal itu dan tidak mendekati pintu.

Rabbi Gikatilla menulis:
Ketika atribut ini disebut Shad-dai, semua kekuatan penghancur tersebar. Ini adalah makna pamungkas dari ayat dalam Mazmur tentang iblis “Hai kamu yang bersemayam di naungan Yang Mahatinggi, dan berdiam di bawah naungan Shad-dai.” (Mazmur 91 : 1) Ketika disebut Shad-dai, ia berpakaian seperti api hitam yang menghanguskan dari mana semua iblis yang merusak melarikan diri dan legiun makhluk yang tidak murni tidak memiliki kekuatan untuk menahan [nyala api yang menghanguskan]. Semuanya tercerai-berai dan menjadi tumpukan abu.

Orang bijak mengatakan bahwa Nama ini disinggung dalam ayat:
Dan semua orang di bumi akan melihat bahwa Nama Tuhan dipanggil atasmu; dan mereka akan takut kepadamu. (Ulangan 28 : 10)

Oleh karena itu, mezuzah ditempatkan dalam wadahnya sedemikian rupa sehingga Nama Suci ini (atau setidaknya huruf pertamanya Shin) terlihat. Jika bingkainya tidak transparan, sebuah lubang dibuat di dalamnya untuk mengekspos nama Shad-dai. Jika tidak, Nama ini atau huruf Shin dicat atau diukir pada bingkai.

Zohar menyatakan bahwa di mana pun Nama suci ini ditulis, kekuatan jahat tidak berdaya. Lebih-lebih lagi,

...Ketika seorang Yahudi menempelkan mezuzah di pintunya di mana Nama Suci tertulis, Penguasa Alam Semesta memahkotainya dengan mahkota-Nya, dan tidak ada kekuatan jahat yang bisa mendekati gerbang rumahnya.”

Jadi, ada tertulis:

Ini adalah gerbang Tuhan; [hanya] orang-orang benar yang akan masuk ke dalamnya. (Mazmur 118:20).

Zohar menjelaskan lebih lanjut, dengan mengatakan:

... Adapun roh jahat yang berdiam di antara tiang pintu, celakalah orang yang tidak tahu bagaimana menjaganya dengan menempelkan Nama Suci di pintu rumahnya agar nama suci itu menyertainya.

Sumber chasidic berlimpah dengan referensi ke mezuzah sebagai perlindungan terhadap kekuatan jahat. Tzemach Tzedek menulis:

Mitzvah dari mezuzah disebut wali manusia karena melindungi dia dan rumah tangganya dari kerusakan dan tuduhan dari Chitzonim (kekuatan luar - jahat).

Gagasan perlindungan dari mazikin (agen penghancur, setan) tidak terbatas pada literatur Kabbalistik, tetapi juga ditemukan dalam sumber-sumber kerabian eksoteris klasik. Jadi Mordekhai(9) menulis atas nama Maharam(10):

Seorang mazik (setan) tidak dapat memerintah di rumah mana pun yang memiliki mezuzah kosher seperti yang disyaratkan oleh hukum Yahudi.

Ada sepuluh Nama suci Tuhan yang menunjukkan berbagai mode manifestasi Ilahi atau mode ekspresi di mana Tuhan berhubungan dengan Ciptaan-Nya. Sepuluh Nama ini sesuai dengan Sepuluh Sefiroth, Emanasi Ilahi.

Rabi Moses Cordovero(11) menulis:

Sebelum kita masuk ke penjelasan tentang rincian Nama-nama Ilahi, kita harus memberikan pengenalan makna keseluruhan mereka. Melihat banyak dari mereka, orang hanya melihat kombinasi huruf yang tidak dapat dipahami, tanpa makna yang jelas, dan kebanyakan dari mereka juga tidak dapat diucapkan. Ketika orang yang cerdas melihat hal-hal seperti itu, dia dapat berpikir bahwa nama-nama ini tidak memiliki dasar rasional, dan bahkan bahwa mereka tidak lebih dari takhayul kekanak-kanakan, surga melarang. Oleh karena itu, kami memiliki kewajiban untuk memperingatkan pembaca agar tidak melakukan kesalahan mendasar ini.

Sebenarnya, kebenaran tentang nama-nama ini justru sebaliknya. Mereka dapat membawa ke tingkat tertinggi, karena mereka semua terukir di alam spiritual tertinggi. Sumber mereka mencapai melalui tangga Tangga, tingkat demi tingkat, hingga mencapai tempat di mana mereka mengekspresikan esensi Sefiroth dan sifat spiritual mereka.

Jiwa dari huruf-huruf yang digunakan dalam Nama-nama ini adalah substansi Sefiroth, dalam esensi internalnya. Nama yang ditunjuk untuk masing-masing adalah pakaian untuk Sefirah itu. Karena alasan inilah Nama [terkait dengan Sepuluh Sefiroth, yang merupakan Nama yang digunakan kitab suci untuk Tuhan,] tidak dapat dihapus atau dihancurkan.

Di antara Nama-Nama Ilahi ini adalah Tetragramaton, Nama Tuhan yang tak terlukiskan - YHVH (diucapkan dalam bahasa asli sebagai Havayah), dan Shad-dai (diucapkan dalam bahasa asli sebagai Shakkai) – biasanya diterjemahkan sebagai Yang Mahakuasa. Sementara Tetragramaton mengungkapkan kesatuan mutlak Tuhan yang benar-benar melampaui ruang dan waktu, Nama Shad-dai menunjukkan keragaman Ciptaan. Seperti yang ditunjukkan oleh orang bijak, nama ini berasal dari akar kata Ibrani dai - cukup, seperti dalam lagu Paskah yang terkenal Daiyenu (Sudah Cukup bagi Kita). Shad-dai, dalam konteks ini, ditafsirkan sebagai She Dai – itu cukup, “yang mengatakan bahwa ada cukup, ada kelengkapan, ada kepenuhan”.

Dengan mengatakan dai – cukup, Tuhan, seolah-olah, menetapkan batas-batas berbagai tingkat Penciptaan, sehingga menciptakan multiplisitas. Demikian tertulis:

Ia menetapkan batas-batas bangsa-bangsa... (Ulangan 32 : 8)

Dan juga:

Dan merekalah yang menjadi batas Semesta.

Keanekaragaman dunia yang menyamarkan kesatuan sejati yang mendasari Penciptaan adalah sumber utama kejahatan. Dengan demikian, Nama suci yang merupakan sumber dari multiplisitas memiliki kuasa atas kejahatan, yang berasal dari multiplisitas.

Sangat menarik untuk dicatat bahwa hukum menginstruksikan bahwa Nama Shad-dai ditulis persis berlawanan dengan kata Vehayah - dan itu akan terjadi, kata pertama dari paragraf Taurat kedua tertulis dalam gulungan mezuzah. Rabbi Gikatilla menulis:

Karena atribut ini adalah pintu gerbang ke nama YHVH, nama Shad-dai ada di bagian luar perkamen yang ditempelkan di tiang pintu seseorang. Nama [Shad-dai] diposisikan berdekatan dengan bab Vahayah Im Shamoa. Penjajaran Shad-dai dengan bab yang disebutkan di atas disinggung dalam ayat, “Vehayah Shad-dai (dan Yang Mahakuasa menjadi) hartamu.” (Ayub 22 : 25)

Kata Vehayah memiliki huruf yang persis sama dengan Tetragramaton: YHVH. Dengan demikian, struktur mezuzah mencerminkan struktur realitas tertinggi: sifat transenden dan absolut Sang Pencipta yang diungkapkan dengan Nama-Nya yang tepat Havayah (sebagaimana disinggung dalam kata Vehayah) tersembunyi di balik keragaman yang nyata dari Ciptaan sebagaimana adanya. diungkapkan dengan Nama Shad-dai. Oleh karena itu, dalam kata-kata Zohar, mezuzah mengusir setan, yang menurut Maharal(12), mewakili kekuatan banyak orang yang menentang kekuatan Satu. Dalam kata Vehayah - dan itu akan menjadi, Taurat menjanjikan kita bahwa jika kita merenungkan konsep yang mendalam ini dan mengikuti jalan yang digariskan dalam paragraf Shema dan Vehayah, maka kita akan menemukan di balik penyamaran dunia fisik Ketuhanan dan Ketuhanan. Kesatuan yang hakiki dan tertinggi.

Dalam kisah Keluaran, Tuhan memberi tahu Musa:

Saya menampakkan diri kepada Abraham, kepada Ishak, dan kepada Yakub, sebagai Tuhan Yang Mahakuasa (Shad-dai) (Keluaran 6 : 3).

Komentator klasik Keli Yakar(13) menyarankan bahwa penggunaan nama Shad-dai dalam konteks ini menyiratkan bahwa Tuhan berkata, seolah-olah, “Cukup!” membatasi penderitaan orang-orang Yahudi di pengasingan. Nama yang sama yang tertulis di mezuzah terus membantu mencegah penderitaan di dalam rumah Yahudi.

Beberapa Tzadikim(14) biasa bermeditasi di mezuzah dengan nama Shad-dai atau konsep mulia lainnya. Reb Elimelekh dari Lyzhansk biasa merenungkan nama Shad-dai di mezuzah untuk memenuhi syair

Saya telah menetapkan Tuhan di hadapan saya selalu. (Mazmur 16: 8)

Yitzhak Buxbaum melaporkan bahwa Kav HaYashar menyarankan untuk bermeditasi pada nama Shad-dai setelah mencium mezuzah. Dia juga mengutip kisah berikut tentang Rabi Eleazar Zev dari Kretchnif:

Di pagi hari, dalam perjalanannya ke sinagoga, dia akan berdiri di dekat mezuzah rumahnya selama beberapa waktu untuk bermeditasi, dan begitu juga di mezuzah Beith Midrash.

Saat kami menemukan referensi eksplisit dalam literatur penggunaan mezuzah sebagai perangkat meditasi, kami dapat berspekulasi bahwa alasan nama Shad-dai biasanya terungkap melalui celah dalam kasus ini ada hubungannya dengan penggunaan Nama-Nama Ilahi di Kabbalah untuk tujuan meditasi. Karena bingkai mezuzah bukanlah penghalang untuk kekuatan spiritual pelindung emanasi dari Nama Ilahi Shad-dai tertulis di mezuzah, kita dapat berspekulasi bahwa Nama ini secara tradisional diekspos melalui lubang dalam bingkai untuk membuatnya terlihat secara fisik bagi yang melihatnya. Dengan cara ini, seseorang dapat bermeditasi pada Nama itu atau bahkan mengucapkannya dalam hati saat dia melewati mezuzah. Seperti yang kami katakan sebelumnya, sebagian besar Nama Ilahi (termasuk nama Shad-dai) tidak boleh diucapkan di luar kondisi yang diatur secara ketat. Namun, kaum Kabbalis sering menggunakan teknik "menelan Nama", yaitu, mengucapkannya dalam hati. Rabi Moses Cordovero menyatakan bahwa:

Jika seseorang ingin mengucapkan Nama (setelah mencapai semua tingkat prasyarat asketisme dan kesalehan – AP) ia harus melakukannya dengan mulut tertutup, sehingga tidak ada udara yang keluar dari mulutnya. Seharusnya tidak disuarakan sama sekali, tetapi hanya diucapkan dengan laring dan lidah. Di antara para inisiat, metode ini dikenal sebagai "menelan" Nama Tuhan.

Teknik serupa mungkin sangat baik digunakan dengan nama Shad-dai dalam kasus mezuzah.

Pada Abad Pertengahan, ketika Kabbalah praktis sangat populer, mezuzah diperlakukan oleh beberapa orang sebagai jimat. Ini dinyatakan dalam prasasti Kabbalistik pada perkamen dengan nama Malaikat dan heksagram. Banyak otoritas kerabian pada waktu itu memandang dengan toleran pada praktik-praktik semacam itu. Jadi, Rabi Eliezer b. Samuel dari Metz(15) melaporkan bahwa:

[Ini adalah] praktek umum untuk menambahkan segel dan nama-nama Malaikat tertentu di akhir ayat-ayat kitab suci yang terkandung dalam mezuzah demi peningkatan keamanan rumah. Ini tidak diperintahkan atau dilarang; itu hanya berfungsi sebagai perlindungan tambahan.

Sebuah mezuzah dari koleksi Elkanan Adler, seperti yang dilaporkan oleh Gershom Scholem, memiliki hingga dua belas heksagram. Beberapa otoritas yang berpikiran mistis bahkan bersikeras untuk menambahkan mezuzah seperti itu.

Namun, ketika praktik ini terjerumus ke dalam penyalahgunaan sedemikian rupa sehingga berbagai nama dan stempel sebenarnya dimasukkan dalam teks mezuzah di antara ayat-ayat kitab suci, sehingga secara halakha(16) membatalkan mezuzah, Maimonides bangkit untuk menentang keras praktik tersebut. Dia menulis:

Merupakan kebiasaan umum untuk menulis [nama Tuhan,] Shad-dai, di bagian luar mezuzah di seberang ruang kosong yang tersisa di antara dua bagian. Tidak ada kesulitan dalam hal ini, karena [penambahan dilakukan] di luar.

Namun, mereka yang menulis nama-nama malaikat, nama-nama suci lainnya, ayat-ayat, atau bentuk-bentuk, di bagian dalam [mezuzah] termasuk di antara mereka yang tidak memiliki bagian di Dunia yang Akan Datang. Orang-orang bodoh ini tidak hanya meniadakan mitzvah, tetapi lebih jauh lagi, mereka membuat mitzvah agung ([yang mencerminkan] kesatuan nama Yang Kudus, terpujilah Dia, cinta-Nya, dan pelayanan-Nya) jimat untuk keuntungan mereka sendiri. Mereka, dalam konsepsi bodoh mereka, berpikir bahwa ini akan membantu mereka mengenai kesia-siaan dunia.

Sehebat kekuatan pelindung mezuzah, kami mengamati mitzvah ini sebagai perintah Taurat lainnya, hanya karena itu adalah kehendak Tuhan. Kami menempelkan mezuzah ke tiang pintu kami bukan karena itu akan melindungi kami, meskipun pasti akan, tetapi karena Tuhan memerintahkan kami untuk melakukannya dalam Taurat suci-Nya.

Harus diklarifikasi bahwa Maimonides tidak mempermasalahkan properti pelindung mezuzah, juga tidak keberatan dengan penggunaan tambahan itu untuk tujuan ini saja, seperti yang dilakukan selama masa Mishnah, dan kadang-kadang bahkan sekarang. Dia sangat menentang praktik yang secara halakha membatalkan mezuzah dengan menyisipkan tulisan-tulisan asing dalam teks mezuzah, yang harus persis seperti yang muncul dalam Taurat, apa pun tujuan dari tulisan-tulisan ini. Lebih jauh, ia keberatan dengan pandangan merendahkan mitzvah mezuzah sebagai jimat belaka, karena mitzvah ini, meskipun tujuan utamanya adalah perlindungan, tetap saja jauh lebih kaya dalam makna multifaset dan maknanya yang beragam.

Sastra Kabbalah dan cerita rakyat Yahudi berlimpah dengan cerita gilgulim (perpindahan jiwa, metempsikosis), dibbuks (kerasukan oleh roh), dan eksorsisme. Praktik yang umum adalah mencegah roh atau jiwa pengembara memasuki rumah atau penghuninya dengan menempatkan mezuzoth di pintu. Dalam satu catatan yang terdokumentasi dengan baik, Rabi Isaac Luria (Ari-zal)(17) mengirim muridnya Rabi Chayim Vital(18) untuk menyelidiki kasus dibbuk, dan menginstruksikannya untuk memeriksa mezuzoth. Ternyata rumah itu tidak memiliki mezuzoth sama sekali. Setelah menempelkan mezuzoth, roh itu berhenti muncul.

Pada zaman kuno itu adalah kebiasaan Yahudi yang tercatat dalam Mishnah, Talmud dan Midrash untuk membawa mezuzah di tongkat untuk perlindungan. Sudah menjadi kebiasaan di antara orang-orang Yahudi Sefardik untuk membawa perkamen mezuzah ke gedung pengadilan selama persidangan dan memberikannya kepada wanita yang sedang bersalin. Saat ini, kebiasaan ini hidup di komunitas Sefardik dan Chasidik. Lubavitcher Rebbe keenam, Rabi Joseph Isaac Schneersohn, biasa menyimpan mezuzah di mejanya setiap saat. Putrinya, Rebetzin Chaya Moushka, istri Rebbe ketujuh dari Lubavitch, Rabi Menachem Mendel Schneerson, biasa menyimpan mezuzah di kompartemen sarung tangan mobilnya. Rebbe sendiri menyimpan mezuzah di atas meja selama audiensi pribadi. Jika audiensi berlangsung di luar kantornya, Rebbe pasti akan membawa mezuzah bersamanya. Rupanya, tradisi ini kembali ke Chabad Rebbe pertama, Rabi Schneur Zalman dari Liadi, “yang selalu memiliki mezuzah yang tergeletak di dekatnya untuk dilihat untuk mengingat Tuhan, seperti yang tertulis:

Saya telah menetapkan Tuhan di hadapan saya selalu. (Mazmur 16 : 8)”

Dalam salah satu surat Rebbe, dia merekomendasikan kepada korespondennya, yang mengeluhkan mimpi buruk, untuk menyimpan mezuzah kosher di dekat tempat tidurnya. Kepada koresponden lain yang menderita migrain, Rebbe menyarankan agar dia menyimpan mezuzah kosher yang dibungkus kain dengannya setiap saat (selain Shabbath saat membawa ke luar dilarang) menjanjikan bahwa itu akan meningkatkan kesehatannya.

Mudah dipahami bahwa mezuzah yang tidak kosher tidak memiliki kualitas pelindung apa pun. Oleh karena itu ketika, Tuhan melarang, seseorang sakit atau kemalangan lainnya menimpa, hal pertama (setelah menelepon 911(19)) adalah memeriksa mezuzoth di rumah. Ini sudah menjadi kebiasaan orang Yahudi sejak dahulu kala. Jika beberapa mezuzoth ternyata tidak kosher atau statusnya diragukan, sebaiknya segera diperbaiki jika memungkinkan, atau diganti dengan mezuzoth kosher yang baru.

Kisah yang tak terhitung jumlahnya diceritakan dan diceritakan kembali dalam cerita rakyat Yahudi tentang orang-orang yang menjadi sehat, mendapatkan kembali pekerjaan yang hilang, dan tentang wanita mandul yang menjadi ibu, setelah memperbaiki atau mengganti mezuzoth yang tidak kosher. Beberapa dari cerita ini telah didokumentasikan dan diterbitkan.

Footnote (Catatan Kaki) :

1. Mechilta adalah Midrash halachic pada Keluaran – kumpulan interpretasi eksegetis, ayat demi ayat, dari hukum yang ditemukan dalam teks Keluaran. Mechilta de-Rabbi Ismael, dikaitkan dengan Tanna R. Ismael, disusun di Eretz Israel, kr. Abad IV Masehi. Mechilta de-Rabbi Shimon ben Yochai disusun oleh sekolah Tanna Rabbi Shimon ben Yochai di Eretz Israel pada periode gaonik, abad V Masehi
2. Onkelos adalah penulis terjemahan Taurat yang terkenal ke dalam bahasa Aram yang termasuk dalam sebagian besar edisi standar Taurat.
3. Ada diskusi dalam Talmud (Sanhedrin 71a) apakah putusan seperti itu pernah dikeluarkan (seperti pendapat Rabi Jonathan), atau itu adalah konsep teoretis murni yang dimaksudkan untuk mencegah kejadian seperti itu (seperti yang diajarkan oleh Rabi Eliezer).
4. Shulchan Aruch – “Tabel yang Disiapkan”, Kode hukum yang ditulis oleh Joseph Caro (1488-1575) yang merupakan sinopsis, ringkas dan tanpa sumber, dari penulis Beth Yosef, sebuah komentar tentang karya halachic sebelumnya Arbaah Turim dari Jacob ben Asher (1269-1340). Itu diterima sebagai Kode Hukum dan sumber referensi utama untuk aturan halachic dalam kehidupan Yahudi.
5. Beth Yosef, magnum opus tentang perkembangan Hukum Yahudi, Halachah. Ditulis oleh Rabi Joseph Caro (1488-1575) selama periode 20 tahun 1522-1542 dan pertama kali diterbitkan dalam komentar tahun 1555 tentang Kode Arbaah Turim dari Rabbi Jacob ben Asher (1270-1340). Shulchan Aruch, intisari dari Beth Yosef yang ditulis oleh penulisnya, menjadi Kode Hukum Yahudi superior, diterima di seluruh dunia Yahudi.
6. Mazmur 121. Ayat 3: Dia yang menjagamu tidak akan terlelap; Ayat 4: Dia yang menjaga Israel; Ayat 5: Yang Kekal adalah penjagamu; Ayat 7: Yang Kekal akan menjagamu dari segala kejahatan; Dia akan menjaga jiwamu; Ayat 8: Yang Kekal akan menjaga keluarmu.
7. Recanati, Menachem ben Benjamin (XIII) Kabbalis Italia, penulis Ta'amei ha-Mitzvoth, penjelasan mistis tentang Perintah-Perintah. Juga menulis komentar tentang kitab suci, Perush, Perush ha-Tefiloth dan karya-karya lainnya.
8. Nama Shad-dai, menurut Rav Saadia Gaon, harus diterjemahkan sebagai Yang Mahakuasa atau Yang Mahakuasa, seperti dalam ayat: “Aku menampakkan diri kepada Abraham, Ishak, dan Yakub sebagai Tuhan Yang Mahakuasa (El Shad-dai)” (Keluaran 6:3). Dalam bahasa asli, nama ini diucapkan sebagai Shakkai.
9. Mordekhai ben Hillel ha-Cohen (c. 1240 - 1298), otoritas Rabbinik Jerman, penulis kompendium Talmud Mordekhai yang terkenal.
10. Rabi Meir ben Baruch dari Rothenburg, Maharam (c. 1215 - 1293), tosafist Jerman yang terkenal, rabi, otoritas halachic dan pemimpin komunitas. Penulis komentar untuk 18 traktat Talmud, banyak karya halachic dan puisi liturgi.
11. Rabi Moses Cordovero, Ramak (1522 - 1570), salah satu Kabbalis terkemuka Safed, guru Rabi Isaac Luria, Ari-zal. Dalam buku-buku utamanya Pardes Rimonim dan Elimah Rabbati, dia mensistematisasikan Kabbalah pra-Lurianik. Juga menulis komentar tentang buku Zohar, risalah kabbalistik-etis Tomer Devorah dan lain-lain.
12. Rabi Judah Loewe (Low, Liwa, Loeb) ben Betzalel (c. 1525-1609), Maharal Praha yang terkenal. Sarjana besar, otoritas Talmud, mistikus, kepala rabi Praha, ahli matematika. Seorang penulis yang produktif, ia menulis banyak buku, di antaranya Tifereth Yisrael, Netzach Yisrael dan Gevurath Hashem. Dikenal sebagai pencipta Golem, android, manusia buatan yang diciptakan oleh ramalan Kabbalistik.
13. Rabi Ephraim Solomon ben Aharon Luntschitz (1550 – 1619) rabi, pengkhotbah dan komentator alkitabiah, penulis Keli Yakar, komentar homiletik populer tentang Pentateuch.
14. Orang Suci
15. Rabi Eliezer b. Samuel dari Metz (c. 1115 - c. 1198). Otoritas Tosafist dan Rabbinic, penulis Sefer Yere'im, eksposisi halachic dari 613 perintah, dan komentar pada beberapa traktat Talmud.
16. Menurut Hukum Yahudi, “Halachah”, sebagaimana didefinisikan dalam Mishnah dan Talmud dan digambarkan lebih lanjut dalam tanggapan para rabi.
17. Rabi Ishak b. Solomon Ashkenazi Luria (Ari-zal - singa suci, Godly Rabbi Isaac, o.b.m.) (1534 - 1572), Kabbalis terkemuka Safed. Dia mengungkapkan ajaran sistematis Kabbalah yang menjelaskan Zohar dengan cara yang koheren. Dia juga mengajarkan Kabbalah meditatif (penyatuan dan niat dalam doa) dan Kabbalah praktis (melalui persekutuan mistik dengan jiwa Tzadikim). Dia meletakkan dasar untuk pengembangan masa depan Kabbalah dan Chasidisme.
18. Rabi Chayim b. Joseph Vital (1543 - 1620), seorang Kabbalis hebat, murid utama Ari-zal, menulis Eitz Chayim (Pohon Kehidupan), buku utama Lurianic Kabbalah, serta sebagian besar buku lain yang secara kolektif disebut Kithvei haAri- zal (Tulisan Ari-zal).
19. Kebetulan, angka ini, 911, adalah jumlah dari 713 huruf, 170 kata dan 22 baris dalam mezuzah bersama dengan 6 huruf dari kata Ibrani mezuzoth, ketika dieja Mem, Zayin, Vav, Zayin, Vav, Tav seperti dalam Ulangan 9



(Referensi : Chabad.org)





























Share:

Kategori

Kehidupan Setelah Kematian

Konser Musik Yahudi

Video Belajar Taurat

Kebahagiaan di Bulan Adar

Pages