• Purim

    Purim adalah Hari Raya yang penuh Kebahagiaan dan Sukacita

  • Pesach atau Paskah

    Paskah 2022 akan dirayakan dari 15 April - 23 April

  • Pesach atau Paskah

    Pesach berarti Melewati ketika Tuhan melewati rumah Yahudi di Mesir ketika membunuh anak Sulung di Mesir

  • Pesach atau Paskah

    Pesach dibagi menjadi dua Hari Raya itu sendiri di awal dan akhir dan hari perantara yang disebut Chol Hamoed

  • Pesach atau Paskah

    Pesach juga berarti tidak ada Chametz di rumah kita

Halacha kebersihan tempat yang digunakan untuk tujuan suci

בס״ד

Halacha kebersihan tempat yang digunakan untuk tujuan suci



1. Adalah tertulis (Ulangan 23:14-15) "ketika Anda duduk meningalkan rumah, Anda akan menggali dengannya, dan harus kembali dan menutupi apa yang berasal dari Anda. Karena Hashem, Tuhanmu, berjalan di tengah-tengah perkemahanmu, untuk membebaskanmu, dan untuk menyerahkan musuhmu di hadapanmu; oleh karena itu kemahmu harus kudus; bahwa Dia tidak melihat hal yang tidak pantas dalam dirimu, dan berpaling darimu." (*catatan dari penulis blog : ini berbicara tentang buang air besar) Dari sini Rabi-rabi besar kita yang hidup dimasa lampau, memori yang diberkati, menyimpulkan bahwa kapanpun Hashem Tuhan kita berjalan dengan kita, ketika kita sibuk di dalam tugas kudus, seperti contoh membaca doa Shema, sedang belajar Taurat, dan sejenisnya, maka tempat sekeliling Anda harus kudus, jadi tidak ada tinja yang terbuka didapati disana, dan tidak ada yang tidak pantas yang terlihat kepada siapapun yang sedang beribadah. 

2. Dilarang bahkan untuk berfikir segala sesuatu yang kudus di tempat dimana didapati tinja atau air kencing, atau segala sesuatu yang menghasilkan bau busuk, (*seperti contoh : sampah), kecuali kalau ditutupi, seperti dikatakan (Ulangan 23:14) "dan harus kembali dan menutupi apa yang berasal dari Anda." Dia bisa menuangkan satu liter air ke cairan dari air kencing, dan tidaklah penting apakah air kencing di dalam bejana awalnya dan air bersih dituang atasnya, atau air bersih di bejana pertama. Bagaimanapun, jika air kencing berada pada jambangan khusus untuk buang air kecil, penuangan air keatasnya adalah tidak berguna, untuk dua kali buang air kecil, dua liter air dibutuhkan, dan seterusnya. Bahkan jika air kencing menjandi terserap di tanah atau di baju, selama masih ada sisa kelembaban, air bersih harus dituangkan atasnya. 

3. Jika tinja didapati dibagian tubuh, meskipun tertutupi oleh bajunya, dia tidak diijinkan untuk mengucapkan segala sesuatu yang kudus; seperti tertulis (Mazmur 35:10) "Semua tulangku akan berkata: 'Hashem, yang seperti Engkau;"  maka dari itu seluruh tubuhnya harus bersih. Beberapa poskim sedikit toleran terhadap hal ini, tetapi adalah sepatutnya untuk mengikuti opini yang lebih ketat. Jika ada partikel kecil dari tinja di area dubur, meskipun tertutup, seluruh opini setuju jika penutup tidak berguna, karena tinja didapati di tempat asal lebih menjijikan. 

4. Kapanpun didapati keraguan tentang keberadaan hal yang najis, kita harus tidak mengucapkan kata kudus, sebelum meneliti tempat disekeliling. Adalah dilarang untuk berdoa di dalam rumah yang mana didalamnya ada kotoran berbau busuk di loteng. 

5. Kita harus menjauhi, ketika sedang berdoa, dari tinja dan air kencing dari bayi yang telah mampu untuk makan seukuran buah zaitun, dari roti, bahkan ketika telah dimasak, dalam ruang waktu ketika orang dewasa bisa makan sepotong roti. Adalah lebih baik, bagaimanapun, untuk menjauhi tinja dari bayi yang berumur delapan hari. (*seperti contoh zaman sekarang : jauhi popok bayi ketika sedang berdoa)

6. Ketika berdoa, kita harus tetap menjaga jarak dari tinja manusia, bahkan ketika tidak berbau, dan dari tinja kucing, burung, ayam, semua binatang peliharaan dirumah. Ketika binatang ini tinjanya tidak berbau, tidak diharuskan untuk mengangkatnya, jika berbau maka harus disingkirkan. kita harus menjauhi semua yang berbau busuk, yang sedang membusuk, seperti bangkai, dan sejenisnya. Kita harus menjauhi kandang ayam, got berbau busuk, air rendaman jerami, yang biasanya berbau busuk. Kita harus menjaga jarak dari segala sesuatu yang disebut diatas sama seperti tinja. 

7. Ketika tinja menjadi kering yang mana menjadi hancur ketika bergulir, itu dianggap seperti tanah, tidak lagi menghasilkan bau busuk. Tetapi tinja beku, yang mana akan kembali ke bentuk awal ketika cuaca lebih hangat, masih menghasilkan nama asli. Tinja yang tertutup salju, dianggap sebagai tertutup yang absah. 

8. Seberapa jauh kita menjauhi Tinja? (agar diperbolehkan untuk mengucapkan kata kudus?) Jika tinja berada di halaman belakang, dia harus menyingkirkan sejauh jarak 1,83 meter dari jarak asal diamana bau berasal dan bau lenyap; bahkan jika dia tidak mencium bau itu lagi, dia harus menjaga jarak yang sama. Bagaimanapun, jika tidak memiliki bau yang busuk, tetap harus menjauhkan sejarak 1.83 meter dari tempat asal ditemukan. Jika hal najis didapati didepannya, dia harus menyingkirkan sampai tidak terlihat lagi. Bahkan di malam hari, dia harus menyingkirkan seperti pada siang hari. Meskipun kotoran ada disampingnya, dia harus menjaga jarak sama seperti ketika kotoran ada didepannya, dia harus berputar sehingga kotoran itu dibelakang. 

9. Jika tinja didapati dirumah dimana komunitas dari orang berdoa, Chasan (pemimpin doa) harus berhenti berdoa sampai tinja ditutupi atau disingkirkan. ini benar bahkan hal najis terdampar dibelakangnya, dan lebih dari 1,83 meter dari tempat dimana bau busuk hilang, karena tidak mungkin setidaknya ada satu pendoa di komunitas berjarak 1,83 meter dari tempat dimana bau busuk hilang, dan pendoa ini tidak diijinkan untuk mendengarkan dan berkosentrasi dari Chasan melafalkan. 

10. Jika  seseorang mendapati tinja setelah dia telah selesai berdoa, maka, jika ada tanah yang dicurigai tempat itu mengandung tinja, sebelumnya dia gagal membaui untuk menyelidiki kemungkinannya, doanya sejauh Shemoneh esreh (doa yang sunyi senyap, *maksudnya adalah : tidak diucapkan dengan lantang tetapi berbisik dengan suara sangat kecil hampir tidak terdengar) sebagai ganti dari korban, seperti ayat (Amsal 21:27) "Pengorbanan orang jahat adalah kekejian," dapat diterapkan pada doa orang ini, dan dia harus mengulangi Shemoneh esreh. Dia juga harus mengulangi doa Shema jika ini kasusnya, sejak membacanya adalah Perintah Ilahi. Bagaimanapun, dia harus menghilangkan doa sebelum dan sesudah Shema; tidak juga harus mengulang doa atau Birkat Hamazon (doa berkat setelah makan), dibaca ditempat seperti itu. Jika, meskipun begitu, tidak ada tempat yang dicurigai mengandung tinja, dia harus menuntaskan kewajibannya, bahkan sejauh Shemoneh Esreh, untuk alasan bahwa dia tidak dianggap lalai. Jika air kencing ditemukan, bahkan ditempat dimana keberadaannya dicurigai, kewajibannya dituntaskan bahkan perihal Shemoneh Esreh, menjadi pasca fakta. 

11. Jika seseorang buang angin (*mohon maaf, maksudnya kentut), dia dilarang untuk mengucapkan segala sesuatu yang kudus, sampai bau busuknya hilang; sama dalam kasus dimana baunya menggangu teman di sebelahnya. Tapi jika dia sedang belajar Taurat, dia harus tidak menyela pembelajarannya, karena bau busuk yang dikeluarkan teman disebelahnya. 

12. Kita harus menjauhi kakus (ketika berdoa), bahkan ketika tertutup dengan penyekat (*pintu, dll) dan tidak mengandung hal najis. Bangku dimana dia biasa buang air besar, dianggap kakus, meskipun jambangan telah disingkirkan dan lubang ditutup dengan papan. Bangku, yang mana, harus setidaknya disingkirkan dari rumah, atau ditutup sepenuhnya. Bagaimanapun, jika kursi dibuat permanen untuk duduk diatasnya, dan ditutupi dengan bantalan untuk tujuan ini, tetapi kadang-kadang bantalan dipindahkan dan kursi dipakai untuk buang air besar, setelah yang mana bantalan dikembalikan ketempatnya, kursi seperti itu tidak dianggap kakus. 

13. Jambangan malam hari yang digunakan untuk tinja dan air kencing, terbuat dari keramik atau kayu, bahkan jika bersih dan tidak ada bau busuk, dianggap sebagai kakus. Bahkan jika air dituangkan kedalamnya atau dibalik, ditaruh dibawah ranjang, itu tidak ada gunanya; harus sebaiknya disingkirkan dari rumah atau ditutup sepenuhnya. 

14. Adalah dilarang untuk berbicara atau berfikir segala yang kudus didalam kamar mandi. Adalah dilarang untuk mengucapkan segala nama yang mana Yang Kudus, diberkatilag Dia, yang kita ketahui, apakah itu di rumah pemandian, gang kotor, bahkan ketika mengucapkan bahasa sekuler seperti Tuhan dalam bahasa Indonesia, God dalam bahasa Inggris, Gott dalam bahasa Jerman, Gusti dalam bahasa Jawa, dll. Dilarang untuk mengucapkan Shalom kepada teman di tempat pemandian, karena Shalom adalah salah satu nama dari Hashem, Yang Kudus, diberkatilah Dia, seperti tertulis (Hakim-hakim 6:24): "dan menyebutnya 'Hashem-shalom." Beberapa Poskim memiliki opini jika nama orang tersebut adalah Shalom, dia harus tidak menyapa dengan namanya di tempat yang disebut diatas. Poskim lain mengijinkannya, karena hanya memanggil orang tersebut dengan namanya. Kebiasaan umum lebih toleran dalam hal ini, tetapi orang yang takut akan Hashem harus memilih opini yang lebih ketat.

15. Adalah dilarang untuk berdikusi tentang Taurat atau mengucapkan segala sesuatu Kudus, dalam pandangan organ genital, baik itu miliknya sendiri atau orang lain, bahkan jika itu adalah bayi atau diatas bayi perempuan atau laki-laki.  Hanya diijinkan jika itu adalah Brit Milah (Sunat). Hanya jika matanya tertutup, tidak untuk melihat tidak cukup, sejak itu didepannya; tapi dia harus memalingkan wajah dan tubuh darinya. 

16. Tubuh wanita yang terbuka yang biasanya tertutup; jika itu selebar tangan (10 cm) adalah sama dengan genital organ; dan rambut dari wanita yang telah menikah harus ditutup, diperlakukan sama dengan tubuh. Tidak masalah apakah istrinya sendiri atau wanita lainnya. Bagaimanapun, ketika terbuka dihadapan sesama wanita, tidak dianggap telanjang. Wanita yang bernyanyi sejenis telanjang (sebagai hal pembacaan Shema,dll). Bagaimanapun, ketika pria mendengar wanita bernyanyi, dan dia tidak mampu menghentikan wanita tersebut, dia tidak seharusnya, oleh karena itu, menahan diri dari pembacaan Shema, Shemoneh Esreh, atau belajar Taurat, tapi dia harus berkosentrasi atas subyek kudus yang mana dia disibukan dan tidak menghiraukan pada nyanyian wanita tersebut.

17. Jika dalam hati orang tersebut (*maksudnya membayangkan) memandang organ genital (jika tidak ada baju yang memisahkan antara atas dan bawah), dia tidak diijinkan untuk mengatakan segala sesuatu yang kudus, meskipun ketelanjangannya ditutup. Dia harus setidaknya memakai celana panjang kencang ketubuhnya, memakai sabuk ikat pinggang, atau taruh tali seperti sabuk diantara lengannya untuk membuat pemisahan antara hati dan organnya. Bagi wanita tidak diperlukan melakukan ini. 


Sumber : Buku Kitzur Shulchan Aruch    

Share:

Liturgi dari Birkat HaTorah

בס״ד

Liturgi dari Birkat HaTorah 



A. Birchat Hatorah terdiri dari tiga berkat:

1. Berkat "Al Divreiy Torah". (Berkat ini dianggap sebagai Birchat Hamitzvah, sama seperti seseorang membacakan berkat sebelum setiap Mitzvah.)

2. Berkat dari "Viharev Na". (Berkat ini dianggap sebagai Birchat Hanehnin, seperti halnya seseorang membacakan berkat sebelum setiap kali menikmati kesenangan.)

3. Berkat dari "Asher Bachar Banu". [Berkat ini dianggap sebagai Birchat Hashevach, sama seperti seseorang memuji Hashem selama berkat pagi. Berkat ini dianggap yang terbesar dari ketiganya.]

B. Mengucapkan “Vetzetzaeiy Tzetzaeiynu” atas berkat Viharev Na:

Ada yang secara khusus mengatakan "Vetzetzaeiy Tzetzaeiynu" dalam berkat Veharev Na. Ini dilakukan untuk memohon kepada Tuhan agar juga anak-anak mereka belajar Taurat dengan setia, karena ketika anak cucu menjadi sarjana Taurat, dijamin pelajaran Taurat tidak akan pernah berhenti dari keturunannya. Namun demikian, tidak ada kebutuhan nyata untuk melafalkan ini, karena bagaimanapun juga semua keturunan seseorang termasuk dalam permintaan awalnya “agar Taurat tidak berhenti dari Tzetzaeiynu (keturunan kita)”. [Dalam Siddur dialek mengikuti pendapat terakhir ini dan hanya Tzetzaeiynu yang dibacakan, sedangkan Tzetzaei dihilangkan.]

C. "Al Divrei" versus "Laasok":

Nussach (tradisi) dari berkat tersebut adalah “Asher Kidishanu Bemitzvosav Vetzivanu Al Divreiy Torah”. Namun ada juga yang terbiasa mengucapkan “Laasok Bedivrei Torah”.

D. Bolehkah seorang Gerim membaca berkat “Asher Bachar Banu”?

Ya.

Melafalkan kata-kata Anachnu Vitsetzaeiynu dengan konsentrasi tinggi:

Setelah melafalkan kata-kata yang mewariskan dari Hashem untuk melimpahkan pembelajaran Taurat kepada keturunan kita, seseorang harus menambahkan konsentrasi dan doa. Ini juga berlaku saat membaca doa untuk keturunan kita atas berkat Ahavat Olam dan Uva Letziyon. Seorang ayah dan ibu harus selalu menambahkan dalam doa agar anak-anaknya menjadi pelajar Taurat, Tzaddikim dan memiliki karakter yang baik.


Sumber : Sulkan Aruk Harav



Share:

Halacha Elokai Neshama (Birkat Hashachar/Berkat di pagi hari)

 בס״ד

Halacha Elokai Neshama




Alasan mengapa kami mengucapkan berkat:
Elokai Neshama adalah berkat ucapan syukur kepada Hashem karena telah mengembalikan jiwa seseorang kepadanya saat bangun pagi.

Mengapa Elokai Neshama tidak dimulai dengan doa berkat? Berkat syukur tidak dimulai dengan berkat pembuka. Karena Alasan inilah Elokai Neshama tidak dimulai dengan doa berkat.
Membaca berkat Elokai Neshama segera setelah Asher Yatzar:
Adalah tepat untuk melafalkan berkat Elokai Neshama segera setelah membaca berkat Asher Yatzar. (Jadi segera setelah mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi saat bangun tidur seseorang harus mengucapkan tiga berkat Netilat Yadayim, Asher Yatzar, dan Elokai Neshama. Seseorang yang membuat jeda antara Asher Yatzar dan Elokai Neshama menyebabkan noda besar di dunia spiritual.)

Seseorang yang bangun sebelum fajar dan berencana untuk kembali tidur: Jika seseorang terbangun (di tengah malam, bahkan lewat tengah malam) dan mengetahui bahwa dia akan kembali tidur, tidur untuk kedua kalinya, dia harus mengucapkan berkat Elokai Neshama tanpa kalimat penutup "Diberkatilah Engkau Hashem ...". Ketika dia bangun di pagi hari dia mengulangi doa berkat Elokai Neshama dengan kalimat penutup “Diberkatilah Engkau Hashem…“. (Jika seseorang mengucapkan seluruh berkat saat bangun pertama kali, maka ketika dia bangun kembali kemudian dia mengulangi berkat tersebut tanpa mengucapkan kalimat akhir dari “Terpujilah Tuhan…”. Jika seseorang tidak akan kembali tidur melainkan hanya tidur siang dia harus mengucapkan seluruh berkat setelah pertama kali, jika lewat tengah malam.)

Membaca Hamapil sebelum kembali tidur untuk kedua kalinya:
Sebelum kembali tidur untuk kedua kalinya seseorang harus mengulangi berkat Hamapil tanpa menyebutkan nama Tuhan di kalimat pembuka (yaitu. Baruch Hamapil Chevlei) dan tanpa mengucapkan kalimat penutup “Diberkatilah Engkau Hashem…”.

Apakah seseorang membaca doa berkat Elokai Neshama jika dia tidak tidur di malam hari?

Putusan Siddur: Jika seseorang tidak tidur sepanjang malam, atau tidur kurang dari 60 napas (yaitu. tiga puluh menit) maka seseorang tidak membaca doa berkat Elokai Neshama. (Jika seseorang ragu apakah dia tidur selama 60 napas maka dia membaca doa berkat tanpa nama Hashem.)

Kebiasaan Chabad: Kebiasaan yang diterima, tersebar luas, di antara Chabad Chassidim adalah melafalkan doa berkat Elokai Neshama bahkan jika seseorang tidak tidur malam sebelumnya. (Berkat harus diucapkan setelah Alot, segera setelah mencuci tangan dengan berkat.) Tanya Jawab Apakah seseorang melafalkan Elokai Neshama jika dia tidur di siang hari? Tidak.
Jika seseorang terbangun di tengah malam dan berencana untuk segera kembali tidur, dia harus mengucapkan Elokai Neshama dan Hamapil tanpa berkat penutup?
Contoh: Seseorang bangun untuk menggunakan kamar mandi atau mendiamkan bayi yang menangis, haruskah mereka mengucapkan doa berkat Elokaiy Neshama dan Hamapil tanpa doa berkat penutup?
Tidak. Kewajiban untuk melakukannya hanya pada saat bangun dengan niat untuk tetap terjaga selama beberapa waktu sebelum kembali tidur, seperti membaca Tikkun Chatzot atau belajar Taurat.

Jika seseorang secara tidak sengaja berbicara setelah mengatakan Asher Yatzar, apakah dia masih harus segera melafalkan doa berkat Elokai Neshama?

Ya, dia segera berhenti berbicara dan langsung mengatakannya.

Apakah seseorang harus melafalkan berkat Hamavir Sheina saat bangun pertama kali?
Tidak. Namun ada Poskim yang mengharuskan seseorang untuk mengatakannya tanpa nama Hashem saat bangun pertama kali, dan ketika dia bangun untuk kedua kalinya dia harus mengatakannya dengan nama Hashem.
Nussach:
Membuat jeda antara Elokai dan Neshama:
Seseorang diharuskan membuat sedikit jeda antara kata Elokai dan Neshama sehingga tidak terdengar seperti seseorang mengatakan bahwa jiwanya adalah Tuhannya. (Rebbe Rashab juga akan membuat jeda antara kata Tehora Hi dan Ata Barata dan antara kata Ata Barata dan Ata Yatzarta.)

Tehora Hi: Di ​​Siddur Admur tertulis kata Tehora Hi. Namun beberapa menghilangkan kata Hi. Percikan Chassidus:
Turunnya jiwa:
Doa Elokai Neshama mengacu pada turunnya jiwa Yahudi di bawah ke dalam tubuh. Neshama pertama kali dimulai di dunia Atzilus. Di tingkat ini Neshama ditemukan dalam kesatuan penuh dengan Ketuhanan, murni dan halus, sebelum turun ke bawah. Itu disebut dalam kata-kata "Tehora Hi". Neshama kemudian mulai turun ke dunia Beriya, Yetzira dan Assiya. Ini dirujuk dalam kata-kata “Ata Barata (Beriya); Ata Yatzarta (Yetzira); Ata Nafachta Bi (Assiya)”. Turun ke dalam tiga dunia spiritual ini, yang satu lebih rendah dari yang lain, mempengaruhi perubahan yang diperlukan untuk menjadi tertanam dalam jiwa hewani dan tubuh fisik.

Mengembalikan jiwa ke penyatuan dengan Tuhan:
Alasan orang bijak melembagakan bahwa doa ini diucapkan di awal Birchat Hashachar, sebelum berdoa, adalah karena itu mewakili Mesirut Nefesh jiwa sepanjang hari. Dalam doa ini kami menyatakan bahwa “Engkau memberiku jiwa… dan Engkau akan mengambilnya dariku di masa depan”. Ini berarti menyatakan bahwa karena Anda telah memberi saya jiwa dan pada akhirnya akan mengambilnya kembali, maka saya sekarang akan mulai mendedikasikannya dan menyerahkannya kepada Anda, untuk menyatukannya dalam penyatuan Anda. Ini akan dicapai dengan mengikat pikiran saya dengan pikiran Anda dan ucapan saya dengan ucapan Anda, melalui huruf-huruf Taurat dan doa. Dengan persiapan menyerahkan jiwa kepada Hashem inilah kita memulai Birchat Hashachar.


Sumber : Sulkan Aruk Harav


Share:

Halacha Asher Yatzar (mencuci tangan setelah memakai kamar mandi)

בס״ד

 Halacha Asher Yatzar

(membaca berkat Asher Yatzar setelah keluar dari kamar mandi)



Kurangnya konsentrasi mungkin membatalkan berkat:

Jika seseorang tidak memahami kata-kata dalam doa berkat atau memikirkan hal-hal lain saat membacanya, menurut beberapa pendapat dianggap seolah-olah dia tidak membaca doa berkat sama sekali dan karenanya diharuskan mengulangi doa berkat. Ini berlaku bahkan jika dia mengucapkan doa berkat dalam bahasa Ibrani. Praktisnya, seseorang tidak boleh mengulang-ulang doa berkat, meskipun pada awalnya harus sangat berhati-hati untuk berkonsentrasi saat membaca doa berkat.

Membaca setiap kata dengan penuh perhatian:

Salah satunya adalah mengucapkan setiap kata doa berkat Asher Yatzar dengan konsentrasi, mengingat kebaikan besar yang dilakukan Hashem terhadap manusia, seperti yang dijelaskan di atas.

Segula untuk penyembuhan dan penyembuhan preventif:

Pelafalan/pengucapan Asher Yatzar dengan konsentrasi yang tepat adalah Segula yang baik untuk penyembuhan penyakit. Dalam kata-kata Seder Hayom: “Jika seseorang lengkap dalam atributnya dan dia dengan hati-hati mengucapkan kata-katanya, dia tidak akan sakit sepanjang hari dan tidak akan pernah membutuhkan dokter. Tentu saja, maka seseorang harus mengucapkan doa berkat dengan konsentrasi yang kuat dan pikiran yang lengkap kepada penyembuh semua tubuh.”

Tidak melakukan Melacha (pekerjaan) sambil mengucapkan doa berkat:

Salah satunya adalah tidak melakukan tindakan apa pun yang membutuhkan konsentrasi saat membaca Asher Yatzar. Seseorang bahkan tidak mempelajari Taurat sambil membacanya, karena semua doa berkat pada awalnya membutuhkan konsentrasi menurut semua poskim. Ini berlaku dengan semua doa berkat.

Apakah boleh mengucap doa berkat saat seseorang mengeringkan tangannya?

Jika tidak mengganggu konsentrasi membaca Asher Yatzar maka boleh dilakukan. Namun, beberapa Poskim bersikap tegas dalam hal ini bahkan dalam kasus seperti itu. Demikian juga, beberapa menghindari membaca doa berkat sampai tangan kering seperti yang akan dijelaskan.

Arti dari berkat Asher Yatzar:

Dialek pemberkatan Asher Yatzar tercatat dalam Traktat Brachos 60b. Rishonim membahas makna di balik kata-kata berbeda yang dinyatakan dalam berkat ini. Ada sejumlah variasi dialek doa berkat. Arizal menulis bahwa berkat ini berisi 45 kata, dan ini adalah dialek yang diikuti dalam Siddur.

בחכמה/Bichochma: Kata Bichochma diucapkan karena penciptaan manusia melibatkan kebijaksanaan yang menakjubkan. Atau, itu dibacakan karena kebijaksanaan agung yang terlibat dalam Hashem menciptakan tubuh sedemikian rupa sehingga jiwa di dalam tubuh tidak melarikan diri melalui banyak lubang yang dikandungnya. Atau, itu dibacakan karena kebijaksanaan yang terlibat dalam Hashem pertama kali menciptakan rezeki manusia [pada 5 hari pertama penciptaan] dan baru setelah itu dia menciptakan manusia [pada hari keenam]. [Atau, itu dibacakan karena Hashem menciptakan manusia dengan kebijaksanaan, berbeda dengan binatang.]

נקבים נקבים חלולים חלולים /Nikavim Nikavim, Chalulim Chalulim: Hashem menciptakan banyak lubang [Nikavim] seperti mulut, lubang hidung, anus. Dia juga menciptakan banyak anggota tubuh berongga [Chalulim] seperti jantung, perut, dan usus.

שאם יסתם אחד מהם/Sheim Yisasem: Ini mengacu pada mulut. Di antara Nikavim ada satu lubang, yaitu mulut, yang ketika di dalam rahim ibunya tertutup dan ketika memasuki dunia terbuka. Jika itu tetap tertutup saat memasuki dunia, seseorang tidak akan bisa hidup bahkan untuk satu jam. Atau, ini mengacu pada semua lubang [Nikavim] seseorang. Seolah-olah anus dan uretra [Nikavim] menutup, maka akhirnya ketika batas tercapai seseorang tidak akan bisa hidup bahkan satu jam pun.

או אם יפתח אחד מהם/Im Yipaseiach: Ini mengacu pada perut dan usus [Chalulim] yang jika ditusuk tidak akan bisa bertahan. Atau, jika lubang-lubang ini terus-menerus terbuka sedemikian rupa sehingga seseorang terus-menerus buang air besar maka dia tidak akan bertahan hidup.

אפשר להתקיים/E-efshar Lihiskayeim: Nussach kami adalah untuk membaca: אפשר להתקיים .] Namun, yang lain membaca לעמוד לפניך.]

אי אפשר להתקיים/Rofei Chol Basar: Ini mengacu pada kemampuan untuk buang air kecil dan besar, seolah-olah kotoran itu akan tetap berada di tubuh seseorang untuk waktu yang lama akan membusuk di perutnya dan dia akan mati. Jadi, mengeluarkan kotoran adalah obatnya.

רופא כל בשר/Umafli Laasot: Tubuh mirip dengan termos yang diisi dengan udara dan oleh karena itu secara alami udara akan keluar jika ada lubang kecil yang tertusuk. Keajaiban tubuh adalah bahwa meskipun penuh dengan lubang, rohnya masih terjaga di dalamnya. Atau, keajaibannya adalah tubuh memisahkan nutrisi dari sisa makanan. Atau, adalah keajaiban Hashem bahwa ia menjaga jiwa seorang pria di dalam tubuhnya dan karenanya menghubungkan item spiritual dengan fisik, sehingga memungkinkan seseorang untuk tetap sehat. Karena alasan inilah kami mengatakan “penyembuh segala tubuh”.

Arti dari berkah menurut Kabalah

ברוך/Barukh: Ketika seseorang melafalkan kata “Barukh” dia bermaksud untuk menarik Neshama ke Keter.

אתה/Ata: Untuk menggambar Neshama ke Chochma.

השם/Hashem: Untuk menggambar Neshama ke Bina.

אלוקינו מלך העולם/Elokeinu Melech Haolam: Ini mengacu pada Tiferet.

אשר יצר את האדם בחכמה/Asher Yatzar Es Hadam Bichochmah: Bahwa dia menciptakan manusia dengan Chochma dari Atzilut.

נקבים נקבים חלולים חלולים/Nikavim Nikavim, Chalulim Chalulim: Lubang-lubang yang terus terbuka, seperti hidung dan mulut, mengacu pada saluran aliran Ilahi [dan Neshama] yang berjalan dari satu Sefira ke Sefira lainnya [sampai mencapai tujuannya di dunia ini]. Lubang-lubang yang biasanya tertutup dan hanya terbuka jika diperlukan, seperti uretra dan rektum, mengacu pada saluran eksternal yang lebih rendah dari pancaran spiritual yang mengalir ke Kelipa yang tidak murni.

שאם יסתם אחד מהם/Sheim Yisasem: Jika salah satu organ pernapasan menutup, seseorang akan langsung tersedak dan mati. Ini mengacu pada saluran di atas, bahwa jika mereka menutup Midot tidak akan menerima energi Ilahi mereka dan Neshama tidak akan turun ke bawah, sehingga menyebabkan kematian besar-besaran.

או אם יפתח אחד מהם/Im Yipaseiach: Jika usus terus-menerus terbuka untuk memungkinkan makanan mengalir keluar, seseorang tidak akan mempertahankan nutrisi apa pun dan akan mati. Ini mengacu pada saluran di atas, bahwa jika mereka terus-menerus terbuka, Kelipa akan menerima semua energi Ilahi, tidak membiarkan sisi kesucian dan kebaikan dipelihara darinya. Ini akan menyebabkan kematian di bawah. Ini mirip dengan dubur tempat Kelipa memelihara, bahwa jika makanan langsung masuk tanpa henti dan dicerna ke dalam tubuh, seseorang pasti akan mati.

ומפליא לעשות/Umafli Laasot: Hashem membuat keajaiban dalam penciptaan dengan menciptakan manusia dalam kemiripan dengan dunia Ilahi.

contoh kesaksian betapa doa Atzer Yatzar diperlukan :



Sumber Halacha : Sulkan Arukh Harav

Share:

Halakah Potong Rambut, Baju, Sepatu, dll

 בס״ד

Halakah Aturan Berbusana


1. Potongan Rambut

Seseorang tidaklah memotong rambut, atau memanjangkan rambutnya dengan cara yang biasa dilakukan oleh orang-orang non-Yahudi. Dengan demikian, seseorang tidak boleh menumbuhkan rambut gimbal, atau ekor kuda, atau memotong rambut Mohawk [atau jamur] untuk dirinya sendiri .

2. Kebersihan dan kerapian berpakaian

Kebersihan pakaian: Seseorang tidak boleh memakai pakaian yang kotor, jangan sampai dia diremehkan di mata orang lain.

Jangan berpakaian sembarangan: Sudah sepatutnya [bagi setiap orang untuk berhati-hati] berpakaian dan berpenampilan rapi agar tidak terlihat merendahkan di mata orang lain. Mengenakan kemeja dalam ke luar: Karena hal di atas harus berhati-hati untuk tidak memakai kemejanya [atau pakaian lain] dengan cara yang salah, dalam ke luar. Jika orang tersebut tidak hati-hati dan dia memakai baju dari dalam ke luar, maka jika dia seorang ahli Taurat, dia harus melepas bajunya dan memakainya kembali dengan benar.

Tanya Jawab :

Haruskah seseorang berhati-hati untuk tidak mengenakan pakaian dari dalam ke luar jika orang lain tidak dapat melihatnya? Contoh: Jika tidak ada benang yang terlihat di bagian dalam, bolehkah seseorang memakai kemeja bagian dalam ke luar? Jika seseorang memasukkan kaus dalam ke luar dan mengenakan kemeja di atasnya, apakah ia masih harus membaliknya? Beberapa aturan seseorang mungkin memakainya luar dalam jika tidak ada perubahan yang terlihat atau merendahkan yang terlihat oleh publik. Jadi pakaian dalam tidak harus dibalik. Namun yang lain aturan berdasarkan Kabala bahwa seseorang harus berhati-hati untuk selalu mengenakan pakaian dengan benar, bahkan jika mereka tidak terlihat, dan demikian dapat tersirat dari Admur. mungkin kaus kaki; Tzitzi; sabuk; Yarmulke/Kippah dipakai luar dalam? Semua pakaian yang seseorang tidak secara khusus memakainya, dan karenanya kadang-kadang dia memakainya dengan satu cara dan di lain waktu dengan cara yang lain, tidak dianggap memiliki bagian dalam atau bagian luar dan karenanya tidak relevan dengan undang-undang di atas. Beberapa benar-benar menerima tradisi bahwa mengenakan Yarmulke(Kippah) luar dalam adalah Segula melawan sakit kepala, dan begitu pula yang dipraktikkan oleh Tzaddikim tertentu.

3. Pakaian Non Yahudi

Dilarang bagi seseorang untuk mengikuti jalan orang-orang non-Yahudi atau mencoba untuk menjadi serupa dengan mereka. Jadi seseorang tidak boleh mengenakan pakaian yang dimaksudkan untuk dikenakan hanya oleh orang-orang bukan Yahudi untuk tujuan [sombong atau] tidak bermoral. Begitu juga jika tatanan berpakaian tidak memiliki logika di baliknya, maka dilarang untuk dikenakan oleh seorang Yahudi. Namun jika ada alasan di balik kebiasaan berpakaian mereka dan itu tidak melibatkan maksiat, maka diperbolehkan memakainya. [Dari sini setiap orang harus belajar sesuai dengan tempat dan waktunya bahwa semua pakaian yang dibuat untuk kesombongan dan kesembronoan harus dihindari. Melainkan pakaiannya adalah untuk mengekspresikan kerendahan hati dan kesopanan.] Seragam: Diperbolehkan memakai seragam kerja. Jadi jika semua dokter memakai seragam tertentu agar dapat dikenali bahwa mereka adalah dokter, maka diperbolehkan memakainya. Pakaian yang Elegan: Demikian pula jika pakaian itu dikenakan karena elegan [dan tidak sembrono atau angkuh] atau karena alasan lain, maka diperbolehkan untuk dikenakan oleh orang Yahudi.

4. Warna Pakaian

Pakaian berwarna hitam: Pakaian berwarna hitam sederhana dan rendah hati dan karenanya layak untuk dikenakan. Pakaian berwarna merah: Pakaian berwarna merah dilarang untuk dikenakan karena dikenakan oleh orang non-Yahudi untuk tujuan kesembronoan. Demikian juga ada tradisi dari nenek moyang kita untuk menghindari memakai pakaian berwarna merah.

5. Tidak Berpakaian Sembarangan

Salah satunya adalah berpakaian dan berpenampilan sopan agar dia tidak terlihat merendahkan di mata orang lain. Ini terutama berlaku untuk sarjana Taurat, atau individu yang mewakili Taurat di mata orang lain. Mengenakan kemeja yang dimasukkan ke dalam celana versus mencuat: Mengenakan kemeja diluar celana panjang dipandang oleh banyak orang di masyarakat sebagai cara berpakaian yang ceroboh dan karenanya tidak boleh dilakukan, terutama oleh mereka yang tampil sebagai perwakilan Taurat. Terlepas dari hal di atas, beberapa orang tertentu mengenakan kemeja mereka diluar celana panjang mereka dikarenakan oleh klaim seseorang. Secara praktis, klaim-klaim ini tidak memiliki dasar yang nyata, dan tentu saja tidak berkaliber untuk meniadakan hukum tersebut di atas, yang mengharuskan seorang Yahudi yang mewakili Taurat untuk berpakaian dengan benar. Jadi, salah satunya adalah memakai kemeja yang diselipkan ke dalam celana panjang dan tidak terlihat sembrono. Selain itu, mengenakan kemeja yang diselipkan memiliki keuntungan menjaga Tzitzis seseorang tetap di tempatnya dan mencegahnya terlipat. Kebiasaan di Lubavitch: Kebiasaan asli di Tomchei Temimim dari Lubavitch adalah mengenakan Tzitzis di atas pakaian. Namun, setelah Rebbe Rashab meniadakan praktik ini kebiasaan menjadi mengenakan jaket panjang, yang dengan demikian akan menutupi Tzitzit. Belakangan menjadi kebiasaan memakai jaket pendek dan memasukkan kemeja ke dalam celana panjang. Hanya dalam beberapa tahun terakhir beberapa Bochurim menjadi terbiasa mengenakan kemeja itu. Seperti yang dinyatakan di atas, hal ini tidak boleh dilakukan dan Bochurim harus terlihat terwakili dan memasukkan kemeja mereka ke dalam celana panjang mereka.

6. Harga Pakaian dan Model Pakaian

Seseorang seharusnya tidak mengenakan pakaian mahal karena ini membawa seseorang pada kesombongan. Namun demikian seseorang juga tidak boleh memakai pakaian yang sangat murah agar tidak diremehkan di mata orang lain. Sebaliknya seseorang harus mengenakan pakaian [kelas menengah] dengan harga rata-rata. Membeli pakaian mahal untuk istri: Meskipun Arizal tidak mengenakan pakaian yang mahal atau terlalu mewah, namun untuk istrinya, dia sangat berhati-hati untuk membeli pakaian yang sangat mewah untuknya. Dia akan memenuhi keinginannya bahkan jika dia tidak mampu membelinya.

7. Mengenakan Sepatu

Chazal mengatakan bahwa orang yang tidak meletakkan sepatu di kakinya dianggap dikucilkan dari Tuhan. Seseorang bahkan harus menjual semua yang dia miliki [bahkan dinding rumahnya] untuk membeli sepatu untuk kakinya.


Sumber : Sulkan Aruk Harav




Share:

Parasha Noah

 בס״ד

Parasha Noah

Migdal (Menara) Babel


Ada dua kejadian penting di parasha Shabbat yang lalu,  parasha Noach; yaitu Banjir besar di seluruh bumi dalam bahasa Ibrani kita sebut Mabul dan Dor Haflaga kejadian penting kedua, yang dalam istilah Inggris disebut “Generation of Dispersion” yang kalau kita terjemahin secara harafiah berarti “Generasi yang disebar” yang terkenal dengan menara Babel atau dalam bahasa Ibrani kita menyebutnya sebagai Migdal Babel antara kejadian pertama dan kedua ada rentang waktu 400 tahun. Saya pribadi tertarik untuk menyelidiki tentang Migdal Babel karena saya sempat membaca sebuah artikel yang sangat menarik tentangnya tetapi tentu saja pada saat saya membaca artikel tersebut parasha Shabbat masih jauh dari parasha Noah sehingga saya sedikit menunda untuk menerjemahkan artikel parasha tersebut sampai waktu yang tepat untuk membagikan parasha Noah, tapi yang terjadi adalah sangat mengejutkan saya secara pribadi, ternyata artikel tersebut menghilang dari blog yang bersangkutan. Tetapi rasa penasaran saya begitu besar pada subyek ini sehingga saya memutuskan untuk menyelidiki sendiri dengan mencari sumber-sumber kuno Judaism tentunya. Mengapa saya begitu penasaran dengannya? Karena Rabi-rabi kita yang sekarang mengajar kita Taurat jarang sekali menyinggung tentang hal ini, menjadi suatu misteri dan rahasia besar yang saya yakin mereka sebetulnya mengetahuinya karena tertulis di sumber-sumber buku kuno Yahudi yang pria Yahudi diharuskan untuk mempelajarinya. Kalau kita membaca Taurat tentang peristiwa ini : Menara Babel, tidaklah dijelaskan secara detail apa yang terjadi, yang kita ketahui adalah mereka semua berkumpul di satu kota, mempunyai satu bahasa yaitu lashon hakodesh (artinya : bahasa kudus : yaitu bahasa Ibrani) mereka ingin membagun menara sampai ke langit dan ingin berperang dengan Hashem. Dan kemudian Hashem menghukum mereka dengan mengacaukan bahasa mereka sehingga mereka tidak mengerti satu dengan yang lain, dan menyebarkan mereka sehingga tidak berkumpul di satu tempat. Di dalam Midras dijelaskan bahwa :

Bereshit Rabba 38 : 6 

רַבִּי אֶלְעָזָר וְרַבִּי יוֹחָנָן, רַבִּי אֶלְעָזָר אוֹמֵר וּדְבָרִים אֲחָדִים, דִּבּוּרִים אֲחָדִים. מַעֲשֶׂה דּוֹר הַמַּבּוּל, נִתְפָּרֵשׁ. מַעֲשֶׂה דּוֹר הַפְלָגָה, לֹא נִתְפָּרֵשׁ


Rabi Eliezer dan Rabi Yochanan, Rabi Eliezer berkata, “Kata : “Devarim Achadim” (Bereshit/Kejadian 11:1) seharusnya diterjemahkan sebagai “Diburim Achudim” (kata-kata yang tersembunyi). Sementara perilaku dari generasi banjir besar (Mabul), dinyatakan secara jelas di dalam Kitab Suci, perilaku dari generasi yang menyebar (Dor Haflagah) dinyatakan tidak secara jelas. 


Lanjut diayat yang sama :

 וּדְבָרִים אֲחָדִים, שֶׁאָמְרוּ דְּבָרִים חַדִּים עַל (דברים ו, ד): ה' אֱלֹהֵינוּ ה' אֶחָד, וְעַל (יחזקאל לג, כד): אֶחָד הָיָה אַבְרָהָם בָּאָרֶץ


Rabi Yochanan berkata : Kata : “Devarim Achadim” mengajarkan bahwa pernyataan “Devarim Chadim” (kata-kata yang tajam) melawan dua pribadi yang unik (Achadim). Mereka berbicara melawan Tuhan, Yang dipanggil Satu, seperti yang dinyatakan “Hashem Tuhan kita, Hashem adalah Satu (Devarim/Ulangan 6:4)”.  Dan mereka berbicara melawan Abraham, yang juga dipanggil Satu seperti yang dinyatakan Abraham adalah Satu di bumi (Yehezkiel 33:24).


(Mengapa Abraham disebut satu dan ditentang di zaman ini? Karena Abraham hidup di zaman ini dan dia adalah satu-satunya orang yang menentang mereka dan mencari dengan nalar berfikir dia sendiri bahwa ada “Satu” Tuhan di atas segalanya). 


Berlanjut di ayat yang sama :

אָמְרוּ אַבְרָהָם זֶה פִּרְדָּה עֲקָרָה הוּא אֵינוֹ מוֹלִיד, וְעַל ה' אֱלֹהֵינוּ אָמְרוּ לֹא כָּל הֵימֶנּוּ לָבוּר לוֹ אֶת הָעֶלְיוֹנִים וְלִתֵּן לָנוּ אֶת הַתַּחְתּוֹנִים, אֶלָּא בּוֹאוּ וְנַעֲשֶׂה לָנוּ מִגְדָּל וְנַעֲשֶׂה עֲבוֹדַת כּוֹכָבִים בְּרֹאשׁוֹ, וְנִתֵּן חֶרֶב בְּיָדָהּ, וּתְהֵא נִרְאֵית כְּאִלּוּ עוֹשָׂה עִמּוֹ מִלְחָמָה.


Mengenai Abraham, mereka berkata, ‘Ini Abraham adalah mandul! Dia tidak mampu melahirkan anak.’ dan sehubungan dengan Hashem, Tuhan kita, mereka berkata, ‘Tidaklah menurut Dia untuk memilih untuk DiriNya Sendiri alam atas, dan memberikan kepada kita alam bawah. Lebih baik, marilah kita membuat untuk diri kita sendiri menara dan membentuk berhala di puncaknya, dan letakkan pedang di tangannya, dan itu akan memberikan kesan jika dia mengobarkan perang denganNya. 


Midras ini memberikan dua poin pada generasi Dor Haflaga pertama adalah Abraham yang hidup di zaman ini yang mana pada saat itu mereka adalah penyembah berhala, dan Abraham adalah satu-satunya orang pada saat itu yang mencari Tuhan yang sebenarnya. Poin kedua, mereka menginginkan perang dengan Hashem. Mengenai hal ini keinginan untuk berperang dengan Hashem bukanlah sekedar perkataan Rabinik belaka, tetapi Chazal (Rabi-rabi besar yang hidup di masa lampau) menjelaskan bahwa mereka ingin menembus ‘rakia’ mohon maaf untuk bahasa Indonesianya sedikit kurang bisa menjelaskan apa itu rakia, meskipun dalam bahasa Inggris disebut firmament yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah cakrawala atau langit, tapi saya kira terjemahan ini kurang tepat. Mengapa mereka ingin menembus ‘rakia’? Karena jika kita kita melihat pada Kejadian 1 : 7 

וַיַּעַשׂ אֱלֹהִים, אֶת-הָרָקִיעַ, וַיַּבְדֵּל בֵּין הַמַּיִם אֲשֶׁר מִתַּחַת לָרָקִיעַ, וּבֵין הַמַּיִם אֲשֶׁר מֵעַל לָרָקִיעַ; וַיְהִי-כֵן.


Dan Elohim menjadikan cakrawala, dan memisahkan air yang ada di bawah cakrawala dari air yang ada di atas cakrawala; dan terjadilah demikian. 


Kita bisa lihat disini ada air diatas rakia/cakrawala dan ada air di bawah rakia/cakrawala. Mereka dor haflaga ini atau diterjemahkan sebagai generasi yang menyebar ingin menembus rakia dengan tujuan untuk mengeringkan air di atas rakia, sehingga tidak ada banjir lagi. 


Dalam Sanhedrin 109a : 4

דור הפלגה אין להם חלק לעולם הבא וכו': מאי עבוד אמרי דבי רבי שילא נבנה מגדל ונעלה לרקיע ונכה אותו בקרדומות כדי שיזובו מימיו מחכו עלה במערבא א"כ ליבנו אחד בטורא


Generasi yang menyebar (dor haflagah) tidak memiliki bagian di Dunia yang Akan Datang. Gemara bertanya: Dosa apa yang mereka lakukan? Dosa mereka tidak secara jelas digambarkan dalam Taurat. Sekolah Rabbi Sheila mengatakan bahwa pembangun Menara Babel berkata: Kami akan membangun sebuah menara dan naik ke rakia/cakrawala, dan kami akan memukulnya dengan kapak (קרדומ) sehingga airnya akan mengalir.


Kalau kita lihat disini ‘Kardom’ yang diterjemahkan sebagai kapak, kok sepertinya alat pemotong kayu ya? Tetapi ada beberapa opini yang mengatakan bahwa ‘Kardom’ adalah sebuah alat untuk menembus es. Alasan mereka ingin naik ke ‘rakia’ karena mereka ingin mengalirkan air diatas, dan mengeringkannya. 


Menurut Rabi Meir Halevi Abulafia (1170-1244) dalam komentarnya tentang hal ini di Gemara, dia menjelaskan tentang Dor haflagah, mereka percaya bahwa mereka bisa membuat menara yang mencapai rakia/cakrawala dan membuat retak rakia dengan membukanya, dengan usaha membuka ini mereka bisa membuat bocor air diatas rakia, pertama mengambil air sehingga tidak tergantung pada hujan, kedua dengan mengeringkan rakia, mereka menghendaki agar tidak ada banjir lagi yang seperti di jaman Nuh karena air yang tercurah dari atas rakia. 


Hal ini menjadikan kita bertanya-tanya bagaimana bisa generasi Dor Haflaga ini bisa membangun menara yang sedemikian? Menara yang mencapai rakia? Kalau menurut ilmu pengetahuan jaman sekarang mungkin yang dimaksud rakia adalah Exosphere berjarak sekitar 700-190.000 km di atas bumi. Nah menurut Anda apakah ini mungkin? Tetapi seperti yang tertulis diatas bahwa Dor Haflaga ingin menyerang rakia dengan senjata, karena mereka tidak suka dengan kejadian banjir besar yang menutupi seluruh bumi. Mari lihat ayatnya di Kejadian 11:1-4


וַיְהִי כָל-הָאָרֶץ, שָׂפָה אֶחָת, וּדְבָרִים, אֲחָדִים. וַיְהִי, בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם; וַיִּמְצְאוּ בִקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר, וַיֵּשְׁבוּ שָׁם. וַיֹּאמְרוּ אִישׁ אֶל-רֵעֵהוּ, הָבָה נִלְבְּנָה לְבֵנִים, וְנִשְׂרְפָה, לִשְׂרֵפָה; וַתְּהִי לָהֶם הַלְּבֵנָה, לְאָבֶן, וְהַחֵמָר, הָיָה לָהֶם לַחֹמֶר. וַיֹּאמְרוּ הָבָה נִבְנֶה-לָּנוּ עִיר, וּמִגְדָּל וְרֹאשׁוֹ בַשָּׁמַיִם, וְנַעֲשֶׂה-לָּנוּ, שֵׁם:  פֶּן-נָפוּץ, עַל-פְּנֵי כָל-הָאָרֶץ.


Dan seluruh bumi satu bahasa dan mempunyai tujuan yang sama, Dan terjadilah, ketika mereka melakukan perjalanan ke timur, mereka menemukan dataran di tanah Shinar; dan mereka tinggal di sana. Dan mereka berkata satu sama lain: 'Ayo, mari kita membuat batu bata, dan membakarnya sampai habis.' Dan mereka menjadikan batu bata untuk batu, dan aspal dijadikan untuk campuran plester. Dan mereka berkata: 'Ayo, mari kita bangun sebuah kota, dan sebuah menara, dengan puncaknya di langit, dan mari kita membuat nama untuk kita; jangan sampai kita tercerai-berai ke seluruh permukaan bumi.'


Mari kita melihat komentar Chazal (Rabi-rabi besar yang hidup di masa lampau) tentang hal ini : 


Baal HaTurim berkomentar tentang Kejadian 11:1


ודברים ב' הכא ואידך והבלים ודברים הרבה. שהרבו לדבר הבלים הרבה:


Huruf Masoret Bet (ב) pada kata Udevarim mempunyai arti bahwa nampak terlihat dua kali di dalam Tanakh. Pertama disini שָׂפָה אֶחָת, וּדְבָרִים, אֲחָדִים dan di Kohelet/Amsal 5:6 וַהֲבָלִים, וּדְבָרִים הַרְבֵּה kesia-siaan dan banyak bicara. Ini menunjukkan bahwa ketika umat manusia dalam satu persetujuan di dalam rencana mereka, semua dipenuhi dengan kesia-siaan. 


Midrash Tachuma 18:6

שָׂפָה אֶחָת, שִׁי״‎ן כְּתִיב, שֶׁשָּׁפוּ פֻּרְעָנֻיּוֹת לָעוֹלָם. אָמְרוּ, לֹא כָל הֵימֶנּוּ שֶׁיָּבוֹר לוֹ הָעֶלְיוֹנִים וְיִתֵּן לָנוּ הַתַּחְתּוֹנִים, נַעֲלֶה לָרָקִיעַ וְנַכֵּהוּ בְקַרְדֻּמּוֹת.


Apakah arti dari Safah Echat? kata safah ("bahasa") bisa dibaca seperti huruf Shin (ש) untuk mengajarkan kepadamu bahwa umat manusia membawa shefafu ("retribusi") kepada dunia. Mereka berkata : “Tidaklah seharusnya bahwa Kehendak Dia (Hashem) untuk memilih lingkungan surgawi bagi diri-Nya Sendiri dan menetapkan lingkungan bumi kepada kita? Mari kita naik ke rakia/cakrawala dan menyerang Dia dengan senjata kita. 


Sangat jelas disini Dor Haflaga (generasi tersebar) atau generasi menara Babel menginginkan perang dengan Hashem dan ingin membuat menara yang puncaknya mencapai rakia. Ini bukanlah suatu keinginan hiperbol tetapi sesuatu yang nyata, jika kita selidiki dari buku-buku kuno Judaism dan beberapa catatan yang dibuat oleh Chazal. 


Mari lihat kembali ke Kejadian 11:2 

וַיְהִי, בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם; וַיִּמְצְאוּ בִקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר, וַיֵּשְׁבוּ שָׁם.

Dan terjadilah, ketika mereka melakukan perjalanan ke timur, mereka menemukan dataran di tanah Shinar; dan mereka tinggal di sana.


Mari kita lihat apa kata Chazal tentang ayat ini, 

Bereshit Rabbah 38:7


וַיְהִי בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם (בראשית יא, ב), נָסְעוּ מִן מַדִּינְחָא לְמֵיזַל לְמַדִּינְחָא, אָמַר רַבִּי אֶלְעָזָר בְּרַבִּי שִׁמְעוֹן הֵסִיעוּ עַצְמָן מִקַּדְמוֹנוֹ שֶׁל עוֹלָם, אָמְרוּ אִי אֶפְשֵׁינוּ לֹא בוֹ וְלֹא בֶּאֱלָהוּתוֹ.


Dan terjadilah, ketika mereka melakukan perjalanan ke timur, apakah mereka bermigrasi dari timur melakukan perjalanan ke timur? Rabi Eliazar bar Rabi Shimon berkata : “Kata Mikedem (מִקֶּדֶם) bukanlah berarti dari timur. Lebih tepatnya, ayat berkata memindahkan dirinya sendiri dari Mikadmono, Yang Kuno (Hashem) dari bumi. Mereka berkata : “Kita tidak menginginkan Dia, tidak juga keIlahian-Nya”.


Terlihat jelas bahwa generasi ini menolak Hashem, memberontak melawan Hashem. 


Mari kita lihat kembali Kejadian 11:3

וַיֹּאמְרוּ אִישׁ אֶל-רֵעֵהוּ, הָבָה נִלְבְּנָה לְבֵנִים, וְנִשְׂרְפָה, לִשְׂרֵפָה; וַתְּהִי לָהֶם הַלְּבֵנָה, לְאָבֶן, וְהַחֵמָר, הָיָה לָהֶם לַחֹמֶר.

Dan mereka berkata satu sama lain: 'Ayo, mari kita membuat batu bata, dan membakarnya sampai habis.'  Dan mereka menjadikan batu bata untuk batu, dan aspal dijadikan untuk campuran plester.


Terjemahan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia tetang batu bata sebenarnya kurang tepat, mari kita selidiki lebih lanjut apa maksud dengan “batu” ini.


Kita lihat apa yang Chazal katakan tentang ayat ini : Rabi Shimon Hirsch dalam komentarnya tentang Kejadian 11:3


Mereka menemukan tempat dimana disana kekurangan bahan bangunan, tetapi mereka menemukan sesuatu untuk diproduksi. Maka, setiap orang memberi semangat temannya הב, ayo dan gunakan kekuatanmu, untuk membuat batu tiruan (imitasi) וְנִשְׂרְפָה, לִשְׂרֵפָה mari kita membakar apapun yang dapat kita temukan!” 


Apa yang mereka temukan di Shinar yang mereka gunakan sebagai imitasi dari batu? Menurut Rabi Eliezer ben David mereka menemukan sesuatu material yang dapat digunakan untuk membangun menara. Menurut Zohar bahwa di Shinar mereka menemukan pengetahuan sebelum banjir besar Nuh.


Zohar, Noah 74b 


וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה. מְצִיאָה אַשְׁכָּחוּ וְנָפְקוּ בָּהּ מִתְּחוֹת מְהֵימְנוּתָא עִלָּאָה..תָּא חֲזֵי, נִמְרוֹד מַה כְּתִיב בֵּיהּ וַתְּהִי רֵאשִׁית מַמְלַכְתּוֹ בָּבֶל. דְּהָא מִתַּמָּן נְטַל לְאִתְאַחֲדָא בִּרְשׁוּ אָחֳרָא. וְהָכָא וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר מִתַּמָּן נְטָלוּ בְּלִבַּיְיהוּ לְאֲפָקָא מֵרְשׁוּתָא עִלָּאָה לִרְשׁוּ אָחֳרָא:  


Taurat berkata : וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה (Bereshit/Kejadian 11:2) mempunyai arti bahwa mereka menemukan, dengan maksud yang mana mereka terguncang di dalam iman mereka terhadap Hashem. Jadi, tertulis bahwa Nimrod; וַתְּהִי רֵאשִׁית מַמְלַכְתּוֹ בָּבֶל, awal mula kerajaannya adalah Babel, (Bereshit/Kejadian 10:10).” ini adalah titik awalnya yang mana dia mulai melekatkan dirinya kepada sitra achra (sitra achra adalah lawan dari kekudusan atau kuasa najis atau kuasa gelap). Demikian pula, disini, וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר mereka mendapati penemuan di tanah Shinar, “mempunyai arti bahwa mereka menemukan ide untuk melupakan Kuasa Diatas (yaitu Hashem) untuk kuasa yang lain.  


Kita lihat kembali ke Kejadian 11:2 

וַיְהִי, בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם; וַיִּמְצְאוּ בִקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר, וַיֵּשְׁבוּ שָׁם.


Menurut Rabi Eliezer ben David kata בִקְעָה disini terkait dengan kata  בִּקוּע yang dalam bahasa Ibrani berarti pembelahan Nuklir. Jadi apa yang ditemukan oleh Dor Haflaga (generasi penyebaran menara babel) di Shinar adalah energi nuklir. Jadi, yang mereka temukan adalah ilmu pengetahuan dari generasi sebelumnya yaitu generasi sebelum banjir Nuh (ingat pada zaman ini, zaman Nuh, malaikat turun dan tertarik dengan wanita cantik di bumi dan menghasilkan keturunan Nephilim, keturunan raksasa, malaikat inilah yang mengajari manusia tentang banyak hal termasuk teknologi, pencampuran genetik dll sehingga genetik menjadi tidak murni lagi dan Hashem memutuskan untuk memusnahkan generasi ini, satu-satunya yang masih murni genetiknya adalah Nuh). 


Jadi ketika mereka melakukan perjalanan ke Shinar, mereka tahu apa yang mereka cari, mereka mencari tenaga nuklir untuk berperang melawan Hashem. Bisa dikatakan generasi saat itu lebih pintar dari generasi kita sekarang.


Rabenu Bahya dalam komentarnya di Bereshit/Kejadian 11:4 mengatakan :

העיר לישוב והמגדל לאות ולשם שיראוהו בני כל העולם ויישירו נגדו ויתישבו באותה העיר ולא במקום אחר, וזה טעם פן נפוץ, וע"כ הפיצם ה' לפי שבאו כנגד כונתו שהיא שיתפשטו האומות בכל העולם ויתישבו בכל המקומות שבארץ לפי שלכך בראה ולשבת יצרה.


Tujuan dari menara ini adalah sebagai mercusuar sehingga orang-orang di seluruh bumi dapat melihatnya dan mengarahkan diri mereka sendiri melaluinya. Mereka sendiri semua akan tinggal di satu kota. Inilah alasan Taurat mengutip mereka yang mengatakan פן נפוץ, “jangan sampai kita tercerai-berai.” Inilah sebabnya Tuhan menghukum mereka dengan mencerai beraikan mereka untuk mengajari mereka bahwa mereka telah melanggar perintah-Nya untuk memenuhi bumi dengan kehadiran mereka. Yesaya 45:18 menunjukkan bahwa Tuhan telah membuat bumi agar dapat ditinggali oleh umat manusia.


וע"ד המדרש ונעשה לנו שם זו עבודה זרה, כתיב הכא ונעשה לנו שם וכתיב התם (שמות כג) ושם אלהים אחרים לא תזכירו, מה להלן ע"ז אף כאן עבודה זרה. ועוד דרשו במדרש תהלים הבה נבנה לנו עיר, אין הבה אלא עצה, שנאמר (שופטים כ) הבו לכם דבר ועצה הלום, ואין עיר אלא אלוה, שנאמר (דניאל ד) ואלו עיר וקדיש.


Dari sudut pandang homiletis, klausa operatif dalam ayat kita dalam kata-kata "mari kita membuat nama untuk" diri kita sendiri (Kejadian 11:4). Ini adalah referensi tidak langsung untuk penyembahan berhala. Kata שֵׁם  (Shem) , "nama," di sini dan kata yang sama dalam Shemot/Keluaran 23:13 וְשֵׁם אֱלֹהִים אֲחֵרִים לֹא תַזְכִּירוּ, לֹא יִשָּׁמַע עַל-פִּיךָ. , "dan engkau harus tidak menyebut nama tuhan yang lain di bibirmu," mempunyai arti yang sama. Kami juga memiliki komentar Midrashik di Midrash Tehillim 1, bahwa kata הבה , mengajukan pikiran jahat, niat jahat seperti dalam Shoftim/Hakim-hakim 20:7 הָבוּ לָכֶם דָּבָר וְעֵצָה, הֲלֹם., “buatlah rencana di sini dan sekarang!”. Lebih jauh lagi, kita memiliki tradisi bahwa kata עִיר , “kota”, merujuk pada sesembahan (nama berhala) seperti yang kita temukan dalam Daniel 4:10 bahwa kata עִיר וְקַדִּישׁ merujuk pada malaikat perusak (Setan atau malaikat lain yang disebut *Watcher/Pengintai). 


(*Siapakah Watcher/Pengintai ini? Dia adalah makhluk energi (sejenis malaikat gelap) yang bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diajarkannya kepada manusia tentang rahasia dari sisi kegelapan dari penciptaan.) 


Kembali kepada komentar Rabenu Bahya terhadap Kejadian 4:11

ובמדרש של עשרת הדברות ראיתי שאמרו נקח קרדומות ונבקיע השמים ויזובו, כדי שלא יעשה לנו כמו שעשה לדור המבול, ונעשה חתיכות מן השמים, ונעשה מלחמה עם מלך שבשמים, והיה באותו מגדל שבעים מעלות למזרח וכנגדם ע' מעלות למערב, והקב"ה ירד שם עם ע' מלאכים ובלבל לשונם ודבריהם ע"כ.

Saya telah membaca dalam Midrash tentang Aseret HaDibrot bahwa orang-orang ini mengusulkan untuk mengambil senjata berencana untuk menyerang surga untuk membanjiri dan mengeringkannya untuk memastikan bahwa banjir lain tidak dapat berasal dari sumber itu. Mereka ingin mengambil bongkahan besar surga dan berperang dengan Raja surga. Menara itu memiliki tujuh puluh anak tangga ke arah timur dan tujuh puluh anak tangga ke arah barat di sisi yang berlawanan. Tuhan menuruni tujuh puluh anak tangga itu disertai dengan *tujuh puluh malaikat dan Dia mengacaukan bahasa dan dialek mereka.


(*Ini mengacu pada 70 malaikat yang berkuasa atas bangsa-bangsa, kalau kita mengingat kitab Daniel dimana malaikat yang datang menemuinya sebelum berbicara dengan Daniel, harus berperang terlebih dahulu dengan malaikat persia, dari sini kita mengetahui diatas bangsa-bangsa ada malaikat, siapa malaikat tersebut? Mereka adalah 70 malaikat yang turun bersama-sama dengan Hashem pada peristiwa Dor Haflaga, 70 malaikat yang ditempatkan Hashem atas bangsa-bangsa dan kita mengetahui ada 70 bangsa di permulaan zaman. Diatas 70 malaikat ini ada yang lebih tinggi lagi yaitu malaikat rasi bintang). 


וע"ד השכל ונעשה לנו שם, היו אנשי הפלגה רשעים משכילים בכל חכמה ועשו העיר והמגדל כדי להנצל מהמבול של אש, מפני שכבר ראו אבדון העולם במבול של מים, פחדו לנפשם והוצרכו לעשות בנין מקום שאם ירצה להביא מבול של אש ולשרוף את העולם שינצלו מהם ולא תקרב האש בגבולם, וזהו ענין המלחמה המוזכר במדרש כלומר להעז עם הכחות העליונים בהפך רצונו יתברך, ולקשור חלק מיסוד האש שלא יוכל להתקרב אל העיר


Melihat kisah ini dari sudut pandang rasional, kata-kata “dan marilah kita membuat nama untuk diri kita sendiri” harus dipahami demikian. Orang-orang dari generasi itu sangat maju dalam hal filsafat bahkan teknologi. Namun, mereka menggunakan kecerdasan mereka dengan cara yang berdosa. Mereka membangun kota dan Menara untuk melindungi diri mereka dari banjir api (melihat bahwa Tuhan telah berjanji untuk tidak lagi membawa banjir air). Inilah yang dimaksud dengan kata "perang" di Midrash. Mereka bersiap untuk melawan kekuatan surgawi (seperti malaikat) melawan kehendak Tuhan. Mereka berusaha mengisolasi dan menjinakkan kekuatan api untuk menetralisir efek mematikannya agar tidak menelan kota mereka.


Ketika Rabenu Bahya berkata tentang usaha untuk mengisolasi dan menjinakkan api, dalam bahasa modern kita biasanya gedung-gedung pencakar langit memiliki alat penangkal petir demikian juga dengan menara babel memiliki alat penangkal petir. 


Sekali lagi ini bukanlah dongeng, ini benar-benar terjadi, orang-orang zaman ini sangat maju dalam teknologi melebihi zaman kita. 

 

Kembali kepada komentar Rabenu Bahya pada Bereshit/Kejadian 11:4 

ועוד לטעם אחר, כי מפני שראו שגזר הקב"ה מיתה על אדם הראשון והיו רואים עצמם בעלי כח וגבורה עצומה וגדולים בחכמה ובקומה, והיו חייהם ארוכים ולא יבצר מהם לעשות כל דבר, והנה הם בני תמותה, ענפים מקולקלים בקלקול השרש, לכך חשבו תחבולה שיעשו בנין ולהגביה למעלה עד שיעור ידוע כדי להנצל מן המיתה. ומטעם הזה הפיצם ה' שחשבו, כנגד גזרתו יתברך.


Ada alasan lain yang memotivasi mereka. Mereka telah menyaksikan fakta bahwa Tuhan telah menetapkan kematian atas Adam, sementara mereka menganggap diri mereka kuat secara fisik dan menikmati rentang hidup yang jauh lebih lama daripada 120 tahun yang tampaknya telah ditetapkan Tuhan. Mereka berpikir bahwa mereka semua kuat [Tuhan Sendiri (ayat 6) mempertanyakan apakah kekuatan mereka tidak boleh dibatasi.] Mereka berencana untuk mendaki surga saat masih hidup dan sehat untuk mengatasi halangan yang dikenakan pada mereka oleh kefanaan mereka. Tujuan utama mereka adalah untuk mengatasi keputusan yang dikeluarkan terhadap Adam yang membuat mereka semua fana juga. Semua perencanaan mereka dalam membangun Menara dirancang untuk mencapai keabadian (hidup selamanya tanpa mati). Alasan Tuhan harus mencerai beraikan mereka adalah karena mereka berencana untuk membatalkan tatanan dunia-Nya. 


Sekali lagi apakah mungkin generasi babel ini membangun menara sampai ke rakia? Dengan teknologi nuklir mereka untuk membuat imitasi batu saya kira mereka mampu melakukannya. Ada sumber dalam buku kuno kita yang menarik tentang menara babel, bahwa menara ini atapnya bisa melayang di udara, tentang ini tidak terlalu jelas dikatakan bahwa itu adalah menara babel, tetapi hanya tertulis “menara yang melayang di udara” hal ini tertulis dalam : 

Sanhedrin 106b : 11 

וא"ר יצחק מאי דכתיב (ישעיהו לג, יח) איה סופר איה שוקל איה סופר את המגדלים איה סופר כל אותיות שבתורה איה שוקל ששוקל כל קלים וחמורים שבתורה איה סופר את המגדלים שהיה סופר שלש מאות הלכות פסוקות במגדל הפורח באויר

Dan Rabi Yitzḥak berkata: Apa arti dari apa yang tertulis: “Di mana dia yang diperhitungkan; di mana dia yang menimbang; di manakah dia yang menghitung menara [migdalim]” (Yesaya 33:18)? Di manakah dia yang menghitung semua huruf Taurat? Di mana dia yang menimbang, yang menganggap semua elemen kesimpulan fortiori dalam Taurat? Di mana dia yang menghitung menara? Ini Doeg, yang akan menghitung tiga ratus kesimpulan halakhic sehubungan dengan kemurnian sebuah menara [migdal] yang melayang di udara [avir]. 


Tidaklah jelas Migdal (menara) disini berbicara tentang menara babel, karena kalau kita melihat konteks sebelum ayat dan sesudah ayat tersebut berbicara tentang kosher tidaknya sebuah bejana dari kayu. Meskipun ayat tersebut kurang jelas berbicara tentang menara babel, merujuk tingginya teknologi yang mereka pakai dalam pembuatan menara, menara yang melayang di udara bukanlah suatu yang mustahil. 


Dari penyelidikan tentang menara babel ini, saya mengambil kesimpulan mengapa Rabi kita yang sekarang mengajar kita tidak pernah berbicara tentang rahasia menara babel, karena rahasia ini sangat berakibat buruk apabila ada manusia jahat yang mempunyai keinginan untuk mengetahui rahasia teknologi dari generasi babel ini, apakah rahasia ini masih bisa diketahui? Apakah ada buku yang tertulis tentang rahasia teknologi ini? Saya mengira teknologinya sudah lenyap bersama generasinya, tetapi makhluk energi atau bisa dikatakan malaikat gelap atau Watcher yang mengajarkan tentang teknologi ini masih ada.


Ada rahasia lain yang saya tidak ungkapkan disini, yaitu tentang Lashon Hakodesh, bahasa Ibrani, bila Anda cukup cerdas dan mampu menebak apa rahasia itu, yang menjadi kode bagi Anda adalah mengapa Hashem kemudian mengacaukan bahasa mereka dan menyebarkan mereka di bumi.



Share:

Kategori

Kehidupan Setelah Kematian

Konser Musik Yahudi

Video Belajar Taurat

Kebahagiaan di Bulan Adar

Pages