• Purim

    Purim adalah Hari Raya yang penuh Kebahagiaan dan Sukacita

  • Pesach atau Paskah

    Paskah 2022 akan dirayakan dari 15 April - 23 April

  • Pesach atau Paskah

    Pesach berarti Melewati ketika Tuhan melewati rumah Yahudi di Mesir ketika membunuh anak Sulung di Mesir

  • Pesach atau Paskah

    Pesach dibagi menjadi dua Hari Raya itu sendiri di awal dan akhir dan hari perantara yang disebut Chol Hamoed

  • Pesach atau Paskah

    Pesach juga berarti tidak ada Chametz di rumah kita

Rahasia dibalik kehidupan Raja Daud (David HaMelech)3

בס״ד

Rahasia dibalik kehidupan Raja Daud (David HaMelech)

bagian ke-3

foto : Aish.com



Dan akhirnya Samuel mengunjungi Yishai, dan ia meminta agar putra-putra Yishai berbaris, diawali dengan yang sulung bernama Eliav. Eliav adalah seorang yang tinggi besar dan ganteng, pria yang karismatik, ketika Samuel melihat Eliav, dia terpesona dan beranggapan bahwa dialah raja baru yang harus diurapi. Tetapi Hashem berkata kepada Samuel : “Jangan melihat pada tampak luarnya, pada perawakannya yang tinggi, karena Aku menolak dia. Tidaklah seperti apa yang manusia lihat, karena manusia hanya melihat dengan mata, Aku melihat hati manusia.” Samuel hanavi turun lagi dalam daftar putra-putra Yishai yang berbaris itu dan Hashem berkata tidak. Dan Samuel bertanya kepada Yishai, “Apakah hanya ini pria muda yang ada di rumahmu?” Samuel tidaklah berkata : “Apakah hanya ini putramu? Mengapa? Karena Midras berkata bahwa David tidaklah terhitung sebagai putra. Dia bahkan tidak ada dalam barisan, mereka melupakannya. Tidak ada yang memperhitungkannya, dilain itu mereka berpikir dia adalah seorang Mamzer, orang buangan, pengembala domba. Masih ingat bahwa cahaya yang sangat terang benderang harus disembunyikan? Dan cahaya dari David harus disembunyikan sampai saatnya yang tepat? Kachamim berkata kepada kita, seorang anak yang lahir di dunia ini yang mempunyai potensial dan talent, adalah tersembunyi dari dunia luar. Hanya ayah dan ibunya yang menyadari akan potensialnya dan orang lain tidak melihatnya. Orang tuanya mengeluh, anakku sangat pintar, mengapa tidak ada orang melihat apa yang kami lihat. Tetapi ada seorang anak yang potensialnya sangat besar yang mana setiap orang dapat melihat ini, tapi potensial ini tersembunyi dari orang tuanya sendiri. Dan kemudian ada seorang anak yang potensial, keagungan dan kekuatannya yang tersembunyi dari setiap orang bahkan Nabi terbesar pun tidak bisa melihat kebesaran dan keagungan pada anak ini. Karena cahaya dari anak ini sangatlah tersembunyi, bahkan seseorang dengan level tertinggi tidak bisa mendeteksi kesalehannya dan kekuatannya. Kachamim berkata ini adalah David HaMeleck, seorang anak yang disebutkan terakhir. David potensial dan kekuatannya adalah tersembunyi dari orang tuanya, dari saudara-saudara kandungnya, dari tetangganya, dari setiap orang. Bahkan Samuel Hanavi tidak mengetahuinya sampai Ha Kadosh Baruch Hu (Hashem) menunjukkan kepadanya bahwa dialah orangnya. Bukan karena tidak ada orang yang melihat cahaya itu, bukan berarti cahaya itu tidak ada. Dikarenakan Hashem membuat tirai yang membingungkan, keraguan dan bahkan kontroversi, tidak berarti bahwa seseorang tersebut ada cela, ada noda, tidak sehat, tidak stabil, kita tidak pernah tahu kebesaran neshama yang tersembunyi pada seseorang. Hanya Hashem yang tahu mengapa hal tersebut disembunyikan kepadamu.

Jadi Samuel tidak bertanya kepada Yishai “Apakah ada putra lain?” karena dengan pasti Yishai akan berkata “Tidak”. Melainkan Samuel bertanya : “Apakah ada anak muda lain dalam rumahmu?” dan dengan pertanyaan itu Yishai terpaksa mengakui : “Ya, ada satu lagi anak muda, David, tapi dia sedang menggembalakan domba.” dan Samuel berkata : “Bawa dia kemari” segera setelah David dibawa menghadap, Samuel berkata “Anakmu telah dipilih sebagai raja Israel.” boom….seluruh keluarga syok mendengar kabar ini. Dan sejak saat itu cahaya yang tersembunyi sedikit dimunculkan, dan akhirnya Yishai mengakui David adalah anak sah-nya. Sejak saat itu ke-absah-an David diakui oleh saudara kandungnya dan jika ada yang ragu-ragu, diasingkan dari komunitas. Tetapi adakah kita yang mengetahui penampilan David saat itu? David mempunyai bintik-bintik pada tubuhnya dia mempunyai mata yang indah, dan mohon maaf jika David dideskripsikan saat itu adalah terlihat berantakan seperti gelandangan. Sebab dimanakah dia tinggal? Di padang gurun, dia menggembalakan domba, tidak pernah pulang kerumah. Dia tergolong pendek jika dibandingkan dengan rata-rata pria. Dia tidak sedikitpun punya penampakan sebagai raja. Tetapi ayat menyatakan kepada kita bahwa dia memiliki mata yang indah. Mata yang indah tidak berarti indah secara fisik, David mempunyai mata yang indah dalam konteks spiritual. Dia mampu melihat kebaikan dan kesucian di dalam segala hal di sekelilingnya. Dia mempunyai kemampuan untuk menarik kebaikan dari apapun yang dilihatnya. Mata indahnya sebenarnya membantu untuk melakukan Tikun (perbaikan) dari Hava, bagaimana ini bisa terjadi? Karena ketika Hava tergoda oleh nachas (ular) untuk makan dari buah baik dan jahat, bagaimana Torah menggambarkan godaannya? Torah berkata : “Dan perempuan itu melihat bahwa buah itu enak untuk dimakan”. Hasratnya dimata. Kachamim berkata David memulai Tikun dari dosa pohon terlarang. Yang mana Hava gagal untuk menggunakan matanya dengan benar, dan tidak bisa tahan dengan godaan karena disebabkan oleh matanya, David memperbaiki dengan mata yang baik. Dengan melihat kebaikan dari setiap aspek kehidupan.

Saul saat itu meskipun dia menjadi raja tetapi spirit kerajaannya telah meninggalkannya dan hinggap pada David, dengan kata lain dia hanya kerangka atau kulit luarnya adalah raja. Pada saat itu Israel mengalami masa-masa sulit dimana sedang berperang melawan Goliat yang tiap hari menentang bangsa Israel, dan dia sebenarnya memberi suatu solusi politik, Goliat berkata : “lihat, dari pada berperang yang menyebabkan banyak tentara akan mati di medan peperangan, bagaimana kalau kamu memilih tentara yang perkasa yang bertarung melawanku, dan siapapun yang menang dalam pertempuran, akan mengambil negara tersebut”. Goliat tiap pagi datang mengutuk bangsa Israel dan Hashem, menantang untuk mengirim prajurit. Dalam situasi ini harusnya Saul yang menanggapi tantangan ini dan dialah yang harus melawan Goliat. Dan Saul tiba-tiba menjadi sangat takut dan tidak mempunyai kepercayaan diri yang dimiliki sebelumnya. Dan pada suatu saat David datang ke perkemahan perang dan dia mendengar kutukan Goliat, dan dia menjadi marah akan hal ini, berani-beraninya ini Goliat mengutuk Tuhan? Dan dia terdorong hal ini darurat untuk melawan Goliat. Dia pergi kepada Saul untuk meminta izin bertarung dengan Goliat. Saul tahu siapa itu David, karena disaat Saul mengalami depresi, David bermain musik harpa untuknya, hal itu membuat jiwa Saul menjadi tenang. Saul tidak mau David pergi bertarung dia tidak mau kehilangan David sebagai penghiburnya. Tetapi David menyakinkan Saul untuk pergi bertarung, dan kita mengetahui David dan Goliat tidaklah asing satu sama lain, mereka adalah sepupu (Goliat adalah putra dari Orpah, saudari perempuan Rut, nenek buyut David) Jadi David pergi bertarung dengan kerabat. Dan David mengambil sebuah batu dan mengetapelkannya kepada Goliat dan batu itu mengenai kepalanya dan Goliat rubuh jatuh ke tanah. Dan David memenggal kepalanya dengan pedang.

(Catatan dari penulis blog : harus kita ketahui bahwa David pada saat itu menggunakan Kabalah maasit, yang memerintahkan topi baja terbuka, bukan topinya yang terbuka, tetapi besi baja dalam topinya yang membuka membuat lubang sehingga batu bisa masuk menembus kepalanya seperti peluru)

Rakyat merayakan kemenangan ini dengan menari dijalanan, memuji David atas kepahlawanannya. Midras berkata sejak saat itu Saul menjadi iri hati. Saul bertanya-tanya, siapakah David sebenarnya? Bisa dilihat David adalah anak muda yang luar biasa, siapa yang bisa maju ke medan perang hanya menggunakan batu? Bahkan jendral perang tidak mau maju bertarung, dan seorang anak yang masih sangat muda menawarkan diri untuk bertarung. Saul bertanya-tanya : “Apakah mungkin ini adalah raja baru itu dan bukan satu dari anakku?” dan ketika Saul menyelidiki bahwa David adalah garis keturunan dari Perez dari suku Yehuda yang mempunyai garis keturunan raja. Dan dia mulai menjadi khawatir, salah satu penasehatnya berkata : “Jangan kuatir tentang David, dia anak tidak sah” Nenek buyutnya adalah orang Moab dan orang Moab dilarang masuk kahal (jemaat) Hashem ada banyak kontroversi mengelilingi ke absah-annya. Dan mulailah terjadi stigma baru bahkan ketika dia menjadi raja. David menghabiskan banyak tahun lari dari Saul, dan banyak pasal dari Tehilim (Mazmur) yang tertulis bahwa dia sedang dikejar atau lari dari Saul. dan pada akhirnya Saul terbunuh dalam medan peperangan dan David dinobatkan menjadi raja, tetapi tidak semua orang menerima dia. Tujuh tahun hanya suku Yehuda dan suku Benyamin yang mengakuinya, dan kemudian dia memindahkan kerajaannya dari Hebron ke Yerushalayim, dimulainya pemerintahannya secara resmi, dan ketika dia secara resmi pindah ke Yerushalayim kita berfikir masalahnya sudah selesai bukan? Tidaklah demikian, karena anak kandungnya sendiri mulai memberontak melawannya, dan dia mengalami ujian demi ujian, dan pertanyaannya mengapa David tidak “out of Derech” (keluar dari jalan lurusnya) ketika dia harus mengalami ujian demi ujian? Karena ketika dia mengalami sukses, dia berterima kasih kepada Hashem, dan ketika dia mengalami penderitaan, dia memuji Hashmem.

Dan David berkata kepada Hashem bahwa dia ingin menjadi salah satu Patriach (Bapa leluhur bangsa Israel) dan ketika kita berdoa di Amidah tentang Patriach kita, kita berkata Elokei Avraham, Elokai Yitzhak, Elokai Yaakov. Jadi David Hamelech ingin menjadi Patriach yang ke-empat. Elokei David. Hashem berkata bahwa Patriach melewati banyak-banyak ujian dalam hidupnya, dan meskipun engkau mengalami ujian juga, tetapi ujianmu tidaklah sebayak Patriach Israel. Jika memang itu yang dibutuhkan, baik Hashem ujilah aku Hashem. Hashem berkata, “engkau sungguh ingin diuji? Baiklah aku akan mengujimu”. Pada malam selanjutnya David naik ke atap istananya, dan siapa yang dilihat David saat itu di Mikveh? Batsyeba. Dia melihatnya, dan mengambilnya, meskipun dia telah menikah, di dalam hukum yahudi bila suami pergi berperang, maka istri harus diberikan Get (surat cerai) sebagai pencegahan bila suami meninggal dalam medan peperangan atau bahkan hilang dalam peperangan seperti diculik, sehingga tidak menyulitkan status istri bila tidak mengetahui keberadaan suami, jika tidak diberikan Get, istri tidak bisa menikah dengan orang lain, jika suami tidak pernah kembali. Suami Batsheba adalah seorang Jendral perang dalam kerajaan David, maka sesungguhnya status Batseba pada saat itu adalah seorang janda, karena dia diberi Get (surat cerai) oleh suaminya, meskipun mereka akan kembali menikah disaat kembali dari medan perang. Batsheba memanglah ditakdirkan untuk menjadi istri David, tetapi isu dari masalah ini bukanlah Batsheba, tetapi karena dia diambil lebih awal dari yang seharusnya. Dan suami Batsheba meninggal dalam peperangan, dan dia menjadi ibu dari raja Shlomo, tapi sebelum itu, Natan Hanavi mendekati David dengan sedikit musar (ceramah), dia berkata : “David saya memerlukan nasehatmu, ada dua peternak, yang satu sangat kaya dengan banyak ternak, dan satu lagi miskin yang hanya memiliki satu ternak. Suatu hari peternak kaya mempunyai tamu, dan dia pergi ke peternakan orang miskin ini dan mengambil ternak satu-satunya miliknya, karena dia tidak mau mengambil ternaknya untuk menjamu tamunya. Nah sekarang David, apa yang harus kita lakukan terhadap peternak kaya ini? David berkata ini tidak adil, peternak kaya ini jahat, dia tahu tetangganya hanya punya satu ternak, dan dia punya banyak domba, dan dia mengambil ternak tetangganya yang miskin ini? Dia harus mendapatkan hukuman mati. Dan Natan Hanavi menunjuk pada David : “David, orang itu adalah kamu, engkau telah memiliki banyak istri dan engkau bisa mengambil wanita manapun sebagai istri, dan engkau mengambil istri satu-satunya Uri? Kata-katamu dianggap sebagai dekrit, engkau layak untuk mati.” Dan saat itu David tidak membela diri, atau mengusir Natan Hanavi, tetapi dia merendahkan diri dan mengakui, bahwa dia berdosa. Dalam seluruh bab 51 dari sefer Tehilim (Mazmur) menulis tetang pertobatan David Hamelech dari dosanya. Dosa yang dilakukannya akan melekat padanya seumur hidupnya.

David Hamelech adalah seorang raja Yahudi yang mengakui kedaulatan Hashem, dia menjadi contoh atas seluruh rakyatnya, dan dia mempertunjukkan jika seorang raja bisa membukuk dihadapan Hashem, memasrahkan diri pada perintahNya, dan setiap subjek dari kerajaannya seharusnya bisa melakukan hal yang sama. Dia adalah pelayan yang rendah hati dari Hashem. Itulah mengapa sefer Tehilim menjadi channel dari Tefilot (doa-doa) kita, karena kata-katanya adalah sangat murni dan bersih dari ego manusia. David neshama memancar ke seluruh generasi, Midras Raba berkata ketika Bait Suci diruntuhkan, Mesiach pada generasi itu dilahirkan. Ketika Bait Suci dihancurkan dimulainya penanaman benih dari penebusan. Dan kiranya Hashem memunculkan Mesiach segera, amen, Ken Yehi Ratzon.




Diterjemahkan dari Shiur : Rebbetzin Sarah.
Share:

Rahasia dibalik kehidupan Raja Daud (David HaMelech)2

בס״ד

Rahasia dibalik kehidupan Raja Daud (David HaMelech)

bagian ke-2



foto : Aish.com


Dia adalah sah Bat (putri) Israel, tapi saya? Saya bisa saja orang Moab.” Yishai khawatir tentang subjek ini karena neneknya adalah Rut. Dan Rut mungkin saja tidak sah. Dikarenakan dia takut mungkin dia tidak layak, Yishai memisahkan dirinya dengan istrinya. Dia tidak menceraikannya, dia cuma tidak tinggal dengannya. Pada zaman itu, pria diizinkan untuk memiliki lebih dari satu istri, jadi Yishai ingin memiliki istri lain. Tetapi dia mempunyai masalah : Yishai tidak bisa menikahi goyah (non Yahudi) seandainya dia Yahudi, dan dia tidak bisa menikahi Yahudi jika seandainya dia bukan Yahudi. Jadi apa yang dia lakukan? Gemara Baba Batra menceritakan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan pada zaman kita, dikatakan bahwa istri Yishai bernama Nitzebet bat Adael dia mempunyai pelayan wanita bernama Shivcha, Yishai datang kepada Shivcha dan berkata jika saya Yahudi Anda boleh bebas, tetapi jika saya bukan Yahudi, kamu harus tinggal dengan saya. Dengan kata lain, Yishai berencana untuk menikahi Shivcha yang saat itu adalah pelayan dari Nitzebet istri Yishai. Tetapi Shivcha seorang Kanaan mempunyai belas kasihan terhadap majikannya, dia tidak tega untuk menggantikan majikannya untuk menjadi istri dari suami majikannya. Maka dia berkata pada Nitzebet “Bersiap-siaplah seperti Rachel dan Lea, maka pergilah untuk menikah kembali dengan suamimu” maka Nitzebet berpakaian pengantin seolah-olah dia adalah Shivcha, dan Yishai tidak akan mengetahuinya seperti Rachel dan Lea. Dan itulah yang terjadi sebenarnya, bahwa Shivcha bertukar tempat dengan Nitzebet, Nitzebet berdoa malam itu agar dia mengandung bayi dari hasil pertukaran pernikahan ini, dan dia memang mengandung David. Ketika Yishai dan saudara-saudara David mengetahui bahwa Nitzebet hamil, mereka mencurigai bahwa dia melakukan tindakan amoral atau perselingkuhan. Midras berkata bahwa putra-putra Yishai menginginkan Nitzebet dieksekusi bersamaan dengan janin yang dikandungnya. Apa yang dilakukan Nitzebet, dia tidak berkata suatu apapun, dia tidak bisa mengatakan kejadian yang sebenarnya. Dia tidak mau mempermalukan suaminya di depan publik bahwa di hari pernikahannya dia bahkan tidak menikah dengan calon istrinya Shivcha. Dengan bungkamnya ini, dia mendapat pahala sebuah bayi yang hebat yang merupakan benih dari Mesiach. Yishai mempunyai belas kasihan terhadap Nitzebet dan dia memerintahkan kepada putra-putranya untuk tidak menyentuh Nitzebet, dia berkata : “Janganlah kalian membunuhnya, biarkan bayi itu lahir marilah kita memperlakukannya sangat rendah dan menghinanya.” Setiap orang menyadari bahwa statusnya dipertanyakan, dan sebagai anak yang tidak sah dia tidak akan berhasil menikah dengan perempuan Yahudi.

Rav. Eliyahu Kitov menjelaskan, meskipun ketika masih bayi, David HaMeleck menyadari takdirnya. Ketika dia masih didalam kandungan ibunya berbisik kepadanya : “Hashem memberikan aku kebaikan, itu terungkap dan diketahui olehMu, untuk alasan yang tidak dimengerti oleh setiap manusia, Neshama ini turun dan dilahirkan di dunia ini, hanya Engkaulah yang mengetahui kemurnian dari kelahirannya, dan tujuannya dia turun ke dunia ini, Engkau Hashem menyatakan kepadaku bahwa neshama dari anakku David, adalah maha mulia dan spesial, aku hanya berharap bahwa sepanjang perjalanan hidupnya, bahwa siapapun yang berada disekitarnya melihat keagungan dari neshama-nya, dan misinya yang adalah di dekrit (ditentukan) dari surga, mohon Hashem anakku David adalah pengembala-Mu, pelayan-Mu, putra pelayan-Mu, janganlah membiarkan dia menjadi asing di mata saudara-saudaranya, dan menjadi asing dimata putra-putraku yang lain, jangan biarkan orang berbicara buruk tentangnya, dan biarlah dia tidak diadili dengan tidak adil, anakku tersayang, aku mengharapkan perjalanan yang sukses dihidupmu, kiranya engkau selalu mendapat pahala untuk melekat dengan Hashem, di sepanjang hidupmu, ibumu akan selalu berada disisimu, dan ingat batu yang ditolak oleh tukang bangunan,..

Nitzebet berkata kepada David, anakku tersayang jangan putus asa karena engkau adalah murni, engkau adalah kudus, engkau dikuduskan dari dalam kandungan, jangan takut kalau engkau diusir dan dibuang. Terimalah dengan kasih dan dengan percaya kepada Hashem. Karena segala penghinaan yang akan engkau alami tidak akan selamanya.

Rav. Eliyahu Kitov berkata bahkan ketika dia masih bayi, dia menyerap kata-kata ibunya dan mengerti takdirnya sejak awal. Dan menerima segala sesuatunya dengan kasih dan cinta kepada Hashem. David Hamelech lahir dan Gemara berkata bahwa seluruh keluarga berfikir bahwa ia adalah seorang Mamzer (anak yang terlahir sebagai hubungan perselingkuhan) segera sebelum kelahirannya bahwa dia harus dipisahkan jauh dari saudara kandungnya, dikucilkan dari komunitasnya, dia bahkan tidak diijinkan untuk makan satu meja dengan saudara kandungnya, dia harus sendirian makan di pojok ruangan.

Dan Rav.Sivtei menulis, ketika dia agak dewasa dia dikirim jauh ke padang gurun menggembalakan domba karena saudara-saudara kandungnya berharap dia akan mati diterkam binatang liar di padang gurun. Hanya satu orang yang sedikitpun tidak meragukan kemurniannya, orang itu adalah ibunya. Dia terkoyak dengan realita yang mempermalukan ini, tetapi dia tidak punya kekuatan untuk mencegahnya. Dia berdiri di kejauhan dan menangis dan menanti hari dimana keadilan akan ditegakkan. Dan ini membutuhkan 28 tahun pengasingan penolakan, penderitaan, direndahkan, sampai akhirnya keadilan bisa dinyatakan. Dari sejak pertama kenangan hidupnya David adalah orang buangan di keluarganya. Seperti yang dia tulis di sefer Tehilim (Mazmur) : “Aku diasingkan oleh saudara-saudara kandungku, aku asing di mata saudara-saudara kandungku” ayat ini menunjukkan betapa hebat penderitaan yang dialaminya. Karena orang-orang disekelilingnya tidak mengerti mengapa David disingkirkan dalam keluarga, mereka mulai berfikir yang aneh-aneh tentangnya.

David menghabiskan hampir sepanjang hidupnya di padang gurun, jauh dari masyarakat. Jauh dari lashon hara (gosip) dan penghinaan. Dia menggembalakan domba-domba, tanpa gangguan, mempersembahkan seluruh neshama-nya kepada Hashem. Hashem menjadi ayahnya, Hashem adalah ibunya, dan Hashem adalah teman terbaiknya. Midras berkata David menemukan penghiburan dalam penderitaan yang dia alami, karena dia tahu tanpa penderitaannya, dia tidak dapat mengenali penderitaan orang lain. David sangat agung di padang gurun, dia melihat keindahan di padang gurun yang kosong. Di tempat orang yang haus akan air minum, di tempat dimana air hujan tidaklah banyak, di tempat dimana tidak ada yang bisa dihasilkan disana, ditempat yang adalah total gersang dan terpencil, David menemukan penghiburan. Dikatakan setiap pasir, binatang liar dan segala makhluk di padang gurun memuji Hashem bersama-sama dengan David. Di padang gurun inilah sefer Tehilim (Mazmur) diciptakan. Dipadang gurun inilah seorang muda menolak kepribadiannya, karakternya kebaikannya, diruntuhkan oleh orang-orang yang memperlakukan buruk terhadapnya. Di padang gurun inilah dia mengembangkan kepribadian akan seseorang yang layak akan tahta. Dan sefer Tehilim (Mazmur) menjadi 70 % dari bahan doa kita yang kita lafalkan hari ini. Hampir setiap doa ada ayat di sefer Tehilim (Mazmur). Pelajaran dari ini adalah : lihatlah apa yang bisa kamu capai di padang gurun.

Dan keadaan politik saat itu di tanah Israel, Saul menjabat sebagai raja, dia adalah raja yang sukses, sampai pada titik dia tidak mendengar perintah Hashem untuk menghabiskan bangsa Amalek, dia menyisakan ternak-ternak dan raja dari Amalek dibiarkan hidup, dan bahkan lebih parah lagi dia tidak mengakui kesalahannya. Maka Hashem berkata kepada Samuel Hanavi, hasil dari ketidak patuhannya, dia akan kehilangan mahkotanya. Tidak lagi menjadi raja, bahkan anak-anaknya bukanlah penerus tahtanya. Dan Hashem memerintahkan untuk secara rahasia mencari raja baru di Bethlehem, karena disanalah berasal raja baru ini. Khususnya di dalam rumah Yishai. Sementara Saul masih hidup, dan sementara menjabat sebagai raja, raja lain yaitu David, secara rahasia diurapi, mengapa rahasia? Sebab jika Saul mengetahui hal ini, apa yang akan terjadi? Dia akan membunuhnya secara langsung.

Bersambung ke bagian ke-3

Share:

Rahasia dibalik kehidupan Raja Daud (David HaMelech) 1

בס״ד

Rahasia dibalik kehidupan Raja Daud (David HaMelech)

bagian 1


foto : Aish.com


Mohon maaf saya akan menggunakan nama asli dari Raja Daud yaitu Raja David dan saya akan menggunakan bahasa aslinya untuk menyebut raja yaitu Melech jadi ketika saya menulis David HaMelech Anda bisa memahami itu berarti Raja Daud.

David HaMelech adalah seorang yang dikatakan memiliki kesalah pahaman karakter dalam sejarah kitabiah, jadi untuk mengerti kehidupannya kita akan melihat jauh ke belakang yaitu ketika penciptaan dunia ini manusia pertama Adam dan Hava yang diberikan hanya satu Mitzvah (perintah) mereka dilarang untuk makan dari pohon pengetahuan baik dan jahat. Dan sayangnya Adam dan Hava gagal di dalam satu Mitzvah ini dan sebagai hasilnya dunia terpengaruh dan sekarang seluruh ciptaan harus

berurusan dengan campuran antara baik dan jahat, dan itu sebabnya kita sampai sekarang harus membedakan antara yang baik dengan yang jahat, untuk memilih kebaikan dan menyingkirkan kejahatan. Jadi kegagalan Adam dan Hava membawa generasi ke generasi yang akan datang sampai Mashiach dimunculkan kita selalu terlibat dalam Tikun (perbaikan), HaKadosh Baruch Hu (Hashem) memberikan penglihatan sekilas kedepan kepada Adam sehingga dia bisa melihat Neshama (Jiwa) yang murni seseorang yang bisa memperbaiki (Tikun) kegagalannya dan memulihkan dunia ini kedalam keadaan yang original aslinya di hari sebelum dosa dari pohon pengetahuan baik dan jahat. Midras melanjutkan, Adam diberi penglihatan tentang David Neshama, benih dari Mosiach, satu-satunya masalah adalah David HaMelech hanya memperoleh waktu 3 jam hidup didunia ini. Adam berkata kepada Hashem : “Ribono shel olam(Penguasa alam semesta), David mempunyai banyak hal yang harus dicapai, banyak hal dilakukan untuk Tikun (perbaikan) apa yang dapat dicapai dengan waktu yang sangat pendek? Seberapa lama saya harus hidup Hashem? Hashem menjawab, engkau Adam, engkau akan hidup selama 1.000 tahun, Adam berkata kepada Hashem, saya akan menyumbangkan 70 tahun dari hidup saya kepada David. Adam seharusnya hidup 1.000 tahun tetapi hanya hidup 930 tahun karena 70 tahun dari hidupnya diberikan kepada David.

Zohar yang kudus mengutip, jika Adam tidak melakukan dosa dengan pengetahuan yang baik dan jahat, Adamlah yang akan menjadi HaMelech, raja dari manusia di bumi. Tapi sejak Adam berdosa, Hashem mentransfer kerajaan kepada David. Yang mana 70 tahun dari hidupnya disumbangkan kepada David untuk memperbaiki dunia ini dan menjadi penyanyi yang lembut dari Israel. Dan David menyadari ini kita bisa melihat di bukunya Mazmur, David memberikan apresiasi rasa terima kasihnya yang mengutip : Hashem, Engkau membuatku bahagia dengan perbuatan TanganMu, dengan hasil karya TanganMu Engkau disanjung. Jadi yang dimaksud David disini dengan hasil karya TanganMu adalah Adam, dialah yang menyumbangkan 70 tahun dari hidupnya kepada saya, sehingga saya bisa hidup dan memuji lagu pujian kepadaMu. Dan Ari Hakadosh berkata dalam bukunya HaLekutim bahwa David HaMelech adalah sebenarnya reinkarnasi dari Adam HaRishon. Sejak Adam ditetapkan didekrit harus mati sejak makan dari pohon baik dan jahat, dekrit itu seharusnya terjadi pada David Neshama, yang adalah reinkarnasi dari Adam, David seharusnya meninggal disaat dia dilahirkan. Karena dia adalah reinkarnasi dari Adam yang berdosa tapi sejak Adam membawa kembali ketetapan itu (dekrit itu), dia mempunyai kewajiban untuk menyumbang 70 tahun dari hidupnya sehingga David dapat memperbaiki yang dia cemari di dunia ini. Dengar apa yang dikatakan oleh Ari hakadosh sejak Adam original reinkarnasi berdosa, hasil dari dosa tersebut dia yang harus mati sebagai hasil dari ketetapan dekrit, maka David yang adalah reinkarnasi dari Adam, ditetapkan (didekritkan) mati pada saat dilahirkan. Dia harus menyumbang 70 tahun hidupnya untuk memperbaiki apa yang dia hancurkan. Arizal berkata tidak hanya David tidak meninggal pada saat dilahirkan, David dianggap hidup dan kehidupannya kekal ke generasi kedepan, mengapa? Arizal berkata, karena David Neshama juga adalah Neshama dari Mosiach. Itu adalah rahasia dari nama Adam (אדם) huruf-huruf Ibraninya mewakili : Alef yang adalah Adam, Dalet adalah David, dan Mem adalah Moshe.

Mari kita telusuri dari David Neshama melewati generasi-generasi sampai dilahirkan karena menakjubkan dari hidupnya. Mari kita ke generasi dari Avraham Avinu (Avraham bapa kita), keponakan Avraham bernama Lot pada poin tertentu memutuskan untuk memisahkan diri dari pamannya dan hidup di kota Sodom, dikarenakan dari Immoral aktivitas disana, Hashem memutuskan untuk menghancurkan kota Sodom, tapi dikarenakan Zkut (pahala) dari Avraham, Lot diselamatkan dari kematian, Lot dan kedua putrinya lari ke gunung untuk menyelamatkan diri, kedua putrinya berfikir bahwa Hashem menghancurkan seluruh dunia, hanya mereka bertiga yang tersisa, lantas apa yang diperbuat oleh mereka untuk melanjutkan kehidupan manusia yang telah lenyap menurut pemikiran mereka? Kedua putri Lot membuat Lot mabuk dan mereka berhubungan intim dengannya dan keduanya mengandung. Putri tertua melahirkan putra yang diberi nama Moab, yang artinya dari sang ayah. Moab kemudian menjadi raja bangsanya dan ayah dari Rut. Kita tahu cerita dari Rut, disalah satu Megilah bercerita keseluruhan dari hidup Rut, mari kita simpulkan sedikit dari ceritanya. Rut mengikuti ibu mertuanya ke tanah Israel, Naomi sekarang adalah janda, yang kehilangan baik suami dan kedua putranya Mahlon dan Kilyon yang menikah dengan putri raja Moab yaitu Rut dan Orpah. Jadi Rut dan Orpah juga menjadi janda. Dipersimpangan jalan di tanah Moab, mereka harus membuat keputusan apakah mereka harus mengikuti Noami ke tanah Israel ataukah kembali ke rumah mereka. Orpah, kembali ke rumahnya, tetapi Rut memutuskan untuk mengikuti Naomi. Ketika Rut tiba di tanah Israel, Naomi meminta menantunya untuk memungut jelai di tanah milik keluarganya yang bernama Boaz, dialah pemilik dari ladang jelai. Pada saat itu Boaz adalah pemimpin dari generasi saat itu. Siapakah Boaz? Boaz adalah garis keturunan dari Suku Yehuda. Kita tarik kembali dari ke Yehuda ben Yaakov Avinu, Yehudah mempunyai tiga putra, yang sulung bernama Er dan istri dari Er bernama Tamar. Er meninggal, dan menjadi kewajiban dari putra kedua yang bernama Onan untuk memenuhi Mitzvah dari Yibum (Mitzvah Yibum adalah saudara kandung laki-laki wajib menikahi janda kakak kandung jika belum mempunyai keturunan) dan Onan pun meninggal dunia, Yehuda berkewajiban untuk memberi putra ketiga kepada Tamar menantunya, tetapi Yehuda berkata kepada Tamar, pulanglah ke rumah orang tuamu karena Selah putra ketiga masih sangat muda, ketika dia tumbuh dewasa, akan diberikan kepadamu sebagai suami untuk memenuhi Mitzvah Yibum. Tamar menunggu dan dia menyadari bahwa Selah tidak akan diberikan kepadanya. Ketika Tamar mengetahui bahwa istri dari Yehuda meninggal, Tamar mempunyai inspirasi Ilahi bahwa dia akan mempunyai keturunan dari Yehuda, tapi dia tidak mengetahui bagaimana itu bisa terjadi. Maka Tamar memutuskan menyamar menjadi seorang pelacur, dan tiba di tempat dimana Yehuda akan beristirahat dalam perjalannya. Dan Yehuda berhubungan intim tanpa mengetahui bahwa wanita ini adalah menantunya. Tamar mengandung putra kembar dan melahirkan Perez dan Serah. Perez adalah kakek buyut dari Boaz. Dan Boaz kita tahu adalah kakek dari dari David, bisa kita lihat bagaimana aneh garis nenek moyang David HaMeleck berasal. Inilah yang ditanyakan oleh Chakamin (Rabi-rabi besar kita) mengapa nenek moyang David sangat dipertanyakan mengapa tidak datang dari nenek moyang yang lurus dan bersih, yang mana raja Kudus ini berasal?

Tapi Rabbi Shimon Bar Yochai, Ztl, yang diberkati mengatakan David Neshama sangat kuat, sangat kudus, dan sangat signifikan untuk dunia, sehingga Neshama-nya mempunyai cahaya yang sangat cemerlang bisa dibilang seperti Orh Haganush (Cahaya pertama ilahi dari penciptaan) adalah cahaya dari Mosiach, cahaya ini harus disembunyikan, bahkan ke Sitra Achra (Sisi kegelapan lawan dari kekudusan) cahaya ini ditopengi oleh tirai kegelapan ketika waktunya tiba cahaya ini akan dimunculkan. Hashem menggunakan banyak selubung untuk menutupi cahaya dari David. Dan selubung ini bahkan tertutup sebelum dia berhak atas kerajaannya. Tentu saja Sitra Achra tidak akan mengijinkan Neshama ini lahir di dunia dengan mudah, maka David hadir di didunia dibuang dengan cara dimana kekudusan disatukan, yang terlihat latar belakangnya penuh skandal menjadi pendahuluan dari pengalaman David didalam hidupnya. Karena dia dihadapkan pada ujian demi ujian. Dia bahkan mengalami pengalaman buruk pada orang-orang yang seharusnya mencintainya. Dari segala tantangan dan ujian yang dia hadapi memang ditujukan untuk menghaluskan dan memoles karakter spiritualnya. Itu dapat terjadi ketika seseorang menghadapi ujian dan kesulitan di dalam hidupnya. Bahkan ketika dalam level Neshama, belum dilahirkan dia sudah menghadapi ujian. David memiliki Neshama terbesar namun dia adalah seseorang yang tidak diinginkan di dalam keluarga, dipermalukan, direndahkan martabatnya, dihina, dibuang oleh keluarganya sendiri.

Kembali kepada Boaz, yang mempunyai kewajiban Mitzvah Yibum (menikahi janda dari keluarga, terutama adalah saudara kandung, apabila tidak didapati saudara kandung kewajiban jatuh pada keluarga terdekat) untuk melanjutkan garis keturunan dari almarhum. Tetapi ada masalah lain, ada seorang keluarga yang lebih dekat dari Boaz, untuk memenuhi kewajiban Yibum ini. Boaz berkata kepada Rut, “Saya akan menikahimu, tetapi terlebih dahulu ijinkan saya untuk menanyai saudara terdekat lain yaitu Ploni Almoni.” Tetapi Ploni Almoni takut mengambil Rut sebagai istri, karena ada larangan dari Torah untuk tidak menikahi orang Moab. Gemara Yevamot berkata tidaklah terlalu diketahui oleh publik pada zaman itu, bahwa larangan ini hanya berlaku untuk pria Moab bukan wanita Moab. Mengapa Torah melarang hanya pria Moab bukan wanita Moab? Torah mempunyai jawaban atas itu bahwa pria Moab mengabaikan untuk menyediakan roti dan air ketika Bnei Israel melewati daerah Moab ketika dalam perjalanan di padang gurun sedang menuju tanah Kanaan. Di zaman itu tidaklah diharapkan perempuan keluar ke jalanan untuk menyediakan roti dan air minum bagi orang asing karena zaman itu dianggap tidak sopan. Itu adalah tugas dari pria, dalam hal kesopanan. Dikarenakan pria Moab tidak ramah dan berbaik hati pada Bnei Israel, merekalah yang dilarang masuk atau menikah dengan Bnei Israel. Tetapi halakah (hukum) itu tidaklah diketahui oleh Ploni Almoni dan dia berkata “Saya tidak mau menikahi wanita Moab saya tidak mau ikut campur dalam hal ini lebih baik saya menjauhkan diri dari hal ini.”

Boaz adalah pemimpin dari generasi ini, dia merasa pasti bahwa dia diperbolehkan untuk menikahi Rut. Maka Ploni Almoni melepaskan Zkut (pahala) besar ini dan Boaz menikahinya. Tebak apa yang terjadi setelah hari pernikahan dengan Rut? Boaz meninggal dunia. Anda bisa bayangkan apa yang ada dipikiran orang-orang disekitarnya. Mereka pasti berfikir, Boaz meninggal dikarenakan menikahi Rut. Mereka berfikir Ploni Almoni benar tidak ikut campur dalam masalah ini. Tetapi Kachamim (Rabi-rabi besar kita) berkata kepada kita, meninggalnya Boaz sehari setelah pernikahannya hanyalah lapisan lain dari penyembunyian yang memberi David sesuatu yang harus ditanggung di dalam hidupnya karena cerita ketidak sah-annya mengikuti David di seluruh hidupnya apakah dia kosher atau tidak kosher?

Dari pernikahan ini Rut mengandung putra yang ketika lahir bernama Oved, Oved mempunyai putra bernama Yishai, dan Yishai adalah ayah David. Tetapi Midras Yakut HaMichri memberi cerita tentang David yang luar biasa yang memberi latar belakang dari kelahiran David yang juga tersembunyi dalam kontroversi yang besar. Midras berkata, bahwa David mempunyai tujuh saudara laki-laki sebelum dia dilahirkan. Dan terlihat pada poin ini bahwa Yishai ayahnya meragukan kesah-annya (absah) sebagai Bnei Israel. Dia berpikir, mungkin saja kakeknya Boaz dan penatua Israel menentukan hukum tidak benar, mungkin dia tidak layak untuk bergabung dengan kahal Hashem. Yishai berfikir : “ Apakah saya berhak untuk hidup dengan istri saya?

(Bersambung ke bagian 2) 



Share:

Rahasia dibalik 3 minggu berkabung

בס״ד

 Rahasia dibalik 3 minggu berkabung

foto : Aish.com

Artikel ini didedikasikan untuk Hilulah Rabbi Yitzchak ben Rabbi Shlomo Luria Ashkenazi, atau yang dikenal sebagai Arizal hakadosh(1572 atau 5332 dalam kalender Ibrani)yang jatuh pada tanggal 5 Av, berdasarkan Shiur dari Rebbetzin Sarah.

Ha Ari Hakadosh mengajarkan banyak rahasia Torah yang hingga kini dijadikan banyak acuan didalam mempelajari Torah yang membuat kita lebih mengerti maksud dari ajaran Torah. Dan pengajaran Shiur ini diambil dari ajaran Arizal hakados (yang kudus) beliaulah yang mengungkap banyak rahasia, sebelum Arizal hakadosh banyak ajaran kabalah yang tidak bisa dimengerti secara awam, berkat Ha Ari hakados, Arizal, secara awam mudah dimengerti. Salah satu ajarannya adalah mengenai Kavanot, yang artinya ketika kita melakukan suatu Mitzvah, kita harus berkonsentrasi pada suatu hal. Misalnya pada siddur dimana kita hanya melihat huruf Ibrani atau terjemahannya, tapi Siddur dari Arizal hakadosh penuh dengan Kavanot (sesuatu yang harus dikonsentrasikan) apakah itu Nama Hashem atau gematria (hitungan secara Judaism) dan Arizal hakadosh mengajarkan dalam waktu-waktu tertentu dalam setahun juga mengandung Kavanot. Beliau menjelaskan bahwa selama periode 3 minggu berkabung ada beberapa Kavanot yang harus dilakukan ketika kita melakukan tefilot Amidah (doa Amidah/Shmonei Ashrei) Ha Ari hakadosh menjelaskan bahwa Nama Hashem yang mengandung belas kasihan (mercy) adalah Yud-Hey-Vav-Hey kita menemukan nama itu di dalam Torah sebanyak 1820 kali. Periode dari 3 minggu adalah periode penghakiman dimana Bait Suci hancur pada saat ini. Ini adalah waktu dimana kita menghindari aktivitas yang mengandung bahaya. Karena kita berkabung dari kehancuran Bait Suci, kita menahan diri dari mendengarkan musik, memotong rambut, secara umum bisa dikatakan kita mengurangi kegembiraan. Arizal mengajarkan selama periode 3 minggu hampir bisa dikatakan bahwa Nama Hashem tersembunyi, dan didalam keadaan tersembunyi, huruf-huruf konsiderasi dari Nama Hashem berbeda dari biasanya. Ada nama yang terungkap dari Nama Hashem (Yud Hey Vav Hey) dan nama yang tersembunyi. Dan selama periode 3 minggu berkabung adalah seperti selubung yang ditempatkan pada Nama ilahi Hashem yang mengandung belas kasihan, diungkap dalam huruf yang berbeda. Ketika periode 3 minggu berkabung selesai maka selubung dari Nama Hashem dilepas (seolah-olah dikatakan seperti itu) dan Nama Hashem yang mengandung belas kasihan diungkapkan atau dinyatakan kembali.

Jadi apakah Nama Hashem yang tersembunyi itu? Arizal hakadosh mengajarkan bahwa huruf Ibrani sebelum dari huruf Yud-Hey-Vav-Hey adalah Nama tersembunyi dari Hashem. Apakah Nama itu? Jika Anda mempelajari huruf Ibrani kita lihat apakah huruf sebelum Yud? Tet, apakah huruf sebelum Hey? Dalet, apakah huruf sebelum Vav? Hey, dan tentu saja huruf Dalet sebelum Hey. Jadi kita bisa melihat disini Nama tersembunyi dari Hashem adalah Tet-Dalet-Hey-Dalet ט-ד-ה-ד.


lihat gambar ini sebagai acuan

Ada saat-saat sulit yang kita tidak pahami yang mana kita tidak bisa melihat keberadaan Hashem dalam hidup kita, kita mungkin harus memiliki Emunah (iman) yang kuat untuk mengakui bahwa ada belas kasihan Hashem dan tidak kehilangan iman kita yang mana itu tidaklah mudah. Ada orang yang mengalami tantangan yang sangat sulit yang kemudian melepaskan imannya, dan ada pula orang yang mengalami keadaan yang sama tidak terguncang sedikitpun terhadap apapun yang mereka alami tetap melekat kepada Hakadosh Baruch Hu (Hashem), mereka mengalami kegelapan, tapi ada iman bahkan didalam kegelapan didapati cahaya dan ada belas kasihan (mercy).

Kita tahu bahwa Nama Hashem yang menunjukkan belas kasihan ditulis : Yud-Hey-Vav-Hey, maka Nama Hashem yang mengandung penghakiman adalah dieja (ditulis) : Alef-Dalet-Nun-Yud yang dilafalkan : Adonay jika kita ambil kata ini dan huruf-hurufnya dibalik maka kita mendapati huruf Ibrani yang ditulis Dalet-Yud-Nun-Alef : דינא yang dilafalkan Dina yang artinya penghakiman. Jadi Hashem menggunakan kedua nama tersebut baik Yud-Hey-Vav-Hey juga Alef-Dalet-Nun-Yud dan dua Nama ini terhubung satu dengan yang lainnya, dan ketika kita melihat pada siddur Nama Hashem : Yud-Hey-Vav-Hey kita tidak melafalkan seperti yang ditulis tetapi kita melafalkan seperti Alef-Dalet-Nun-Yud > Adonay < pernahkah Anda berpikir mengapa demikian? Karena pelafalannya tidaklah demikian, alasannya karena di dunia ini kita tidak selalu melihat Hashem Rachamim (mercy, belas kasihan) kadang-kadang belas kasihan Hashem diselubungi dengan penghakiman. Ketika Mesiach datang, kita akan mampu untuk melafalkan Nama Hashem yang mengandung belas kasihan, karena segala sesuatu yang terjadi dimengerti sebagai perbuatan belas kasihan (mercy).

Jadi selama periode sebelum kedatangan Meshiach kita melafalkan Nama Hashem dengan huruf penghakiman, dan penghakiman seringkali menyembunyikan kebaikan. Ketika Mesiach datang maka Nama Hashem : Alef-Dalet-Nun-Yud tidak digunakan lagi.


Rav.David Menasheh menjelaskan bahwa Alef-Dalet-Nun-Yud setara dengan gematria 65 dan Nama Ilahi belas kasihan : Yud-Hey-Vav-Hey setara dengan gematria 26 dan ketika digabung menjadi 91. Ketika kita melihat Nama Hashem : Hey-Vav-Yud-Hey yang setara gematria 26 dan ketika menambahkan nomor dengan order yang berurutan sampai kita mencapai 65 yang mana adalah Adnut (אדנת)maka kita mendapati sesuatu yang menakjubkan jika kita menambahkan nomor dari 26 yang adalah Yud-Hey-Vav-Hey Nama Ilahi Hashem mercy (belas kasihan) melalui 65 yang mana Nama Adnut mewakili penghakiman jika kita menambah naik keatas semua nomor dari mercy (belas kasihan) ke penghakiman yaitu dari 26 ke 65 contoh : 26+27+28+29+30+31+32+33+...dst sampai +65 maka total dari penambahan ini adalah 1820 masih ingat angka ini? Ini adalah angka yang mana Nama Hashem yang mengandung belas kasihan : Yud-Hey-Vav-Hey disebut sebanyak 1820 di dalam Torah. Tahukah Anda maksudnya? Maksudnya adalah kita akan melihat tujuan akhir dari penghakiman yang adalah Adnut, 65, mempunyai akar di dalam mercy (belas kasihan
), 26. Meskipun kelihatannya kita mengalami penghakiman sebenarnya kita ada di dalam belas kasihan Hashem.



Nama Hashem yang terselubung yang kita bisa dapati adalah huruf setelah dari huruf Yud-Hey-Vav-Hey, huruf setelah Yud adalah Kaf (כ)huruf setelah Hey adalah Vav (ו), huruf setelah Vav adalah Zayin (ז), dan huruf setelah Hey adalah Vav (ו). = כ-ו-ז-ו

ada pasuk (ayat) dalam Yesaya hanavi : אֲנִי רִאשׁוֹן וַאֲנִי אַחֲרוֹן, וּמִבַּלְעָדַי אֵין אֱלֹהִים. (terbaca : Ani Rishon vaAni Akharon, Umibaladei ein Elokim, Yesaya 44:6) artinya : Akulah yang pertama dan Akulah yang terakhir, selain Aku tidak ada tuhan yang lain.

Dan penjelasan dari Ani Rishon adalah menunjukkan pada huruf sebelum Yud-Hey-Vav-Hey merujuk pada Ted-Dalet-Hey-Dalet ט-ד-ה-ד(dan Hashem berkata VaAni acharon adalah menunjukkan pada huruf setelah Yud-Hey-Vav-Hey merujuk pada Kaf-Vav-Zayin-Vav כ-ו-ז-ו

sekarang mari kita menambahkan huruf-huruf ini kita mendapatkan ט-ד-ה-ד yang adalah 22, כ-ו-ז-ו yang adalah 39 total dari 22+39 = 61 dan 61 adalah setara dengan gematria אני. Hashem berkata “Jika engkau mau datang ke NamaNya yang kudus, Ani אני yang mana tujuan akhirnya adalah Tuhan yang berbelas kasihan, engkau perlu menilik Rishon Ve Acharon, untuk mengambil huruf mendahului dari Nama Ilahi belas kasihan-Ku dan mengambil huruf setelah Nama Ilahi belas kasihan-Ku, maka kamu akan menemukan אני = Aku, ketika dalam keadaan yang sangat sulit engkau seharusnya tahu bahwa אני = Aku selalu disana, yang artinya “mercy is always there” belas kasihan selalu ada disana dalam kegelapan sekalipun.

Rav. Bnei Izachar seorang Gaon (Jenius) menulis sebuah buku bahwa dalam 12 bulan dalam setahun ada beberapa Kavanot yang dihormati, dan dalam sefer (buku) yang sama beliau menulis tentang 3 minggu periode berkabung, dengar apa yang dikatakan beliau : didalam buku Arizal yang kudus kita harus memiliki Kavanah (konsentrasi) ketika kita berdoa berkat pertama didalam Amidah yaitu : Baruch Atah Hashem (Yud Hey-Vav-Hey) magein Avhraham, ketika kita melafalkan Nama Hashem, kita harus mempunyai Kavanah (konsentrasi) dari Nama Hashem pertama yang tersembunyi ט-ד-ה-ד

ketika kita membagi Nama ini maka kita akan mendapati ט-ד yang gematria setara dengan 13 dan ה-ד yang gematria setara dengan 9, Rav. Bnei Izachar mengatakan ini adalah periode dari 3 minggu berkabung. Bagaimana kita bisa melihat demikian? Dari 17 Tammuz sampai dengan Rosh Chodesh Av (1 Av) adalah 13 hari, sedangkan dari Rosh Chodesh Av yang adalah 1 Av ke 9 Av adalah 9 hari. Nama Hashem yang dimunculkan pada saat ini sebenarnya adalah denah atau bagan dari 3 minggu periode berkabung dibangun. Ini adalah hari yang mana selubung disembunyikan, belas kasihan Ilahi Hashem disembunyikan sampai Hashem memuncukan Mashiach, 3 minggu berkabung ini tetap menjadi waktu yang disembunyikan. Dan Rav.Bnei Izachar mengatakan kepada kita alasan mengapa waktu ini diselubungi karena banyaknya dosa yang kita lakukan selama sejarah kita.




kiranya dengan pahala dari Arizal Hakadosh dan seluruh Tzaddikim membawa Geulah pada Am Israel dan memunculkan Masiach ditengah-tengah kita, amen.
Share:

Daftar tentang yang di-Ijinkan dan dilarang selama 3 minggu berkabung


בס״ד

 Daftar yang Di-Ijinkan dan Dilarang selama 3 minggu berkabung (dari 17 Tammuz hingga 9 Av)



Mohon Maaf jika foto yang diposting terlalu kecil, download foto diatas dan Anda bisa membaca lebih jelas

Sumber : Torahbox.com

Share:

Puasa 17 Tammuz

 בס״ד

Halakah dari Puasa 17 Tammuz



Tanggal:
Tanggal 17 Tammuz adalah hari puasa yang ditetapkan karena tragedi yang terjadi pada hari ini. [Ini juga merupakan awal dari masa berkabung selama tiga minggu. Puasa ini secara eksplisit disebutkan dalam kitab suci [Zakharia 8] sebagai “Puasa Keempat”. Puasa keempat mengacu pada puasa tanggal 17 Tammuz yang berada di bulan keempat.]

Jika Tanggal 17 Tammuz jatuh pada hari Shabbat: Setiap kali salah satu dari empat puasa jatuh pada hari Shabbat, puasa dilaksanakan setelah hari Shabbat. [Jadi, jika tanggal 17 Tammuz jatuh pada hari Shabbat, maka puasanya dilakukan pada hari Minggu, tanggal 18 Tammuz. Hal ini diperbolehkan untuk memiliki hubungan perkawinan pada Shabbat tanggal 17 Tammuz ini menurut semua pendapat para Poskim (Poskim = pembuat keputusan dari halakah)]

Mengumumkan puasa pada hari Shabbat sebelumnya : Bukan kebiasaan Ashkenazi untuk mengumumkan puasa pada hari Shabbat sebelum puasa. [Dengan demikian, kami tidak mengumumkan datangnya puasa tanggal 17 Tammuz di Shabbat sebelum puasa.] Lima tragedi yang terjadi pada tanggal 17 Tammuz:
  1. Moshe memecahkan Luchot (dua loh batu) pertama saat turun dari gunung dan melihat anak lembu emas.
  2. Pengorbanan Korban Tamid tidak lagi dipersembahkan ke altar pada periode Bait Suci pertama.
  3. Dinding Yerushalayim dihancurkan selama masa Bait Suci kedua.
  4. Apotomus, Rasha, membakar gulungan Taurat.
  5. Apotomus, Rasha, mendirikan berhala di Bait Suci.
Tujuan hari puasa:

Tujuan dari hari puasa adalah untuk membangkitkan hati dalam pertobatan sejati setelah merenungkan penderitaan yang kita alami karena cara-cara jahat kita. Jadi, setiap orang harus melakukan perhitungan jiwanya selama ini.

Menghindari kemarahan: Seseorang harus sangat berhati-hati untuk menghindari kemarahan pada hari puasa. Kurangi bicara dan hindari tertawa: Salah satunya adalah mengurangi percakapan di hari puasa, dan tentunya menghindari tawa. Meratapi tragedi: Salah satunya adalah meratapi tragedi yang terjadi pada hari itu, di mana dia berpuasa, dan tidak membiarkan puasa menjadi seperti hari rutin dengan menghindari makan sederhana. Ketika tanggal 17 Tammuz bertepatan dengan hari Shabbat, bolehkah orang mengatakan Shehechiyanu pada hari Shabbat?
Alot Hashachar: Puasa dimulai pada Alot Hashachar (Saat sebagian cahaya matahari mulai terlihat di ufuk timur) pada hari ke-17 Tammuz. Ada perselisihan umum di antara Poskim mengenai definisi Alot/fajar menurut Halacha. Beberapa Poskim, dan penanggalan, aturan Alot Hashachar dimulai 72 menit sebelum matahari terbit. Poskim lain, dan kalender, aturan Alot Hashachar dimulai 90 menit sebelum matahari terbit. Poskim lainnya, dan kalender, aturan Alot Hashachar dimulai dua jam berfluktuasi sebelum matahari terbit, dan dipahami oleh banyak orang sebagai pendapat Admur. Ini berarti bahwa puasa dimulai ketika matahari berada 26 derajat di bawah ufuk, dan tidak mengacu pada 120 menit Zmaniyot. [Praktiknya, mereka yang mengikuti aturan Admur, harus ketat seperti semua pendapat, dan begitu juga kebiasaan Chabad yang tersebar luas. Jadi, mengenai hari puasa, seseorang harus ketat mempertimbangkan Alot Hashachar untuk memulai sekitar dua jam yang berfluktuasi sebelum matahari terbit. Oleh karena itu, sekalipun seseorang terjaga sepanjang malam, atau pergi tidur dengan syarat harus bangun sebelum Alot untuk makan/minum, ia harus berhenti makan dan minum dua jam sebelum matahari terbit yang berfluktuasi. Karena penanggalan yang berbeda mengikuti pendapat yang berbeda mengenai definisi Alot, maka pada hari puasa, seseorang melihat kalender yang menunjukkan waktu Alot sesuai dengan aturan Admur, yaitu 2 jam yang berfluktuasi sebelum Alot. [Waktu yang tepat menurut Admur dapat ditemukan di Luach Kolel Chabad, Hiskashrus, Chabad Dvar Malchus, Luach of Rav Sangwai dan situs web Chabad tertentu. Waktu Alot untuk hari puasa yang ditemukan di Chabad.org tidak akurat menurut pemahaman Admur di atas.]

Beberapa Poskim mengatur diperbolehkan untuk mengatakan Shehechiyanu pada hari Shabbat itu bahkan menurut pendapat ketat yang memegang adat berkabung dimulai hari itu. Poskim lain berpendapat dilarang melakukannya menurut pendapat ketat yang memegang adat berkabung dimulai hari itu. Pada Jumat malam, beberapa Poskim memerintah seseorang mungkin mengatakan Shehechiyanu menurut semua pendapat. 

Kapan puasa dimulai?

Orang yang bangun sebelum Alos:
Jika seseorang tidur dengan baju tidur [bahkan tidak di tempat tidurnya, seperti di sofanya] dan kemudian bangun sebelum Alot, dia tidak boleh makan [apa pun] kecuali jika dia menetapkan sebelum tidur yang dia rencanakan untuk makan setelah bangun sebelum Alot. Namun dia boleh minum, bahkan jika dia tidak menetapkan sebelum tidur bahwa dia berencana untuk minum setelah bangun sebelum Alot. Namun demikian, jika ia tidak terbiasa minum di tengah malam setelah bangun, maka pada mulanya layak untuk menetapkan sebelum tidur bahwa ia berencana untuk minum setelah bangun sebelum Alot. Jika seseorang tidak membuat ketentuan ini, ia tetap boleh minum setelah bangun sebelum Alot, bahkan jika ia tidak terbiasa minum di tengah malam setelah bangun. Jika seseorang tidak tidur dengan baju tidur tetapi agak sedikit mengantuk, dianggap seolah-olah dia tidak tidur sama sekali dalam hal ini dan dengan demikian dia dapat terus makan sampai Alot. [Namun demikian, beberapa Poskim mengatur bahwa menurut Kabala adalah larangan besar untuk makan, sebelum fajar, setelah bangun, sepanjang tahun. Larangan ini berlaku mulai tengah malam dan seterusnya, setelah bangun dari tidur standar 60 napas. Praktis, kebiasaan Yahudi Sephardic harus ketat. Namun, Yahudi Ashkenazi bersikap lunak dan begitu pula kebiasaan Chabad. Jika seseorang tidak tidur malam itu setidaknya selama 60 napas, maka menurut semuanya, dia boleh makan sampai fajar. Demikian pula, beberapa Poskim mengatur bahwa jika seseorang berencana untuk kembali tidur untuk kedua kalinya sebelum Alot, maka larangan ini tidak berlaku. Demikian juga, jika seseorang lemah atau sakit, ia boleh makan sebelum Alot bahkan menurut Zohar.

Makan dalam waktu 30 menit sebelum Alot :
Dilarang sepanjang tahun untuk memulai makan mulai dari 30 menit sebelum Alot [namun, ngemil diperbolehkan]. [Seseorang dapat makan hingga 55 gram roti, dan Mezonot, dan buah dan minuman dalam jumlah tak terbatas.]

Kapan puasa berakhir?
Puasa berakhir setelah malam tiba. Ini didefinisikan sebagai penampakan tiga bintang sedang, atau ketika bulan bersinar sangat terang di bumi. Namun tidak cukup untuk melihat tiga bintang besar. [Secara praktis, di Eretz Yisrael, beberapa mengatakan bahwa ini adalah kira-kira 17 menit setelah matahari terbenam dengan puasa biasa dan 24-27 menit setelah matahari terbenam oleh Tisha B'av. Lainnya mengatakan itu adalah 27 menit setelah matahari terbenam dengan semua puasa musim dingin, dan 34-35 menit setelah matahari terbenam dengan semua puasa musim panas. Menurut peraturan Rav Avraham Chaim Naah, malam tiba di Eretz Yisrael adalah antara 15-20 menit setelah matahari terbenam di musim dingin dan 20-26 menit setelah matahari terbenam di musim panas. Di New York, beberapa menulis seseorang adalah menunggu hingga 50 menit setelah matahari terbenam, atau setidaknya 41 menit setelah matahari terbenam. Rebbe menyatakan bahwa di New York malam tiba sepanjang tahun adalah 36 menit setelah matahari terbenam, baik selama musim panas maupun musim dingin. Dalam semua kasus, seseorang dapat memulai Maariv sebelum waktu di atas, untuk mengakhiri Maariv dan dapat makan ketika waktu di atas tiba. Dalam kasus seperti itu, salah satunya adalah memastikan untuk membaca Keriat Shema lagi setelah malam tiba.]

Sumber : Shulkan Arukh Harav


Share:

Parasha Chukat

 בס״ד


Parasha Chukat

Parasha minggu ini (Shabbat lalu) adalah parasha Chukat yang mana yang terutama adalah tentang Parah Adumah (terjemahan bebas : sapi berwarna merah). Keseluruhan topik dari Parah Adumah adalah topik yang rumit. Rambam (Rabbi Moshe ben Maimonides 1138-1204) menulis tentangnya termasuk semua detail yang berbeda dan prinsip-prinsip dari kerumitan dari Parah Adumah. Parah Adumah sebagaimana dijelaskan adalah hukum (aturan) yang berhubungan dengan pemurnian. Adalah hukum Tahara (pemurnian) jika seseorang menjadi secara ritual tidak murni (atau orang Indonesia biasa menyebut "najis") dikarenakan yang bersangkutan menyentuh mayat, satu-satunya jalan baginya untuk menjadi murni kembali adalah dengan ritual Parah Adumah. Alasan mengapa setiap Bnei Israel harus murni adalah dikarenakan mereka mempunyai kewajiban untuk menghadap Hashem di Bait Suci paling sedikit tiga kali dalam setahun dan mereka harus dalam keadaan murni.

Yang menarik disini adalah dari sejak awal hingga kini kita hanya memiliki sembilan Parah Adumah jika kita memiliki yang ke sepuluh Parah Adumah muncul kepermukaan di masa generasi kita, kita mengetahui ini berarti Masiach sudah semakin dekat.

Parah Adumah yang pertama didapati pada Parasha minggu ini dan hal yang menarik dari sini adalah sejak zaman Moshe Rabeinu hingga ke zaman Ezra, setelah itu agak lebih sering didalam pemakaiannya, tidak bisa dikatakan sering karena cuma sembilan selama 2000 tahun lebih.

Hukum (aturan) dari Parah Adumah adalah termasuk hukum Chokh yang mana Ha Kadosh Baruch Hu (Hashem) tidak menyediakan alasan dibalik Mitzvah ini. Alasan dibalik Mitzvah ini masih misteri sampai Masiach dimunculkan, yang nantinya Masiach yang akan menjelaskan kepada kita rahasia misteri dibalik Parah Adumah. Alasan dibalik Mitzvah yang termasuk Chokim ini akan tetap tersembunyi bagi kita dikarenakan adalah bahwa alasan hukum Chokh di luar batas pemahaman manusia.

Apa saja contoh hukum Chokim misalnya kita dilarang untuk memakai pakaian yang bahan kainnya adalah benang wool dan benang linen (hukum Shatnez) atau hukum Kashrut dimana dilarang untuk mencampur daging dan susu. Kita diharuskan untuk setelah makan daging harus menunggu 6 jam sebelum kita makan makanan yang mengandung produk susu (keju, susu cair dan produk olahan susu lainnya). Ketika Non Yahudi bertanya mengapa harus menunggu 6 jam? kenapa tidak hanya beberapa menit saja? ini sangat tidak masuk akal, bisakah Anda menjelaskannya? dan tentu saja kita akan menjawab tidak bisa dijelaskan alasan dibalik Mitzvah khusus ini karena Chokh. Tetapi diatas segalanya Torah adalah Ilahi, Moshe Rabeinu tidak menjual produk buatan manusia, Moshe Rabeinu bukan penyusun Torah. Moshe Rabeinu membawa turun dari surga.

Bagaimanapun hukum (aturan) Chukim adalah unik, dan Parah Adumah yang paling mewakili dari contoh paradigma ini. Bahkan raja Sholomo (Salomo) yang kita tahu adalah orang yang paling bijaksana di dunia menyerah dengan Parah Adumah, beliau tidak bisa memecahkan kode dari Parah Adumah ketika sampai pada spesifik Chokh ini. Beliau tidak bisa mencari solusi dari pertanyaan-pertanyaan : mengapa harus sapi yang berwarna merah? Mengapa harus dibakar? Mengapa abu dari sapi harus dicampur dengan air? Mengapa harus dipercikkan di hari ketiga dan hari ketujuh? Mengapa orang yang diperciki menjadi murni sedangkan yang memercikkan menjadi najis? Mengapa tidak sebaliknya? Semua pertanyaan ini jatuh pada kategori Chokh, karena keterbatasan pemikiran kita tidak bisa menjangkau rahasia dibalik hukum (aturan) Chokh, itu yang membuat Torah spesial. 


Sekarang kita akan membahas tiga kata yang muncul dalam pasuk (Bab) pertama di ayat kedua : Zot Chukat haTorah, Hashem berkata kepada Moshe (Musa) : Zot Chukat haTorah (inilah hukum dari Torah) yang perintahkan Hashem : Perintahkan Bani Israil untuk membawakanmu seekor sapi merah yang tidak bercacat, yang tidak ada cacatnya dan tidak ada kuknya.(Bilangan 19 : 2).


זֹ֚את חֻקַּ֣ת הַתּוֹרָ֔ה אֲשֶׁר־צִוָּ֥ה יְהֹוָ֖ה לֵאמֹ֑ר דַּבֵּ֣ר ׀ אֶל־בְּנֵ֣י יִשְׂרָאֵ֗ל וְיִקְח֣וּ אֵלֶ֩יךָ֩ פָרָ֨ה אֲדֻמָּ֜ה תְּמִימָ֗ה אֲשֶׁ֤ר אֵֽין־בָּהּ֙ מ֔וּם אֲשֶׁ֛ר לֹא־עָלָ֥ה עָלֶ֖יהָ עֹֽל׃


Mengapa dikatakan sebagai hukum dari Torah? Mengapa tidak langsung saja berkata Zot Chukat Parah Adumah? Inilah hukum dari Parah Adumah? Dengan mengatakan inilah hukum dari Torah menyiratkan bahwa hukum ini merujuk pada seluruh Torah. Bagaimana ini mungkin? Untuk mengerti akan hal ini mari kita lihat pada Gemara, Keddushin 31a : 8-10 yang membahas perdebatan tentang bagaimanakah hukum tentang menghormati orang tua? Rabbi Ulla berkata pergi ke Askelon kepada Non Yahudi seseorang yang bernama Dama ben Netina, dia memiliki batu permata yang diperlukan untuk baju Eford dari Imam Besar yang dihargai sebesar 600.000 dinnar koin emas. Batu permata disimpan di kotak penyimpan dimana kuncinya ada dibawah bantal dan ayah dari Duma sedang tidur dan dia menolak untuk membangunkan ayahnya, dia kehilangan keuntungan dengan menolak menjual batu permata karena tidak mau membangunkan ayahnya yang sedang tidur. Dengan rasa hormat yang besar kepada orang tua, Dama memperoleh pahala dari tindakannya menghormati orang tua dengan Hashem memunculkan sapi yang berwarna merah (Parah Adumah) lahir di peternakannya. Ketika para Rabi besar kita membutuhkannya, mereka datang kepada Dama ben Netina untuk membeli sapi tersebut dan Dama berkata: "Saya tahu kalian akan membayar dengan seluruh uang yang ada di dunia ini kepada saya untuk sapi ini karena kebutuhan akan ritual spiritual kalian, tapi hanya beri kepada saya uang yang terhilang dari saya karena saya batal menjualnya.


(Kiddushin 31a 8-10 :

בְּעוֹ מִינֵּיהּ מֵרַב עוּלָּא עַד הֵיכָן כִּיבּוּד אָב וָאֵם אָמַר לָהֶם צְאוּ וּרְאוּ מָה עָשָׂה נׇכְרִי אֶחָד בְּאַשְׁקְלוֹן וְדָמָא בֶּן נְתִינָה שְׁמוֹ פַּעַם אַחַת בִּקְּשׁוּ חֲכָמִים פְּרַקְמַטְיָא בְּשִׁשִּׁים רִיבּוֹא שָׂכָר וְהָיָה מַפְתֵּחַ מוּנָּח תַּחַת מְרַאֲשׁוֹתָיו שֶׁל אָבִיו וְלֹא צִיעֲרוֹ אָמַר רַב יְהוּדָה אָמַר שְׁמוּאֵל שָׁאֲלוּ אֶת רַבִּי אֱלִיעֶזֶר עַד הֵיכָן כִּיבּוּד אָב וָאֵם אָמַר לָהֶם צְאוּ וּרְאוּ מָה עָשָׂה נׇכְרִי אֶחָד לְאָבִיו בְּאַשְׁקְלוֹן וְדָמָא בֶּן נְתִינָה שְׁמוֹ בִּקְּשׁוּ מִמֶּנּוּ חֲכָמִים אֲבָנִים לָאֵפוֹד בְּשִׁשִּׁים רִיבּוֹא שָׂכָר וְרַב כָּהֲנָא


8. Orang Bijak mengangkat dilema di hadapan Rabi Ulla: Seberapa jauh seseorang harus memenuhi mitzva untuk menghormati ayah dan ibu? Rabi Ulla berkata kepada mereka: Pergi dan lihat apa yang dilakukan seorang non-Yahudi di Ashkelon, dan namanya adalah Dama ben Netina. Suatu ketika orang bijak berusaha untuk membeli barang dagangan [perakmatya] darinya untuk keuntungan enam ratus ribu dinar emas, tetapi kunci untuk wadah tempat barang dagangan itu disimpan diletakkan di bawah kepala ayahnya, dan dia sedang tidur pada saat itu. Dan Dama ben Netina tidak akan mengganggu ayahnya dengan membangunkannya, meskipun dia bisa mendapat untung besar.


אָמַר רַב יְהוּדָה אָמַר שְׁמוּאֵל שָׁאֲלוּ אֶת רַבִּי אֱלִיעֶזֶר עַד הֵיכָן כִּיבּוּד אָב וָאֵם אָמַר לָהֶם צְאוּ וּרְאוּ מָה עָשָׂה נׇכְרִי אֶחָד לְאָבִיו בְּאַשְׁקְלוֹן וְדָמָא בֶּן נְתִינָה שְׁמוֹ בִּקְּשׁוּ מִמֶּנּוּ חֲכָמִים אֲבָנִים לָאֵפוֹד בְּשִׁשִּׁים רִיבּוֹא שָׂכָר וְרַב כָּהֲנָא מַתְנֵי בִּשְׁמוֹנִים רִיבּוֹא וְהָיָה מַפְתֵּחַ מוּנָּח תַּחַת מְרַאֲשׁוֹתָיו שֶׁל אָבִיו וְלֹא צִיעֲרוֹ 


9.Rabi Yehuda mengatakan bahwa Shmuel berkata: Mereka bertanya kepada Rabi Eliezer: Seberapa jauh seseorang harus memenuhi mitzva untuk menghormati ayah dan ibu seseorang? Rabi Eliezer berkata kepada mereka: Pergi dan lihat apa yang dilakukan seorang non-Yahudi untuk ayahnya di Ashkelon, dan nama putranya adalah Dama ben Netina. Suatu ketika orang bijak ingin membeli batu berharga darinya untuk baju efod Imam Besar dengan keuntungan enam ratus ribu dinar emas, dan Rav Kahana mengajarkan bahwa itu adalah keuntungan delapan ratus ribu dinar emas. Dan kunci peti yang menyimpan permata itu diletakkan di bawah kepala ayahnya, dan dia tidak akan mengganggunya.


לְשָׁנָה הָאַחֶרֶת נָתַן הַקָּדוֹשׁ בָּרוּךְ הוּא שְׂכָרוֹ שֶׁנּוֹלְדָה לוֹ פָּרָה אֲדֻמָּה בְּעֶדְרוֹ נִכְנְסוּ חַכְמֵי יִשְׂרָאֵל אֶצְלוֹ אָמַר לָהֶם יוֹדֵעַ אֲנִי בָּכֶם שֶׁאִם אֲנִי מְבַקֵּשׁ מִכֶּם כׇּל מָמוֹן שֶׁבָּעוֹלָם אַתֶּם נוֹתְנִין לִי אֶלָּא אֵין אֲנִי מְבַקֵּשׁ מִכֶּם אֶלָּא אוֹתוֹ מָמוֹן שֶׁהִפְסַדְתִּי בִּשְׁבִיל כְּבוֹד אַבָּא



10. Tahun berikutnya Yang Kudus, Terpujilah Dia, memberi Dama ben Netina hadiahnya, karena seekor sapi betina merah lahir di tempat penggembalaannya, dan orang-orang Yahudi membutuhkannya. Ketika orang bijak Israel datang kepadanya, dia berkata kepada mereka: Saya tahu, tentang Anda, bahwa jika saya meminta semua uang di dunia, Anda akan memberikannya kepada saya. Tetapi saya hanya meminta uang yang hilang karena penghormatan kepada Ayah saya.)



Artikel ditulis berdasarkan cuplikan dari Shiur Rebbetzin Sarah


Share:

Apakah Astrology Kosher?

בס״ד

Apakah Astrologi Kosher?


Memprediksi masa depan adalah bisnis yang menggiurkan. Dari astrolog populer di koran favorit Anda hingga konsultan top, ada sekumpulan profesional yang siap menguangkan keinginan kita yang tak terpuaskan untuk mengetahui hal yang tidak diketahui. Memang benar bahwa, terkadang, ketika kita memikirkan perubahan besar tertentu dalam hidup kita, kita bisa tergoda untuk melihat bagan astrologi kita. Apakah ada yang salah dengan itu? Bisakah orang cerdas percaya pada astrologi tanpa merasa konyol?

Anda mungkin terkejut, tetapi ketahuilah bahwa para rabi Talmud telah mengaitkan kredibilitas yang cukup besar dengan astrologi. Talmud mengajarkan, misalnya, bahwa “segera setelah bulan Adar masuk, seseorang harus menambah kegembiraan. Rav Papa berkata: “Kami belajar dari hal ini bahwa seorang Yahudi harus menghindari pertemuan dengan non-Yahudi di bulan Av, karena Mazalnya buruk. Dia harus berusaha untuk menunda persidangan sampai bulan Adar, ketika Mazalnya baik.” (1) Kata Ibrani yang digunakan oleh Talmud, Mazal, biasanya diterjemahkan sebagai "keberuntungan" tetapi secara harfiah berarti "rasi bintang".

Astrologi tidak hanya merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan ketika membuat rencana, tetapi juga memiliki pengaruh pada sifat manusia. Menurut Talmud, siapa pun yang lahir di bawah tanda Matahari akan mencapai kebesaran dan siapa pun yang lahir di bawah Venus akan menjadi kaya dan tidak bermoral. Terlahir di bawah tanda Merkurius memberi kebijaksanaan dan ingatan yang kuat saat lahir di bawah tanda Bulan menarik kemalangan. Saturnus adalah tanda frustrasi, Yupiter tanda kebajikan, dan orang yang lahir di bawah pengaruh Mars akan menjadi ahli bedah atau imam, begitulah kita diberitahu.(2) Setiap tahun, peringatan kelahiran ini dianggap oleh para Rabi sebagai hari ketika nasib sangat dipengaruhi oleh astrologi.(3)

Meskipun demikian, Anda akan setuju bahwa ada ketidakkonsistenan besar dalam semua ini: jika, seperti yang kami temukan, astrologi adalah datum yang tak terhindarkan dalam pemikiran para Rabi, kami tetap tahu betul bahwa hukum Yahudi meminta kami untuk tidak menggunakan prediksi dan nasihat para astrolog.(4) Namun jika kita mengakui bahwa astrologi adalah ilmu yang benar, apa salahnya jika kita menggunakannya? Kontradiksi yang nyata ini dapat diselesaikan dengan perumpamaan midrash berikut:

Seorang raja menaklukkan provinsi baru. Para elit negara ini kemudian memutuskan bahwa sudah waktunya untuk menjalin hubungan dengan otoritas baru. Beberapa berusaha untuk mengasosiasikan diri dengan bangsawan, yang lain dengan ksatria dan yang lain lagi dengan menteri. Yang paling bijaksana di antara mereka berkata, "Saya akan mencoba mengikatkan diri pada raja sendiri." Argumennya adalah bahwa “Semua menteri, ksatria, dan bangsawan bisa tidak disukai. Bagaimanapun, raja akan tetap menjadi raja. (5)

Mengikuti pola yang sama, lanjut Midrash, ada orang yang mengaitkan kekuatan tertentu dengan rasi bintang dan, oleh karena itu, memujanya. Orang percaya monoteistik, bagaimanapun, tahu bahwa Tuhan adalah satu-satunya pemegang semua kekuatan dan bahwa semua kekuatan Penciptaan hanyalah ekspresi yang berbeda dari kekuatan-Nya.

Karena segala sesuatu yang ada tunduk pada hukum kausalitas, memang benar bahwa bulan Adar secara alami adalah bulan pengaruh yang menguntungkan dan bahwa ulang tahun setiap orang adalah hari yang baik baginya. Namun, penggunaan astrologi untuk memilih perilaku yang akan diadopsi dalam menghadapi hal yang tidak diketahui adalah proses yang dapat dengan mudah membuat kita percaya dan merasa bahwa alam berevolusi dengan cara yang sepenuhnya otonom dan bahwa bola langit memiliki kekuatan yang tidak bergantung pada kehendak Tuhan. . Semua ini, pada kenyataannya, hanyalah manifestasi dari kehendak ilahi. Inilah sebabnya mengapa doa sangat penting: konfrontasi sehari-hari dengan dunia material cenderung membuat kita mengakui bahwa hidup ditentukan oleh hukum alam. Doa mengingatkan kita bahwa alam selalu dikendalikan oleh Tuhan.

Pesannya jelas: alam dan hukumnya – termasuk kebenaran astrologi – mempengaruhi kehidupan kita. Mereka memaparkan kita pada keadaan yang menguntungkan atau kurang menguntungkan dan mengilhami kepribadian kita dengan berbagai karakter dan kecenderungan lainnya. Namun, dengan mengakui bahwa kekuatan sejati tidak berada di "alam" tetapi berada secara eksklusif di tangan Pencipta langit dan bumi, kita dapat mematahkan semua determinisme dan bangkit di atas alam dengan melekatkan diri pada-Nya.(6)


CATATAN KAKI :

1. Talmud, risalah Taanit 29a-b.

2.  Talmud, traktat Sabat 156a.

3.  lihat Talmud Yerusalem, Rosh Hashanah 3, 8. tentang Amalek yang mengirim tentara yang ulang tahunnya jatuh pada hari ini untuk berperang melawan Israel sehingga mereka akan memiliki pengaruh atas orang Israel.

4.  Talmud, traktat Paskah 113b..  

5.   Midrash Rabbah di Eikhah, bab. 3.

6.  Karena alasan inilah beberapa rabi sepenuhnya membatalkan astrologi seperti legislator dan filsuf besar Maimonides (Rabbi Moshe ben Maimon 1138-1204). Lihat Suratnya untuk Yaman di bab. 3 dan komentarnya tentang Mishnah, risalah Avodah Zara 4.7.

Juga harus jelas bahwa artikel ini sama sekali tidak mendukung "astrologi" modern yang diterbitkan dalam "horoskop" pers populer yang tidak lagi banyak berhubungan dengan ilmu astrologi kuno yang disebutkan dalam Talmud.Midrash Rabbah di Eikhah, bab. 3.


Oleh : Rabi Prajs Itzhak

Share:

Kategori

Kehidupan Setelah Kematian

Konser Musik Yahudi

Video Belajar Taurat

Kebahagiaan di Bulan Adar

Pages