Dalam buku 'HaYom Yom', yang disusun oleh Lubavitcher Rebbe dari ajaran Rebbe Sebelumnya, tanggal 7 bulan Ibrani, Tevet:
“Untuk menghindari Chibut haKever, seseorang harus melafalkan kata-kata Taurat, Tehillim (Mazmur), dll. selama seperenam dari 24 jam dalam sehari.”
Hal ini dimengerti bahwa seseorang harus menghabiskan waktu sebanyak mungkin untuk mengucapkan Tehillim (Mazmur), mengulangi Mishnayot (Rebbe Lubavitcher meminta agar orang-orang mencoba mempelajari beberapa Tehillim dan Mishnayot diluar kepala, sehingga mereka dapat melafalkannya ke mana pun mereka pergi, dengan demikian memurnikan udara disekitarnya) untuk memperkuat keberadaan dunia, untuk melindungi dirinya dari Chibut haKever dan Kaf haKela (dan proses pembersihan lainnya,) dan saya (Rebbe) memerintahkan untuk mendapatkan pahala wahyu yang besar.
Rebbe juga menekankan berkali-kali bahwa ketika seseorang berusaha keras untuk membantu orang lain, ini juga memurnikan orang yang melakukan perbuatan baik. Semoga ini juga mengurangi kebutuhan untuk proses penyempurnaan lainnya.
Ada juga sumber yang mengatakan bahwa ketika seseorang pergi ke kuburan untuk berdoa bagi arwah orang yang meninggal, sesuai dengan rumus membaca Tehillim yang dimulai dengan inisial nama orang yang meninggal, (dalam Mazmur 119, yang memiliki set pesukim yang dimulai dengan setiap huruf alfabet Ibrani,) atau doa lain yang dimulai dengan huruf nama almarhum, ini juga membantu dalam menebus salah satu dari Chibut haKever, serta bermanfaat bagi jiwa almarhum. Secara umum semua Taurat dan Mitzvot yang kita lakukan di dunia ini bermanfaat bagi jiwa kerabat kita yang telah meninggal, dan adalah baik untuk mengingat hal ini.
Juga, ada sumber, dan ini adalah kebiasaan di Chabad, bahwa seseorang harus memilih pasuk dari Taurat yang dimulai dengan huruf pertama namanya dan diakhiri dengan huruf terakhir namanya, dan melafalkan pasuk ini menjelang akhir doa Shemonah Esre, sebelum 'Yehi Ratzon'. Dengan cara ini kita tidak akan melupakan nama kita ketika malaikat maut datang dan bertanya kepada kita, karena jika kita melakukannya, kita dapat dikenakan hukuman yang berat. Jadi di Chabad kami juga mengucapkan pasuk dengan huruf pertama dan terakhir nama Rebbe, untuk mengingatkan malaikat bahwa kita terhubung dengan Rebbe.
Ajaran Yahudi menjelaskan apa yang terjadi setelah kematian, setelah penguburan empat Malaikat akan datang ke kuburan untuk melihat apakah ada noda pada Neshama (diterjemahkan ke indonesia sebagai Jiwa, dalam Yudaism ada 5 tingkatan Jiwa : Nefesh, Ruach, Neshama, Chayah, Yechida), Malaikat akan bertanya nama dari Neshama (dan biasanya Neshama lupa namanya) dan ketika Mailakat melihat noda pada Neshama, Malaikat menggoncang dan memukul dengan tongkat api, sampai kelipah (kulit luar : noda) hilang sama sekali ini disebutChibut Hakever.(1)
Kenapa ada noda pada Neshama? tentu saja karena dosa, terlalu terikat dengan kesenangan dunia misalkan : makanan, minuman atau hubungan sexsual, dll. Kadang jiwa orang tersebut tidak mau meninggalkan tubuh orang tersebut karena terlalu dimanja oleh kesenangan dunia. Anda bisa klik disini untuk menghindari Chibut Hakever
Ada kalanya ketika seseorang yang belum saatnya meninggal, tidak mengalami Chibut Hakever tetapi langsung menuju Olam HaEmet (terjemahan harafiah dunia kebenaran), disini Neshama menghadapi pengadilan, menurut pengalaman Rabi Alon Anava yang kembali dari kematian, (Anda bisa lihat videonya klik disini) dan menurut beberapa orang Yahudi yang kembali dari kematian, hakim dari pengadilan Olam HaEmet adalah para bijak kita (Rabi-Rabi besar kita yang telah meninggal semoga memorinya diberkati). Dari Olam HaEmet kemudian ditentukan langkah selanjutnya apakah ke Gehinom(2) (Neraka) atau kembali ke dunia untuk mengkoreksi kesalahan yang dilakukan melalui Gilgul(3) (dilahirkan kembali ke dunia sebagai bayi).
Tetapi ada Neshama yang tidak sempat pergi ke Olam HaEmet tapi diketapel oleh Malaikat ke Alam Semesta yang disebut KafHakelah(4), disini jiwa tidak mengalami istirahat karena Malaikat mengejar keseluruh penjuru alam semesta untuk diketapel kembali.
Lantas apa itu Gehinom (Neraka, dalam bahasa Yiddish disebut Gehenna)? ada Mahlochet (perbedaan pendapat yang diperdebatkan), ada yang mempercayai bahwa Gehinom hanyalah mesin cuci untuk membersihkan noda dosa Neshama yang hanya dicuci selama 12 bulan dan setelah bersih keluar dari Gehinom, yang lainnya percaya bahwa Gehinom memiliki level tertentu yang pada level terendah orang yang berdosa berat ini tidak dapat keluar dari Gehinom (Klik disini untuk level-level dari Gehinom). Saya pribadi percaya bahwa untuk Gehinom mesin cuci hanya berlaku untukNeshama orang benar yang hanya mempunyai sedikit kesalahan untuk dikoreksi, sehingga untuk sedikit noda pada Neshama perlu pembersihan 12 bulan dan bagi pendosa berat tidak masuk ke level Gehinom mesin cuci.
Setelah Neshama dari orang benar yang masuk ke Gehinom mesin cuci, Neshama keluar dari Gehinom dan memasuki Gan Eden(5) (Surga, atau juga disebut Olam HaNeshamot : dunia Neshama tinggal).
Kita sering mendengar kata Olam Haba(6) (Dunia yang Akan Datang) apakah itu? Olam Haba adalah dunia yang dipercayai oleh banyak para bijak kita (Rabi-rabi besar yang hidup jauh di masa lalu) dan dipercayai oleh Yahudi yang religius (taat) bahwa Dunia yang Akan datang adalah setelah masa kebangkitan orang-orang kudus-Nya. Kita akan melihat urut-urutanya : Dunia kita yang sekarang, kemudian ke Gan Eden, Masa Mesiah memerintah, Kebangkitan orang-orang kudus-Nya lantas terakhir adalah Olam Haba.
2. Sumber Gehinom : Eruvin 19a : 5-20, Sotah 10b : 15, Bereshit Raba 11 : 9, Pesachim 54a :8-14, Taanit 5a : 13, Bilangan 16 :13 (Sheol : nama lain dari Gehinom), Jonah 2:3 (Sheol), Mazmur 88 : 12 (Avadon : nama lain dari Gehinom), Mazmur 16 : 10 (Shachat : Nama lain dari Gehinom), Mazmur 40 : 3 (Tit Hayaven : nama lain dari Gehinom) Mazmur 107 : 10 (Tzalmavet : nama lain dari Gehinom), Sotah 4b : 9, Sotah 4b : 14, Avodah Zara 18b : 14-15, Nedarim 22a : 9, Berakhot 19a : 5, Midras Mislei 17 : 1, Otzar Midrashim, Pesikta, Pesikta Chadata 49-50, Shabbat 33b, Taanit 10a :9, Berakhot 57b : 13, Bereshit Rabbah 33:1, Midrash Tanhuma : Bo 2, Bereshit Raba 1 : 6, Chagigah 27a : 8, Kuzari 1 :121,
3. Sumber Gilgul : Sa'ar Hagilgulim Bab 1-40, Rabbi Chaim Vital berdasarkan pengajaran Rabbi Yitzchak Luria (Arizal).
4. Sumber Kaf Hakela : I Samuel 25 : 29, Tanya Bab 8, Shabbat 152b :6-7, Zohar II, 151a, dan khususnya Rabi Chaim Vital, akhir Sefer Hagilgulim, dan Sefer Hakavanot, hal. 55b,