• Purim

    Purim adalah Hari Raya yang penuh Kebahagiaan dan Sukacita

  • Pesach atau Paskah

    Paskah 2022 akan dirayakan dari 15 April - 23 April

  • Pesach atau Paskah

    Pesach berarti Melewati ketika Tuhan melewati rumah Yahudi di Mesir ketika membunuh anak Sulung di Mesir

  • Pesach atau Paskah

    Pesach dibagi menjadi dua Hari Raya itu sendiri di awal dan akhir dan hari perantara yang disebut Chol Hamoed

  • Pesach atau Paskah

    Pesach juga berarti tidak ada Chametz di rumah kita

Tampilkan postingan dengan label Midras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Midras. Tampilkan semua postingan

Parasha Noah

 בס״ד

Parasha Noah

Migdal (Menara) Babel


Ada dua kejadian penting di parasha Shabbat yang lalu,  parasha Noach; yaitu Banjir besar di seluruh bumi dalam bahasa Ibrani kita sebut Mabul dan Dor Haflaga kejadian penting kedua, yang dalam istilah Inggris disebut “Generation of Dispersion” yang kalau kita terjemahin secara harafiah berarti “Generasi yang disebar” yang terkenal dengan menara Babel atau dalam bahasa Ibrani kita menyebutnya sebagai Migdal Babel antara kejadian pertama dan kedua ada rentang waktu 400 tahun. Saya pribadi tertarik untuk menyelidiki tentang Migdal Babel karena saya sempat membaca sebuah artikel yang sangat menarik tentangnya tetapi tentu saja pada saat saya membaca artikel tersebut parasha Shabbat masih jauh dari parasha Noah sehingga saya sedikit menunda untuk menerjemahkan artikel parasha tersebut sampai waktu yang tepat untuk membagikan parasha Noah, tapi yang terjadi adalah sangat mengejutkan saya secara pribadi, ternyata artikel tersebut menghilang dari blog yang bersangkutan. Tetapi rasa penasaran saya begitu besar pada subyek ini sehingga saya memutuskan untuk menyelidiki sendiri dengan mencari sumber-sumber kuno Judaism tentunya. Mengapa saya begitu penasaran dengannya? Karena Rabi-rabi kita yang sekarang mengajar kita Taurat jarang sekali menyinggung tentang hal ini, menjadi suatu misteri dan rahasia besar yang saya yakin mereka sebetulnya mengetahuinya karena tertulis di sumber-sumber buku kuno Yahudi yang pria Yahudi diharuskan untuk mempelajarinya. Kalau kita membaca Taurat tentang peristiwa ini : Menara Babel, tidaklah dijelaskan secara detail apa yang terjadi, yang kita ketahui adalah mereka semua berkumpul di satu kota, mempunyai satu bahasa yaitu lashon hakodesh (artinya : bahasa kudus : yaitu bahasa Ibrani) mereka ingin membagun menara sampai ke langit dan ingin berperang dengan Hashem. Dan kemudian Hashem menghukum mereka dengan mengacaukan bahasa mereka sehingga mereka tidak mengerti satu dengan yang lain, dan menyebarkan mereka sehingga tidak berkumpul di satu tempat. Di dalam Midras dijelaskan bahwa :

Bereshit Rabba 38 : 6 

רַבִּי אֶלְעָזָר וְרַבִּי יוֹחָנָן, רַבִּי אֶלְעָזָר אוֹמֵר וּדְבָרִים אֲחָדִים, דִּבּוּרִים אֲחָדִים. מַעֲשֶׂה דּוֹר הַמַּבּוּל, נִתְפָּרֵשׁ. מַעֲשֶׂה דּוֹר הַפְלָגָה, לֹא נִתְפָּרֵשׁ


Rabi Eliezer dan Rabi Yochanan, Rabi Eliezer berkata, “Kata : “Devarim Achadim” (Bereshit/Kejadian 11:1) seharusnya diterjemahkan sebagai “Diburim Achudim” (kata-kata yang tersembunyi). Sementara perilaku dari generasi banjir besar (Mabul), dinyatakan secara jelas di dalam Kitab Suci, perilaku dari generasi yang menyebar (Dor Haflagah) dinyatakan tidak secara jelas. 


Lanjut diayat yang sama :

 וּדְבָרִים אֲחָדִים, שֶׁאָמְרוּ דְּבָרִים חַדִּים עַל (דברים ו, ד): ה' אֱלֹהֵינוּ ה' אֶחָד, וְעַל (יחזקאל לג, כד): אֶחָד הָיָה אַבְרָהָם בָּאָרֶץ


Rabi Yochanan berkata : Kata : “Devarim Achadim” mengajarkan bahwa pernyataan “Devarim Chadim” (kata-kata yang tajam) melawan dua pribadi yang unik (Achadim). Mereka berbicara melawan Tuhan, Yang dipanggil Satu, seperti yang dinyatakan “Hashem Tuhan kita, Hashem adalah Satu (Devarim/Ulangan 6:4)”.  Dan mereka berbicara melawan Abraham, yang juga dipanggil Satu seperti yang dinyatakan Abraham adalah Satu di bumi (Yehezkiel 33:24).


(Mengapa Abraham disebut satu dan ditentang di zaman ini? Karena Abraham hidup di zaman ini dan dia adalah satu-satunya orang yang menentang mereka dan mencari dengan nalar berfikir dia sendiri bahwa ada “Satu” Tuhan di atas segalanya). 


Berlanjut di ayat yang sama :

אָמְרוּ אַבְרָהָם זֶה פִּרְדָּה עֲקָרָה הוּא אֵינוֹ מוֹלִיד, וְעַל ה' אֱלֹהֵינוּ אָמְרוּ לֹא כָּל הֵימֶנּוּ לָבוּר לוֹ אֶת הָעֶלְיוֹנִים וְלִתֵּן לָנוּ אֶת הַתַּחְתּוֹנִים, אֶלָּא בּוֹאוּ וְנַעֲשֶׂה לָנוּ מִגְדָּל וְנַעֲשֶׂה עֲבוֹדַת כּוֹכָבִים בְּרֹאשׁוֹ, וְנִתֵּן חֶרֶב בְּיָדָהּ, וּתְהֵא נִרְאֵית כְּאִלּוּ עוֹשָׂה עִמּוֹ מִלְחָמָה.


Mengenai Abraham, mereka berkata, ‘Ini Abraham adalah mandul! Dia tidak mampu melahirkan anak.’ dan sehubungan dengan Hashem, Tuhan kita, mereka berkata, ‘Tidaklah menurut Dia untuk memilih untuk DiriNya Sendiri alam atas, dan memberikan kepada kita alam bawah. Lebih baik, marilah kita membuat untuk diri kita sendiri menara dan membentuk berhala di puncaknya, dan letakkan pedang di tangannya, dan itu akan memberikan kesan jika dia mengobarkan perang denganNya. 


Midras ini memberikan dua poin pada generasi Dor Haflaga pertama adalah Abraham yang hidup di zaman ini yang mana pada saat itu mereka adalah penyembah berhala, dan Abraham adalah satu-satunya orang pada saat itu yang mencari Tuhan yang sebenarnya. Poin kedua, mereka menginginkan perang dengan Hashem. Mengenai hal ini keinginan untuk berperang dengan Hashem bukanlah sekedar perkataan Rabinik belaka, tetapi Chazal (Rabi-rabi besar yang hidup di masa lampau) menjelaskan bahwa mereka ingin menembus ‘rakia’ mohon maaf untuk bahasa Indonesianya sedikit kurang bisa menjelaskan apa itu rakia, meskipun dalam bahasa Inggris disebut firmament yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah cakrawala atau langit, tapi saya kira terjemahan ini kurang tepat. Mengapa mereka ingin menembus ‘rakia’? Karena jika kita kita melihat pada Kejadian 1 : 7 

וַיַּעַשׂ אֱלֹהִים, אֶת-הָרָקִיעַ, וַיַּבְדֵּל בֵּין הַמַּיִם אֲשֶׁר מִתַּחַת לָרָקִיעַ, וּבֵין הַמַּיִם אֲשֶׁר מֵעַל לָרָקִיעַ; וַיְהִי-כֵן.


Dan Elohim menjadikan cakrawala, dan memisahkan air yang ada di bawah cakrawala dari air yang ada di atas cakrawala; dan terjadilah demikian. 


Kita bisa lihat disini ada air diatas rakia/cakrawala dan ada air di bawah rakia/cakrawala. Mereka dor haflaga ini atau diterjemahkan sebagai generasi yang menyebar ingin menembus rakia dengan tujuan untuk mengeringkan air di atas rakia, sehingga tidak ada banjir lagi. 


Dalam Sanhedrin 109a : 4

דור הפלגה אין להם חלק לעולם הבא וכו': מאי עבוד אמרי דבי רבי שילא נבנה מגדל ונעלה לרקיע ונכה אותו בקרדומות כדי שיזובו מימיו מחכו עלה במערבא א"כ ליבנו אחד בטורא


Generasi yang menyebar (dor haflagah) tidak memiliki bagian di Dunia yang Akan Datang. Gemara bertanya: Dosa apa yang mereka lakukan? Dosa mereka tidak secara jelas digambarkan dalam Taurat. Sekolah Rabbi Sheila mengatakan bahwa pembangun Menara Babel berkata: Kami akan membangun sebuah menara dan naik ke rakia/cakrawala, dan kami akan memukulnya dengan kapak (קרדומ) sehingga airnya akan mengalir.


Kalau kita lihat disini ‘Kardom’ yang diterjemahkan sebagai kapak, kok sepertinya alat pemotong kayu ya? Tetapi ada beberapa opini yang mengatakan bahwa ‘Kardom’ adalah sebuah alat untuk menembus es. Alasan mereka ingin naik ke ‘rakia’ karena mereka ingin mengalirkan air diatas, dan mengeringkannya. 


Menurut Rabi Meir Halevi Abulafia (1170-1244) dalam komentarnya tentang hal ini di Gemara, dia menjelaskan tentang Dor haflagah, mereka percaya bahwa mereka bisa membuat menara yang mencapai rakia/cakrawala dan membuat retak rakia dengan membukanya, dengan usaha membuka ini mereka bisa membuat bocor air diatas rakia, pertama mengambil air sehingga tidak tergantung pada hujan, kedua dengan mengeringkan rakia, mereka menghendaki agar tidak ada banjir lagi yang seperti di jaman Nuh karena air yang tercurah dari atas rakia. 


Hal ini menjadikan kita bertanya-tanya bagaimana bisa generasi Dor Haflaga ini bisa membangun menara yang sedemikian? Menara yang mencapai rakia? Kalau menurut ilmu pengetahuan jaman sekarang mungkin yang dimaksud rakia adalah Exosphere berjarak sekitar 700-190.000 km di atas bumi. Nah menurut Anda apakah ini mungkin? Tetapi seperti yang tertulis diatas bahwa Dor Haflaga ingin menyerang rakia dengan senjata, karena mereka tidak suka dengan kejadian banjir besar yang menutupi seluruh bumi. Mari lihat ayatnya di Kejadian 11:1-4


וַיְהִי כָל-הָאָרֶץ, שָׂפָה אֶחָת, וּדְבָרִים, אֲחָדִים. וַיְהִי, בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם; וַיִּמְצְאוּ בִקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר, וַיֵּשְׁבוּ שָׁם. וַיֹּאמְרוּ אִישׁ אֶל-רֵעֵהוּ, הָבָה נִלְבְּנָה לְבֵנִים, וְנִשְׂרְפָה, לִשְׂרֵפָה; וַתְּהִי לָהֶם הַלְּבֵנָה, לְאָבֶן, וְהַחֵמָר, הָיָה לָהֶם לַחֹמֶר. וַיֹּאמְרוּ הָבָה נִבְנֶה-לָּנוּ עִיר, וּמִגְדָּל וְרֹאשׁוֹ בַשָּׁמַיִם, וְנַעֲשֶׂה-לָּנוּ, שֵׁם:  פֶּן-נָפוּץ, עַל-פְּנֵי כָל-הָאָרֶץ.


Dan seluruh bumi satu bahasa dan mempunyai tujuan yang sama, Dan terjadilah, ketika mereka melakukan perjalanan ke timur, mereka menemukan dataran di tanah Shinar; dan mereka tinggal di sana. Dan mereka berkata satu sama lain: 'Ayo, mari kita membuat batu bata, dan membakarnya sampai habis.' Dan mereka menjadikan batu bata untuk batu, dan aspal dijadikan untuk campuran plester. Dan mereka berkata: 'Ayo, mari kita bangun sebuah kota, dan sebuah menara, dengan puncaknya di langit, dan mari kita membuat nama untuk kita; jangan sampai kita tercerai-berai ke seluruh permukaan bumi.'


Mari kita melihat komentar Chazal (Rabi-rabi besar yang hidup di masa lampau) tentang hal ini : 


Baal HaTurim berkomentar tentang Kejadian 11:1


ודברים ב' הכא ואידך והבלים ודברים הרבה. שהרבו לדבר הבלים הרבה:


Huruf Masoret Bet (ב) pada kata Udevarim mempunyai arti bahwa nampak terlihat dua kali di dalam Tanakh. Pertama disini שָׂפָה אֶחָת, וּדְבָרִים, אֲחָדִים dan di Kohelet/Amsal 5:6 וַהֲבָלִים, וּדְבָרִים הַרְבֵּה kesia-siaan dan banyak bicara. Ini menunjukkan bahwa ketika umat manusia dalam satu persetujuan di dalam rencana mereka, semua dipenuhi dengan kesia-siaan. 


Midrash Tachuma 18:6

שָׂפָה אֶחָת, שִׁי״‎ן כְּתִיב, שֶׁשָּׁפוּ פֻּרְעָנֻיּוֹת לָעוֹלָם. אָמְרוּ, לֹא כָל הֵימֶנּוּ שֶׁיָּבוֹר לוֹ הָעֶלְיוֹנִים וְיִתֵּן לָנוּ הַתַּחְתּוֹנִים, נַעֲלֶה לָרָקִיעַ וְנַכֵּהוּ בְקַרְדֻּמּוֹת.


Apakah arti dari Safah Echat? kata safah ("bahasa") bisa dibaca seperti huruf Shin (ש) untuk mengajarkan kepadamu bahwa umat manusia membawa shefafu ("retribusi") kepada dunia. Mereka berkata : “Tidaklah seharusnya bahwa Kehendak Dia (Hashem) untuk memilih lingkungan surgawi bagi diri-Nya Sendiri dan menetapkan lingkungan bumi kepada kita? Mari kita naik ke rakia/cakrawala dan menyerang Dia dengan senjata kita. 


Sangat jelas disini Dor Haflaga (generasi tersebar) atau generasi menara Babel menginginkan perang dengan Hashem dan ingin membuat menara yang puncaknya mencapai rakia. Ini bukanlah suatu keinginan hiperbol tetapi sesuatu yang nyata, jika kita selidiki dari buku-buku kuno Judaism dan beberapa catatan yang dibuat oleh Chazal. 


Mari lihat kembali ke Kejadian 11:2 

וַיְהִי, בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם; וַיִּמְצְאוּ בִקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר, וַיֵּשְׁבוּ שָׁם.

Dan terjadilah, ketika mereka melakukan perjalanan ke timur, mereka menemukan dataran di tanah Shinar; dan mereka tinggal di sana.


Mari kita lihat apa kata Chazal tentang ayat ini, 

Bereshit Rabbah 38:7


וַיְהִי בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם (בראשית יא, ב), נָסְעוּ מִן מַדִּינְחָא לְמֵיזַל לְמַדִּינְחָא, אָמַר רַבִּי אֶלְעָזָר בְּרַבִּי שִׁמְעוֹן הֵסִיעוּ עַצְמָן מִקַּדְמוֹנוֹ שֶׁל עוֹלָם, אָמְרוּ אִי אֶפְשֵׁינוּ לֹא בוֹ וְלֹא בֶּאֱלָהוּתוֹ.


Dan terjadilah, ketika mereka melakukan perjalanan ke timur, apakah mereka bermigrasi dari timur melakukan perjalanan ke timur? Rabi Eliazar bar Rabi Shimon berkata : “Kata Mikedem (מִקֶּדֶם) bukanlah berarti dari timur. Lebih tepatnya, ayat berkata memindahkan dirinya sendiri dari Mikadmono, Yang Kuno (Hashem) dari bumi. Mereka berkata : “Kita tidak menginginkan Dia, tidak juga keIlahian-Nya”.


Terlihat jelas bahwa generasi ini menolak Hashem, memberontak melawan Hashem. 


Mari kita lihat kembali Kejadian 11:3

וַיֹּאמְרוּ אִישׁ אֶל-רֵעֵהוּ, הָבָה נִלְבְּנָה לְבֵנִים, וְנִשְׂרְפָה, לִשְׂרֵפָה; וַתְּהִי לָהֶם הַלְּבֵנָה, לְאָבֶן, וְהַחֵמָר, הָיָה לָהֶם לַחֹמֶר.

Dan mereka berkata satu sama lain: 'Ayo, mari kita membuat batu bata, dan membakarnya sampai habis.'  Dan mereka menjadikan batu bata untuk batu, dan aspal dijadikan untuk campuran plester.


Terjemahan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia tetang batu bata sebenarnya kurang tepat, mari kita selidiki lebih lanjut apa maksud dengan “batu” ini.


Kita lihat apa yang Chazal katakan tentang ayat ini : Rabi Shimon Hirsch dalam komentarnya tentang Kejadian 11:3


Mereka menemukan tempat dimana disana kekurangan bahan bangunan, tetapi mereka menemukan sesuatu untuk diproduksi. Maka, setiap orang memberi semangat temannya הב, ayo dan gunakan kekuatanmu, untuk membuat batu tiruan (imitasi) וְנִשְׂרְפָה, לִשְׂרֵפָה mari kita membakar apapun yang dapat kita temukan!” 


Apa yang mereka temukan di Shinar yang mereka gunakan sebagai imitasi dari batu? Menurut Rabi Eliezer ben David mereka menemukan sesuatu material yang dapat digunakan untuk membangun menara. Menurut Zohar bahwa di Shinar mereka menemukan pengetahuan sebelum banjir besar Nuh.


Zohar, Noah 74b 


וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה. מְצִיאָה אַשְׁכָּחוּ וְנָפְקוּ בָּהּ מִתְּחוֹת מְהֵימְנוּתָא עִלָּאָה..תָּא חֲזֵי, נִמְרוֹד מַה כְּתִיב בֵּיהּ וַתְּהִי רֵאשִׁית מַמְלַכְתּוֹ בָּבֶל. דְּהָא מִתַּמָּן נְטַל לְאִתְאַחֲדָא בִּרְשׁוּ אָחֳרָא. וְהָכָא וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר מִתַּמָּן נְטָלוּ בְּלִבַּיְיהוּ לְאֲפָקָא מֵרְשׁוּתָא עִלָּאָה לִרְשׁוּ אָחֳרָא:  


Taurat berkata : וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה (Bereshit/Kejadian 11:2) mempunyai arti bahwa mereka menemukan, dengan maksud yang mana mereka terguncang di dalam iman mereka terhadap Hashem. Jadi, tertulis bahwa Nimrod; וַתְּהִי רֵאשִׁית מַמְלַכְתּוֹ בָּבֶל, awal mula kerajaannya adalah Babel, (Bereshit/Kejadian 10:10).” ini adalah titik awalnya yang mana dia mulai melekatkan dirinya kepada sitra achra (sitra achra adalah lawan dari kekudusan atau kuasa najis atau kuasa gelap). Demikian pula, disini, וַיִּמְצְאוּ בִּקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר mereka mendapati penemuan di tanah Shinar, “mempunyai arti bahwa mereka menemukan ide untuk melupakan Kuasa Diatas (yaitu Hashem) untuk kuasa yang lain.  


Kita lihat kembali ke Kejadian 11:2 

וַיְהִי, בְּנָסְעָם מִקֶּדֶם; וַיִּמְצְאוּ בִקְעָה בְּאֶרֶץ שִׁנְעָר, וַיֵּשְׁבוּ שָׁם.


Menurut Rabi Eliezer ben David kata בִקְעָה disini terkait dengan kata  בִּקוּע yang dalam bahasa Ibrani berarti pembelahan Nuklir. Jadi apa yang ditemukan oleh Dor Haflaga (generasi penyebaran menara babel) di Shinar adalah energi nuklir. Jadi, yang mereka temukan adalah ilmu pengetahuan dari generasi sebelumnya yaitu generasi sebelum banjir Nuh (ingat pada zaman ini, zaman Nuh, malaikat turun dan tertarik dengan wanita cantik di bumi dan menghasilkan keturunan Nephilim, keturunan raksasa, malaikat inilah yang mengajari manusia tentang banyak hal termasuk teknologi, pencampuran genetik dll sehingga genetik menjadi tidak murni lagi dan Hashem memutuskan untuk memusnahkan generasi ini, satu-satunya yang masih murni genetiknya adalah Nuh). 


Jadi ketika mereka melakukan perjalanan ke Shinar, mereka tahu apa yang mereka cari, mereka mencari tenaga nuklir untuk berperang melawan Hashem. Bisa dikatakan generasi saat itu lebih pintar dari generasi kita sekarang.


Rabenu Bahya dalam komentarnya di Bereshit/Kejadian 11:4 mengatakan :

העיר לישוב והמגדל לאות ולשם שיראוהו בני כל העולם ויישירו נגדו ויתישבו באותה העיר ולא במקום אחר, וזה טעם פן נפוץ, וע"כ הפיצם ה' לפי שבאו כנגד כונתו שהיא שיתפשטו האומות בכל העולם ויתישבו בכל המקומות שבארץ לפי שלכך בראה ולשבת יצרה.


Tujuan dari menara ini adalah sebagai mercusuar sehingga orang-orang di seluruh bumi dapat melihatnya dan mengarahkan diri mereka sendiri melaluinya. Mereka sendiri semua akan tinggal di satu kota. Inilah alasan Taurat mengutip mereka yang mengatakan פן נפוץ, “jangan sampai kita tercerai-berai.” Inilah sebabnya Tuhan menghukum mereka dengan mencerai beraikan mereka untuk mengajari mereka bahwa mereka telah melanggar perintah-Nya untuk memenuhi bumi dengan kehadiran mereka. Yesaya 45:18 menunjukkan bahwa Tuhan telah membuat bumi agar dapat ditinggali oleh umat manusia.


וע"ד המדרש ונעשה לנו שם זו עבודה זרה, כתיב הכא ונעשה לנו שם וכתיב התם (שמות כג) ושם אלהים אחרים לא תזכירו, מה להלן ע"ז אף כאן עבודה זרה. ועוד דרשו במדרש תהלים הבה נבנה לנו עיר, אין הבה אלא עצה, שנאמר (שופטים כ) הבו לכם דבר ועצה הלום, ואין עיר אלא אלוה, שנאמר (דניאל ד) ואלו עיר וקדיש.


Dari sudut pandang homiletis, klausa operatif dalam ayat kita dalam kata-kata "mari kita membuat nama untuk" diri kita sendiri (Kejadian 11:4). Ini adalah referensi tidak langsung untuk penyembahan berhala. Kata שֵׁם  (Shem) , "nama," di sini dan kata yang sama dalam Shemot/Keluaran 23:13 וְשֵׁם אֱלֹהִים אֲחֵרִים לֹא תַזְכִּירוּ, לֹא יִשָּׁמַע עַל-פִּיךָ. , "dan engkau harus tidak menyebut nama tuhan yang lain di bibirmu," mempunyai arti yang sama. Kami juga memiliki komentar Midrashik di Midrash Tehillim 1, bahwa kata הבה , mengajukan pikiran jahat, niat jahat seperti dalam Shoftim/Hakim-hakim 20:7 הָבוּ לָכֶם דָּבָר וְעֵצָה, הֲלֹם., “buatlah rencana di sini dan sekarang!”. Lebih jauh lagi, kita memiliki tradisi bahwa kata עִיר , “kota”, merujuk pada sesembahan (nama berhala) seperti yang kita temukan dalam Daniel 4:10 bahwa kata עִיר וְקַדִּישׁ merujuk pada malaikat perusak (Setan atau malaikat lain yang disebut *Watcher/Pengintai). 


(*Siapakah Watcher/Pengintai ini? Dia adalah makhluk energi (sejenis malaikat gelap) yang bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diajarkannya kepada manusia tentang rahasia dari sisi kegelapan dari penciptaan.) 


Kembali kepada komentar Rabenu Bahya terhadap Kejadian 4:11

ובמדרש של עשרת הדברות ראיתי שאמרו נקח קרדומות ונבקיע השמים ויזובו, כדי שלא יעשה לנו כמו שעשה לדור המבול, ונעשה חתיכות מן השמים, ונעשה מלחמה עם מלך שבשמים, והיה באותו מגדל שבעים מעלות למזרח וכנגדם ע' מעלות למערב, והקב"ה ירד שם עם ע' מלאכים ובלבל לשונם ודבריהם ע"כ.

Saya telah membaca dalam Midrash tentang Aseret HaDibrot bahwa orang-orang ini mengusulkan untuk mengambil senjata berencana untuk menyerang surga untuk membanjiri dan mengeringkannya untuk memastikan bahwa banjir lain tidak dapat berasal dari sumber itu. Mereka ingin mengambil bongkahan besar surga dan berperang dengan Raja surga. Menara itu memiliki tujuh puluh anak tangga ke arah timur dan tujuh puluh anak tangga ke arah barat di sisi yang berlawanan. Tuhan menuruni tujuh puluh anak tangga itu disertai dengan *tujuh puluh malaikat dan Dia mengacaukan bahasa dan dialek mereka.


(*Ini mengacu pada 70 malaikat yang berkuasa atas bangsa-bangsa, kalau kita mengingat kitab Daniel dimana malaikat yang datang menemuinya sebelum berbicara dengan Daniel, harus berperang terlebih dahulu dengan malaikat persia, dari sini kita mengetahui diatas bangsa-bangsa ada malaikat, siapa malaikat tersebut? Mereka adalah 70 malaikat yang turun bersama-sama dengan Hashem pada peristiwa Dor Haflaga, 70 malaikat yang ditempatkan Hashem atas bangsa-bangsa dan kita mengetahui ada 70 bangsa di permulaan zaman. Diatas 70 malaikat ini ada yang lebih tinggi lagi yaitu malaikat rasi bintang). 


וע"ד השכל ונעשה לנו שם, היו אנשי הפלגה רשעים משכילים בכל חכמה ועשו העיר והמגדל כדי להנצל מהמבול של אש, מפני שכבר ראו אבדון העולם במבול של מים, פחדו לנפשם והוצרכו לעשות בנין מקום שאם ירצה להביא מבול של אש ולשרוף את העולם שינצלו מהם ולא תקרב האש בגבולם, וזהו ענין המלחמה המוזכר במדרש כלומר להעז עם הכחות העליונים בהפך רצונו יתברך, ולקשור חלק מיסוד האש שלא יוכל להתקרב אל העיר


Melihat kisah ini dari sudut pandang rasional, kata-kata “dan marilah kita membuat nama untuk diri kita sendiri” harus dipahami demikian. Orang-orang dari generasi itu sangat maju dalam hal filsafat bahkan teknologi. Namun, mereka menggunakan kecerdasan mereka dengan cara yang berdosa. Mereka membangun kota dan Menara untuk melindungi diri mereka dari banjir api (melihat bahwa Tuhan telah berjanji untuk tidak lagi membawa banjir air). Inilah yang dimaksud dengan kata "perang" di Midrash. Mereka bersiap untuk melawan kekuatan surgawi (seperti malaikat) melawan kehendak Tuhan. Mereka berusaha mengisolasi dan menjinakkan kekuatan api untuk menetralisir efek mematikannya agar tidak menelan kota mereka.


Ketika Rabenu Bahya berkata tentang usaha untuk mengisolasi dan menjinakkan api, dalam bahasa modern kita biasanya gedung-gedung pencakar langit memiliki alat penangkal petir demikian juga dengan menara babel memiliki alat penangkal petir. 


Sekali lagi ini bukanlah dongeng, ini benar-benar terjadi, orang-orang zaman ini sangat maju dalam teknologi melebihi zaman kita. 

 

Kembali kepada komentar Rabenu Bahya pada Bereshit/Kejadian 11:4 

ועוד לטעם אחר, כי מפני שראו שגזר הקב"ה מיתה על אדם הראשון והיו רואים עצמם בעלי כח וגבורה עצומה וגדולים בחכמה ובקומה, והיו חייהם ארוכים ולא יבצר מהם לעשות כל דבר, והנה הם בני תמותה, ענפים מקולקלים בקלקול השרש, לכך חשבו תחבולה שיעשו בנין ולהגביה למעלה עד שיעור ידוע כדי להנצל מן המיתה. ומטעם הזה הפיצם ה' שחשבו, כנגד גזרתו יתברך.


Ada alasan lain yang memotivasi mereka. Mereka telah menyaksikan fakta bahwa Tuhan telah menetapkan kematian atas Adam, sementara mereka menganggap diri mereka kuat secara fisik dan menikmati rentang hidup yang jauh lebih lama daripada 120 tahun yang tampaknya telah ditetapkan Tuhan. Mereka berpikir bahwa mereka semua kuat [Tuhan Sendiri (ayat 6) mempertanyakan apakah kekuatan mereka tidak boleh dibatasi.] Mereka berencana untuk mendaki surga saat masih hidup dan sehat untuk mengatasi halangan yang dikenakan pada mereka oleh kefanaan mereka. Tujuan utama mereka adalah untuk mengatasi keputusan yang dikeluarkan terhadap Adam yang membuat mereka semua fana juga. Semua perencanaan mereka dalam membangun Menara dirancang untuk mencapai keabadian (hidup selamanya tanpa mati). Alasan Tuhan harus mencerai beraikan mereka adalah karena mereka berencana untuk membatalkan tatanan dunia-Nya. 


Sekali lagi apakah mungkin generasi babel ini membangun menara sampai ke rakia? Dengan teknologi nuklir mereka untuk membuat imitasi batu saya kira mereka mampu melakukannya. Ada sumber dalam buku kuno kita yang menarik tentang menara babel, bahwa menara ini atapnya bisa melayang di udara, tentang ini tidak terlalu jelas dikatakan bahwa itu adalah menara babel, tetapi hanya tertulis “menara yang melayang di udara” hal ini tertulis dalam : 

Sanhedrin 106b : 11 

וא"ר יצחק מאי דכתיב (ישעיהו לג, יח) איה סופר איה שוקל איה סופר את המגדלים איה סופר כל אותיות שבתורה איה שוקל ששוקל כל קלים וחמורים שבתורה איה סופר את המגדלים שהיה סופר שלש מאות הלכות פסוקות במגדל הפורח באויר

Dan Rabi Yitzḥak berkata: Apa arti dari apa yang tertulis: “Di mana dia yang diperhitungkan; di mana dia yang menimbang; di manakah dia yang menghitung menara [migdalim]” (Yesaya 33:18)? Di manakah dia yang menghitung semua huruf Taurat? Di mana dia yang menimbang, yang menganggap semua elemen kesimpulan fortiori dalam Taurat? Di mana dia yang menghitung menara? Ini Doeg, yang akan menghitung tiga ratus kesimpulan halakhic sehubungan dengan kemurnian sebuah menara [migdal] yang melayang di udara [avir]. 


Tidaklah jelas Migdal (menara) disini berbicara tentang menara babel, karena kalau kita melihat konteks sebelum ayat dan sesudah ayat tersebut berbicara tentang kosher tidaknya sebuah bejana dari kayu. Meskipun ayat tersebut kurang jelas berbicara tentang menara babel, merujuk tingginya teknologi yang mereka pakai dalam pembuatan menara, menara yang melayang di udara bukanlah suatu yang mustahil. 


Dari penyelidikan tentang menara babel ini, saya mengambil kesimpulan mengapa Rabi kita yang sekarang mengajar kita tidak pernah berbicara tentang rahasia menara babel, karena rahasia ini sangat berakibat buruk apabila ada manusia jahat yang mempunyai keinginan untuk mengetahui rahasia teknologi dari generasi babel ini, apakah rahasia ini masih bisa diketahui? Apakah ada buku yang tertulis tentang rahasia teknologi ini? Saya mengira teknologinya sudah lenyap bersama generasinya, tetapi makhluk energi atau bisa dikatakan malaikat gelap atau Watcher yang mengajarkan tentang teknologi ini masih ada.


Ada rahasia lain yang saya tidak ungkapkan disini, yaitu tentang Lashon Hakodesh, bahasa Ibrani, bila Anda cukup cerdas dan mampu menebak apa rahasia itu, yang menjadi kode bagi Anda adalah mengapa Hashem kemudian mengacaukan bahasa mereka dan menyebarkan mereka di bumi.



Share:

Era Messianik

בס''ד

   Zaman Messianik 


Saya membaca artikel yang sangat menarik yang ditulis oleh Efraim Palmanov, saya akan bagikan apa yang dia tulis disini, semoga memberkati semua pembaca di blog ini, amen. 

Kita membaca tentang Zaman Mesianik yang ajaib, ketika “serigala akan tinggal bersama domba… sapi dan beruang akan merumput, dengan anak-anak mereka berbaring bersama…” Beberapa orang bijak kita memahami ayat ini secara metaforis, melambangkan masa damai yang agung, dan kembali ke keseimbangan ekologis. Yang lain menganggapnya secara harfiah, bahwa bahkan hewan karnivora akan menjadi vegan, dan tidak akan ada kematian dalam bentuk apa pun lagi. Dalam Midrash (Shemot Rabbah 15:21) mengambil pendekatan yang terakhir, dan menyebutkan keajaiban ini sebagai salah satu dari sepuluh hal "baru" yang akan Tuhan lakukan di Zaman Mesianik. Hal ini muncul sebagai tanggapan terhadap Kohelet (Pengkotbah) yang telah menyatakan bahwa saat ini “tidak ada yang baru di bawah matahari” (Pengkhotbah 1:9).

Yang pertama dari sepuluh adalah bahwa dunia akan diterangi dengan penerangan baru, seperti yang tertulis: “Kamu tidak lagi membutuhkan matahari untuk cahaya di siang hari, atau bersinarnya bulan untuk cahaya [di malam hari]; karena Tuhan akan menjadi terangmu yang abadi, Tuhanmu akan menjadi kemuliaanmu.” (Yesaya 60:19) Menarik untuk dicatat bahwa jika kita memahami ayat ini secara harfiah, sudah menjadi kenyataan bahwa kita tidak lagi membutuhkan matahari dan bulan untuk penerangan, berkat listrik! Tentu saja, ayat ini terutama metafora, mengatakan bahwa Tuhan akan menjadi terang kita. Midrash bertanya bagaimana ini mungkin, karena kita tahu manusia tidak mampu menatap Tuhan. Ini menjawab berdasarkan Yesaya 30:26, bahwa “Terang bulan akan seperti cahaya matahari, sedangkan cahaya matahari akan tujuh kali lipat, seperti cahaya tujuh hari [Penciptaan].” Ayat tersebut terus menyarankan bahwa cahaya khusus ini akan memiliki sifat penyembuhan. The Midrash menambahkan kutipan dari Maleakhi (3:20) bahwa “bagimu yang menghormati nama-Ku, matahari kemenangan akan terbit untuk membawa kesembuhan…”

Menariknya, Midrash mengatakan bahwa cahaya baru ini akan bersinar dengan 49 bagian (berdasarkan kata-kata tujuh kali tujuh dari ayat Yesaya). Angka itu selalu menyinggung 49 aspek Sefirot bawah, khususnya relevan bagi kita sekarang selama Sefirat HaOmer ketika kita menghitung 49 hari antara Pesach dan Shavuot. Seperti yang terkenal (dan dicatat di sebagian besar siddurim), setiap hari berhubungan dengan kualitas tertentu yang terkait dengan Sefirot. Pada gilirannya, ini berhubungan dengan Nun Sha'arei Binah, "Lima Puluh Gerbang Pemahaman". Gerbang ke-50 terlalu tinggi, dan bahkan Musa tidak dapat mencapainya, meskipun dia menangkap semua 49 sisanya, seperti yang kita harapkan juga (lihat Rosh Hashanah 21b). Mungkin Midrash mengajari kita bahwa di Zaman Mesianik kita akhirnya akan dapat memahami 49 level, dan memanfaatkan sepenuhnya misteri cahaya untuk memperbaiki dunia.

Kita mungkin melihat analogi ini dalam kenyataan bahwa dunia beralih ke semakin banyak tenaga surya untuk kebutuhan energi kita, yang berpotensi meningkatkan kesehatan planet kita secara signifikan. Sementara mesin bertenaga air dan angin telah ada selama berabad-abad (di berbagai pabrik, misalnya), tenaga surya benar-benar merupakan fenomena baru. Matahari menyinari kita dengan energi yang pada dasarnya tidak terbatas, dan dapat dengan mudah memenuhi semua kebutuhan energi dunia berkali-kali lipat. Hal-hal kikuk dan dasar yang kita miliki saat ini hanyalah permulaan. Ada beberapa teknologi berbasis surya dan berbasis cahaya yang benar-benar luar biasa dalam pengerjaan, termasuk fotosintesis buatan dan internet "Li-Fi" yang cepat dan bebas radiasi. Dan siapa yang tahu rahasia lain apa yang terkandung dalam cahaya, yang masih sedikit kita pahami.

Perkembangan baru kedua di Zaman Mesianik adalah bahwa air penyembuhan akan keluar dari Yerusalem, seperti yang dinubuatkan di tempat-tempat seperti Zakharia 14:8. The Midrash secara khusus mengutip Yehezkiel: "Setiap makhluk hidup yang berkerumun akan dapat pergi ke sungai dan dihidupkan kembali ..." (47:9) Perairan ini akan menyembuhkan semua penyakit. Beberapa ayat kemudian, Yehezkiel mengatakan bahwa “Semua jenis pohon makanan akan tumbuh di kedua tepi sungai… mereka akan menghasilkan buah baru setiap bulan, karena air untuk mereka mengalir dari Bait Suci. Buahnya akan menjadi makanan dan daunnya untuk penyembuhan.” Ini adalah mukjizat ketiga Zaman Mesianik: pohon-pohon Yerusalem khusus yang akan terus memberikan hasil penyembuhan setiap bulan. (Pada catatan ilmiah terkait lainnya, para peneliti telah mampu merekayasa genetika obat-obatan tertentu secara langsung dari buah-buahan dan tanaman!

Perkembangan keempat Zaman Mesianik adalah pembangunan kembali semua kota yang hancur di Israel, dan mungkin di tempat lain di seluruh dunia. Seperti yang dinubuatkan oleh Yehezkiel (16:55), bahkan Sodom dan Gomora akan dipulihkan! Sekali lagi, kita sudah hidup dalam kenyataan di mana nubuat ini sebagian telah direalisasikan, karena banyak kota kuno kini telah dibangun kembali di Israel modern, termasuk Modi'in (terkenal Chanukah), Caesarea, Be'er Sheva, Rehovot (tidak di situs yang sama dengan yang kitabiah), banyak pemukiman di Yudea dan Samaria, serta Yerusalem itu sendiri. Ini mengarah pada mukjizat berikutnya dari Zaman Mesianik, yaitu bahwa Yerusalem akan dilapisi dengan batu safir dan permata berharga lainnya, dan akan "bersinar seperti matahari" (berdasarkan Yesaya 54:11-2).

Keajaiban keenam adalah keajaiban yang kita mulai: pemulihan keseimbangan ekologis, di mana semua organisme hidup akan damai. Terkait dengan hal ini adalah perkembangan berikut, bahwa semua orang, hewan, dan makhluk hidup di planet ini akan membentuk perjanjian baru dengan Tuhan, seperti yang tertulis: “Pada hari itu, Aku akan membuat perjanjian untuk mereka dengan binatang-binatang di dunia. ladang, burung-burung di udara, dan binatang melata di bumi…” (Hoshea 2:20) Ayat itu terus mengatakan bagaimana tidak akan ada lagi perang, dengan Bumi sepenuhnya damai, penyembahan berhala akan dilenyapkan, dan semua akan mengenal Tuhan. Inilah “tatanan dunia baru” ilahi yang sejati yang kita tunggu.

Dengan tatanan baru ini muncul tiga perkembangan terakhir, semuanya berdasarkan ayat-ayat dalam Yesaya (65:19, 25:8, 35:10). Yang pertama adalah tidak akan ada lagi kesedihan atau ratapan. Kedua, bahwa tidak akan ada lagi kematian. Beberapa orang menganggap ini tidak berarti bahwa orang akan hidup selamanya, tetapi hanya bahwa orang akan hidup sangat lama (seperti yang dikatakan Yesaya dalam 65:20 bahwa yang termuda akan mati pada usia 100). Mungkin itu berarti tidak akan ada lagi kematian yang tragis dan sebelum waktunya, dan bahwa semua orang akan hidup sampai usia lanjut dan mati karena sebab-sebab alami. Apapun masalahnya, perkembangan baru terakhir di Zaman Mesianik adalah bahwa tidak akan ada lagi kesedihan, tetapi hanya sukacita sejati bagi seluruh umat manusia.

Tulisannya berakhir disini, dan sepertinya dia hanya mengutip enam dari sepuluh keajaiban di Zaman Messianik, saya kira ada kemungkinan dia akan menulis lanjutannya minggu depan, kita lihat lanjutannya minggu depan, semoga. 

Share:

Kategori

Kehidupan Setelah Kematian

Konser Musik Yahudi

Video Belajar Taurat

Kebahagiaan di Bulan Adar

Pages