Rahasia dibalik kehidupan Raja Daud (David HaMelech)3

בס״ד

Rahasia dibalik kehidupan Raja Daud (David HaMelech)

bagian ke-3

foto : Aish.com



(Untuk mengetahui seluruh cerita dari rahasia kehidupan Raja Daud, Anda diharapkan membaca keseluruhan ceritanya dimulai dari bagian pertama, mengapa dibagi menjadi tiga posting karena terlalu panjang jika hanya dalam satu posting, kunjungi kisah sebelumnya sehingga mengerti secara keseluruhan cerita tidak terpotong hanya satu bagian sehingga tidak memiliki arti yang sebenarnya)

Dan akhirnya Samuel mengunjungi Yishai, dan ia meminta agar putra-putra Yishai berbaris, diawali dengan yang sulung bernama Eliav. Eliav adalah seorang yang tinggi besar dan ganteng, pria yang karismatik, ketika Samuel melihat Eliav, dia terpesona dan beranggapan bahwa dialah raja baru yang harus diurapi. Tetapi Hashem berkata kepada Samuel : “Jangan melihat pada tampak luarnya, pada perawakannya yang tinggi, karena Aku menolak dia. Tidaklah seperti apa yang manusia lihat, karena manusia hanya melihat dengan mata, Aku melihat hati manusia.” Samuel hanavi turun lagi dalam daftar putra-putra Yishai yang berbaris itu dan Hashem berkata tidak. Dan Samuel bertanya kepada Yishai, “Apakah hanya ini pria muda yang ada di rumahmu?” Samuel tidaklah berkata : “Apakah hanya ini putramu? Mengapa? Karena Midras berkata bahwa David tidaklah terhitung sebagai putra. Dia bahkan tidak ada dalam barisan, mereka melupakannya. Tidak ada yang memperhitungkannya, dilain itu mereka berpikir dia adalah seorang Mamzer, orang buangan, pengembala domba. Masih ingat bahwa cahaya yang sangat terang benderang harus disembunyikan? Dan cahaya dari David harus disembunyikan sampai saatnya yang tepat? Kachamim berkata kepada kita, seorang anak yang lahir di dunia ini yang mempunyai potensial dan talent, adalah tersembunyi dari dunia luar. Hanya ayah dan ibunya yang menyadari akan potensialnya dan orang lain tidak melihatnya. Orang tuanya mengeluh, anakku sangat pintar, mengapa tidak ada orang melihat apa yang kami lihat. Tetapi ada seorang anak yang potensialnya sangat besar yang mana setiap orang dapat melihat ini, tapi potensial ini tersembunyi dari orang tuanya sendiri. Dan kemudian ada seorang anak yang potensial, keagungan dan kekuatannya yang tersembunyi dari setiap orang bahkan Nabi terbesar pun tidak bisa melihat kebesaran dan keagungan pada anak ini. Karena cahaya dari anak ini sangatlah tersembunyi, bahkan seseorang dengan level tertinggi tidak bisa mendeteksi kesalehannya dan kekuatannya. Kachamim berkata ini adalah David HaMeleck, seorang anak yang disebutkan terakhir. David potensial dan kekuatannya adalah tersembunyi dari orang tuanya, dari saudara-saudara kandungnya, dari tetangganya, dari setiap orang. Bahkan Samuel Hanavi tidak mengetahuinya sampai Ha Kadosh Baruch Hu (Hashem) menunjukkan kepadanya bahwa dialah orangnya. Bukan karena tidak ada orang yang melihat cahaya itu, bukan berarti cahaya itu tidak ada. Dikarenakan Hashem membuat tirai yang membingungkan, keraguan dan bahkan kontroversi, tidak berarti bahwa seseorang tersebut ada cela, ada noda, tidak sehat, tidak stabil, kita tidak pernah tahu kebesaran neshama yang tersembunyi pada seseorang. Hanya Hashem yang tahu mengapa hal tersebut disembunyikan kepadamu.

Jadi Samuel tidak bertanya kepada Yishai “Apakah ada putra lain?” karena dengan pasti Yishai akan berkata “Tidak”. Melainkan Samuel bertanya : “Apakah ada anak muda lain dalam rumahmu?” dan dengan pertanyaan itu Yishai terpaksa mengakui : “Ya, ada satu lagi anak muda, David, tapi dia sedang menggembalakan domba.” dan Samuel berkata : “Bawa dia kemari” segera setelah David dibawa menghadap, Samuel berkata “Anakmu telah dipilih sebagai raja Israel.” boom….seluruh keluarga syok mendengar kabar ini. Dan sejak saat itu cahaya yang tersembunyi sedikit dimunculkan, dan akhirnya Yishai mengakui David adalah anak sah-nya. Sejak saat itu ke-absah-an David diakui oleh saudara kandungnya dan jika ada yang ragu-ragu, diasingkan dari komunitas. Tetapi adakah kita yang mengetahui penampilan David saat itu? David mempunyai bintik-bintik pada tubuhnya dia mempunyai mata yang indah, dan mohon maaf jika David dideskripsikan saat itu adalah terlihat berantakan seperti gelandangan. Sebab dimanakah dia tinggal? Di padang gurun, dia menggembalakan domba, tidak pernah pulang kerumah. Dia tergolong pendek jika dibandingkan dengan rata-rata pria. Dia tidak sedikitpun punya penampakan sebagai raja. Tetapi ayat menyatakan kepada kita bahwa dia memiliki mata yang indah. Mata yang indah tidak berarti indah secara fisik, David mempunyai mata yang indah dalam konteks spiritual. Dia mampu melihat kebaikan dan kesucian di dalam segala hal di sekelilingnya. Dia mempunyai kemampuan untuk menarik kebaikan dari apapun yang dilihatnya. Mata indahnya sebenarnya membantu untuk melakukan Tikun (perbaikan) dari Hava, bagaimana ini bisa terjadi? Karena ketika Hava tergoda oleh nachas (ular) untuk makan dari buah baik dan jahat, bagaimana Torah menggambarkan godaannya? Torah berkata : “Dan perempuan itu melihat bahwa buah itu enak untuk dimakan”. Hasratnya dimata. Kachamim berkata David memulai Tikun dari dosa pohon terlarang. Yang mana Hava gagal untuk menggunakan matanya dengan benar, dan tidak bisa tahan dengan godaan karena disebabkan oleh matanya, David memperbaiki dengan mata yang baik. Dengan melihat kebaikan dari setiap aspek kehidupan.

Saul saat itu meskipun dia menjadi raja tetapi spirit kerajaannya telah meninggalkannya dan hinggap pada David, dengan kata lain dia hanya kerangka atau kulit luarnya adalah raja. Pada saat itu Israel mengalami masa-masa sulit dimana sedang berperang melawan Goliat yang tiap hari menentang bangsa Israel, dan dia sebenarnya memberi suatu solusi politik, Goliat berkata : “lihat, dari pada berperang yang menyebabkan banyak tentara akan mati di medan peperangan, bagaimana kalau kamu memilih tentara yang perkasa yang bertarung melawanku, dan siapapun yang menang dalam pertempuran, akan mengambil negara tersebut”. Goliat tiap pagi datang mengutuk bangsa Israel dan Hashem, menantang untuk mengirim prajurit. Dalam situasi ini harusnya Saul yang menanggapi tantangan ini dan dialah yang harus melawan Goliat. Dan Saul tiba-tiba menjadi sangat takut dan tidak mempunyai kepercayaan diri yang dimiliki sebelumnya. Dan pada suatu saat David datang ke perkemahan perang dan dia mendengar kutukan Goliat, dan dia menjadi marah akan hal ini, berani-beraninya ini Goliat mengutuk Tuhan? Dan dia terdorong hal ini darurat untuk melawan Goliat. Dia pergi kepada Saul untuk meminta izin bertarung dengan Goliat. Saul tahu siapa itu David, karena disaat Saul mengalami depresi, David bermain musik harpa untuknya, hal itu membuat jiwa Saul menjadi tenang. Saul tidak mau David pergi bertarung dia tidak mau kehilangan David sebagai penghiburnya. Tetapi David menyakinkan Saul untuk pergi bertarung, dan kita mengetahui David dan Goliat tidaklah asing satu sama lain, mereka adalah sepupu (Goliat adalah putra dari Orpah, saudari perempuan Rut, nenek buyut David) Jadi David pergi bertarung dengan kerabat. Dan David mengambil sebuah batu dan mengetapelkannya kepada Goliat dan batu itu mengenai kepalanya dan Goliat rubuh jatuh ke tanah. Dan David memenggal kepalanya dengan pedang.

(Catatan dari penulis blog : harus kita ketahui bahwa David pada saat itu menggunakan Kabalah maasit, yang memerintahkan topi baja terbuka, bukan topinya yang terbuka, tetapi besi baja dalam topinya yang membuka membuat lubang sehingga batu bisa masuk menembus kepalanya seperti peluru)

Rakyat merayakan kemenangan ini dengan menari dijalanan, memuji David atas kepahlawanannya. Midras berkata sejak saat itu Saul menjadi iri hati. Saul bertanya-tanya, siapakah David sebenarnya? Bisa dilihat David adalah anak muda yang luar biasa, siapa yang bisa maju ke medan perang hanya menggunakan batu? Bahkan jendral perang tidak mau maju bertarung, dan seorang anak yang masih sangat muda menawarkan diri untuk bertarung. Saul bertanya-tanya : “Apakah mungkin ini adalah raja baru itu dan bukan satu dari anakku?” dan ketika Saul menyelidiki bahwa David adalah garis keturunan dari Perez dari suku Yehuda yang mempunyai garis keturunan raja. Dan dia mulai menjadi khawatir, salah satu penasehatnya berkata : “Jangan kuatir tentang David, dia anak tidak sah” Nenek buyutnya adalah orang Moab dan orang Moab dilarang masuk kahal (jemaat) Hashem ada banyak kontroversi mengelilingi ke absah-annya. Dan mulailah terjadi stigma baru bahkan ketika dia menjadi raja. David menghabiskan banyak tahun lari dari Saul, dan banyak pasal dari Tehilim (Mazmur) yang tertulis bahwa dia sedang dikejar atau lari dari Saul. dan pada akhirnya Saul terbunuh dalam medan peperangan dan David dinobatkan menjadi raja, tetapi tidak semua orang menerima dia. Tujuh tahun hanya suku Yehuda dan suku Benyamin yang mengakuinya, dan kemudian dia memindahkan kerajaannya dari Hebron ke Yerushalayim, dimulainya pemerintahannya secara resmi, dan ketika dia secara resmi pindah ke Yerushalayim kita berfikir masalahnya sudah selesai bukan? Tidaklah demikian, karena anak kandungnya sendiri mulai memberontak melawannya, dan dia mengalami ujian demi ujian, dan pertanyaannya mengapa David tidak “out of Derech” (keluar dari jalan lurusnya) ketika dia harus mengalami ujian demi ujian? Karena ketika dia mengalami sukses, dia berterima kasih kepada Hashem, dan ketika dia mengalami penderitaan, dia memuji Hashmem.

Dan David berkata kepada Hashem bahwa dia ingin menjadi salah satu Patriach (Bapa leluhur bangsa Israel) dan ketika kita berdoa di Amidah tentang Patriach kita, kita berkata Elokei Avraham, Elokai Yitzhak, Elokai Yaakov. Jadi David Hamelech ingin menjadi Patriach yang ke-empat. Elokei David. Hashem berkata bahwa Patriach melewati banyak-banyak ujian dalam hidupnya, dan meskipun engkau mengalami ujian juga, tetapi ujianmu tidaklah sebayak Patriach Israel. Jika memang itu yang dibutuhkan, baik Hashem ujilah aku Hashem. Hashem berkata, “engkau sungguh ingin diuji? Baiklah aku akan mengujimu”. Pada malam selanjutnya David naik ke atap istananya, dan siapa yang dilihat David saat itu di Mikveh? Batsyeba. Dia melihatnya, dan mengambilnya, meskipun dia telah menikah, di dalam hukum yahudi bila suami pergi berperang, maka istri harus diberikan Get (surat cerai) sebagai pencegahan bila suami meninggal dalam medan peperangan atau bahkan hilang dalam peperangan seperti diculik, sehingga tidak menyulitkan status istri bila tidak mengetahui keberadaan suami, jika tidak diberikan Get, istri tidak bisa menikah dengan orang lain, jika suami tidak pernah kembali. Suami Batsheba adalah seorang Jendral perang dalam kerajaan David, maka sesungguhnya status Batseba pada saat itu adalah seorang janda, karena dia diberi Get (surat cerai) oleh suaminya, meskipun mereka akan kembali menikah disaat kembali dari medan perang. Batsheba memanglah ditakdirkan untuk menjadi istri David, tetapi isu dari masalah ini bukanlah Batsheba, tetapi karena dia diambil lebih awal dari yang seharusnya. Dan suami Batsheba meninggal dalam peperangan, dan dia menjadi ibu dari raja Shlomo, tapi sebelum itu, Natan Hanavi mendekati David dengan sedikit musar (ceramah), dia berkata : “David saya memerlukan nasehatmu, ada dua peternak, yang satu sangat kaya dengan banyak ternak, dan satu lagi miskin yang hanya memiliki satu ternak. Suatu hari peternak kaya mempunyai tamu, dan dia pergi ke peternakan orang miskin ini dan mengambil ternak satu-satunya miliknya, karena dia tidak mau mengambil ternaknya untuk menjamu tamunya. Nah sekarang David, apa yang harus kita lakukan terhadap peternak kaya ini? David berkata ini tidak adil, peternak kaya ini jahat, dia tahu tetangganya hanya punya satu ternak, dan dia punya banyak domba, dan dia mengambil ternak tetangganya yang miskin ini? Dia harus mendapatkan hukuman mati. Dan Natan Hanavi menunjuk pada David : “David, orang itu adalah kamu, engkau telah memiliki banyak istri dan engkau bisa mengambil wanita manapun sebagai istri, dan engkau mengambil istri satu-satunya Uri? Kata-katamu dianggap sebagai dekrit, engkau layak untuk mati.” Dan saat itu David tidak membela diri, atau mengusir Natan Hanavi, tetapi dia merendahkan diri dan mengakui, bahwa dia berdosa. Dalam seluruh bab 51 dari sefer Tehilim (Mazmur) menulis tetang pertobatan David Hamelech dari dosanya. Dosa yang dilakukannya akan melekat padanya seumur hidupnya.

David Hamelech adalah seorang raja Yahudi yang mengakui kedaulatan Hashem, dia menjadi contoh atas seluruh rakyatnya, dan dia mempertunjukkan jika seorang raja bisa membukuk dihadapan Hashem, memasrahkan diri pada perintahNya, dan setiap subjek dari kerajaannya seharusnya bisa melakukan hal yang sama. Dia adalah pelayan yang rendah hati dari Hashem. Itulah mengapa sefer Tehilim menjadi channel dari Tefilot (doa-doa) kita, karena kata-katanya adalah sangat murni dan bersih dari ego manusia. David neshama memancar ke seluruh generasi, Midras Raba berkata ketika Bait Suci diruntuhkan, Mesiach pada generasi itu dilahirkan. Ketika Bait Suci dihancurkan dimulainya penanaman benih dari penebusan. Dan kiranya Hashem memunculkan Mesiach segera, amen, Ken Yehi Ratzon.




Diterjemahkan dari Shiur : Rebbetzin Sarah.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kategori

Kehidupan Setelah Kematian

Konser Musik Yahudi

Video Belajar Taurat

Kebahagiaan di Bulan Adar