Rahasia dibalik kehidupan Raja Daud (David HaMelech)2

בס״ד

Rahasia dibalik kehidupan Raja Daud (David HaMelech)

bagian ke-2



foto : Aish.com


Dia adalah sah Bat (putri) Israel, tapi saya? Saya bisa saja orang Moab.” Yishai khawatir tentang subjek ini karena neneknya adalah Rut. Dan Rut mungkin saja tidak sah. Dikarenakan dia takut mungkin dia tidak layak, Yishai memisahkan dirinya dengan istrinya. Dia tidak menceraikannya, dia cuma tidak tinggal dengannya. Pada zaman itu, pria diizinkan untuk memiliki lebih dari satu istri, jadi Yishai ingin memiliki istri lain. Tetapi dia mempunyai masalah : Yishai tidak bisa menikahi goyah (non Yahudi) seandainya dia Yahudi, dan dia tidak bisa menikahi Yahudi jika seandainya dia bukan Yahudi. Jadi apa yang dia lakukan? Gemara Baba Batra menceritakan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan pada zaman kita, dikatakan bahwa istri Yishai bernama Nitzebet bat Adael dia mempunyai pelayan wanita bernama Shivcha, Yishai datang kepada Shivcha dan berkata jika saya Yahudi Anda boleh bebas, tetapi jika saya bukan Yahudi, kamu harus tinggal dengan saya. Dengan kata lain, Yishai berencana untuk menikahi Shivcha yang saat itu adalah pelayan dari Nitzebet istri Yishai. Tetapi Shivcha seorang Kanaan mempunyai belas kasihan terhadap majikannya, dia tidak tega untuk menggantikan majikannya untuk menjadi istri dari suami majikannya. Maka dia berkata pada Nitzebet “Bersiap-siaplah seperti Rachel dan Lea, maka pergilah untuk menikah kembali dengan suamimu” maka Nitzebet berpakaian pengantin seolah-olah dia adalah Shivcha, dan Yishai tidak akan mengetahuinya seperti Rachel dan Lea. Dan itulah yang terjadi sebenarnya, bahwa Shivcha bertukar tempat dengan Nitzebet, Nitzebet berdoa malam itu agar dia mengandung bayi dari hasil pertukaran pernikahan ini, dan dia memang mengandung David. Ketika Yishai dan saudara-saudara David mengetahui bahwa Nitzebet hamil, mereka mencurigai bahwa dia melakukan tindakan amoral atau perselingkuhan. Midras berkata bahwa putra-putra Yishai menginginkan Nitzebet dieksekusi bersamaan dengan janin yang dikandungnya. Apa yang dilakukan Nitzebet, dia tidak berkata suatu apapun, dia tidak bisa mengatakan kejadian yang sebenarnya. Dia tidak mau mempermalukan suaminya di depan publik bahwa di hari pernikahannya dia bahkan tidak menikah dengan calon istrinya Shivcha. Dengan bungkamnya ini, dia mendapat pahala sebuah bayi yang hebat yang merupakan benih dari Mesiach. Yishai mempunyai belas kasihan terhadap Nitzebet dan dia memerintahkan kepada putra-putranya untuk tidak menyentuh Nitzebet, dia berkata : “Janganlah kalian membunuhnya, biarkan bayi itu lahir marilah kita memperlakukannya sangat rendah dan menghinanya.” Setiap orang menyadari bahwa statusnya dipertanyakan, dan sebagai anak yang tidak sah dia tidak akan berhasil menikah dengan perempuan Yahudi.

Rav. Eliyahu Kitov menjelaskan, meskipun ketika masih bayi, David HaMeleck menyadari takdirnya. Ketika dia masih didalam kandungan ibunya berbisik kepadanya : “Hashem memberikan aku kebaikan, itu terungkap dan diketahui olehMu, untuk alasan yang tidak dimengerti oleh setiap manusia, Neshama ini turun dan dilahirkan di dunia ini, hanya Engkaulah yang mengetahui kemurnian dari kelahirannya, dan tujuannya dia turun ke dunia ini, Engkau Hashem menyatakan kepadaku bahwa neshama dari anakku David, adalah maha mulia dan spesial, aku hanya berharap bahwa sepanjang perjalanan hidupnya, bahwa siapapun yang berada disekitarnya melihat keagungan dari neshama-nya, dan misinya yang adalah di dekrit (ditentukan) dari surga, mohon Hashem anakku David adalah pengembala-Mu, pelayan-Mu, putra pelayan-Mu, janganlah membiarkan dia menjadi asing di mata saudara-saudaranya, dan menjadi asing dimata putra-putraku yang lain, jangan biarkan orang berbicara buruk tentangnya, dan biarlah dia tidak diadili dengan tidak adil, anakku tersayang, aku mengharapkan perjalanan yang sukses dihidupmu, kiranya engkau selalu mendapat pahala untuk melekat dengan Hashem, di sepanjang hidupmu, ibumu akan selalu berada disisimu, dan ingat batu yang ditolak oleh tukang bangunan,..

Nitzebet berkata kepada David, anakku tersayang jangan putus asa karena engkau adalah murni, engkau adalah kudus, engkau dikuduskan dari dalam kandungan, jangan takut kalau engkau diusir dan dibuang. Terimalah dengan kasih dan dengan percaya kepada Hashem. Karena segala penghinaan yang akan engkau alami tidak akan selamanya.

Rav. Eliyahu Kitov berkata bahkan ketika dia masih bayi, dia menyerap kata-kata ibunya dan mengerti takdirnya sejak awal. Dan menerima segala sesuatunya dengan kasih dan cinta kepada Hashem. David Hamelech lahir dan Gemara berkata bahwa seluruh keluarga berfikir bahwa ia adalah seorang Mamzer (anak yang terlahir sebagai hubungan perselingkuhan) segera sebelum kelahirannya bahwa dia harus dipisahkan jauh dari saudara kandungnya, dikucilkan dari komunitasnya, dia bahkan tidak diijinkan untuk makan satu meja dengan saudara kandungnya, dia harus sendirian makan di pojok ruangan.

Dan Rav.Sivtei menulis, ketika dia agak dewasa dia dikirim jauh ke padang gurun menggembalakan domba karena saudara-saudara kandungnya berharap dia akan mati diterkam binatang liar di padang gurun. Hanya satu orang yang sedikitpun tidak meragukan kemurniannya, orang itu adalah ibunya. Dia terkoyak dengan realita yang mempermalukan ini, tetapi dia tidak punya kekuatan untuk mencegahnya. Dia berdiri di kejauhan dan menangis dan menanti hari dimana keadilan akan ditegakkan. Dan ini membutuhkan 28 tahun pengasingan penolakan, penderitaan, direndahkan, sampai akhirnya keadilan bisa dinyatakan. Dari sejak pertama kenangan hidupnya David adalah orang buangan di keluarganya. Seperti yang dia tulis di sefer Tehilim (Mazmur) : “Aku diasingkan oleh saudara-saudara kandungku, aku asing di mata saudara-saudara kandungku” ayat ini menunjukkan betapa hebat penderitaan yang dialaminya. Karena orang-orang disekelilingnya tidak mengerti mengapa David disingkirkan dalam keluarga, mereka mulai berfikir yang aneh-aneh tentangnya.

David menghabiskan hampir sepanjang hidupnya di padang gurun, jauh dari masyarakat. Jauh dari lashon hara (gosip) dan penghinaan. Dia menggembalakan domba-domba, tanpa gangguan, mempersembahkan seluruh neshama-nya kepada Hashem. Hashem menjadi ayahnya, Hashem adalah ibunya, dan Hashem adalah teman terbaiknya. Midras berkata David menemukan penghiburan dalam penderitaan yang dia alami, karena dia tahu tanpa penderitaannya, dia tidak dapat mengenali penderitaan orang lain. David sangat agung di padang gurun, dia melihat keindahan di padang gurun yang kosong. Di tempat orang yang haus akan air minum, di tempat dimana air hujan tidaklah banyak, di tempat dimana tidak ada yang bisa dihasilkan disana, ditempat yang adalah total gersang dan terpencil, David menemukan penghiburan. Dikatakan setiap pasir, binatang liar dan segala makhluk di padang gurun memuji Hashem bersama-sama dengan David. Di padang gurun inilah sefer Tehilim (Mazmur) diciptakan. Dipadang gurun inilah seorang muda menolak kepribadiannya, karakternya kebaikannya, diruntuhkan oleh orang-orang yang memperlakukan buruk terhadapnya. Di padang gurun inilah dia mengembangkan kepribadian akan seseorang yang layak akan tahta. Dan sefer Tehilim (Mazmur) menjadi 70 % dari bahan doa kita yang kita lafalkan hari ini. Hampir setiap doa ada ayat di sefer Tehilim (Mazmur). Pelajaran dari ini adalah : lihatlah apa yang bisa kamu capai di padang gurun.

Dan keadaan politik saat itu di tanah Israel, Saul menjabat sebagai raja, dia adalah raja yang sukses, sampai pada titik dia tidak mendengar perintah Hashem untuk menghabiskan bangsa Amalek, dia menyisakan ternak-ternak dan raja dari Amalek dibiarkan hidup, dan bahkan lebih parah lagi dia tidak mengakui kesalahannya. Maka Hashem berkata kepada Samuel Hanavi, hasil dari ketidak patuhannya, dia akan kehilangan mahkotanya. Tidak lagi menjadi raja, bahkan anak-anaknya bukanlah penerus tahtanya. Dan Hashem memerintahkan untuk secara rahasia mencari raja baru di Bethlehem, karena disanalah berasal raja baru ini. Khususnya di dalam rumah Yishai. Sementara Saul masih hidup, dan sementara menjabat sebagai raja, raja lain yaitu David, secara rahasia diurapi, mengapa rahasia? Sebab jika Saul mengetahui hal ini, apa yang akan terjadi? Dia akan membunuhnya secara langsung.

Bersambung ke bagian ke-3

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kategori

Kehidupan Setelah Kematian

Konser Musik Yahudi

Video Belajar Taurat

Kebahagiaan di Bulan Adar